Nara Teater : Imam Sabaladak
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sel, 20 Mei 2025
- visibility 29
- comment 0 komentar

Press release : Imam Sabadalak produksi Nara Teater (2025) berisi percakapan-percakapan para imam dengan siswa sekolah rumah ibadah negeri Sabadalak. Para Imam menyampaikan ajaran-ajaran hidup dengan penuh kuasa kepada para siswa sebagai calon pemimpin. Maksud pengajarannya jelas yakni supaya kelompok para imam ini terus berkuasa dalam segala keagungannya.
Caranya dengan tetap membuat masyarakat betah dengan kondisi kebodohan dan keterbatasannya. Masyarakat harus tetap miskin supaya terus tergantung pada mereka. Pemberontakan kaum kecil dihadapi dengan merapatkan diri, berkongkalikong dengan para petinggi negeri.
Protes kaum kecil tak lebih dari suara latah kawanan kecoa yang masuk kiri keluar kanan. Suara rombeng yang jual murah sekalipun tak akan dibeli. Sedang para imam dan penguasa terus bersulang demi perut yang semakin gendut, demi daging yang kian empuk, demi bibir yang kelewat tebal dan demi ambisi yang kian ranum.
Pertunjukan Imam Sabadalak cerewet-penuh olok sebagai cara memeriksa sekaligus menghadirkan dunia yang kian cerewet dan terasa mengolok-olok kita. Melihat muka buruk kita seraya menertawakannya (tanpa harus marah apalagi membelah kaca cermin itu).
Teks Imam Sabadalak ditulis dan disutradarai oleh pendiri Nara Teater: Silvester Petara Hurit.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


Saat ini belum ada komentar