Fenomena “Beauty Privilege” di Kalangan Remaja SMK Sura Dewa : Cantik Jadi Keuntungan?
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sel, 17 Jun 2025
- visibility 67
- comment 0 komentar

SMK Sura Dewa , 17 Juni 2025 – Di kalangan remaja saat ini, anggapan bahwa kecantikan membawa keistimewaan atau “privilege” makin sering terdengar. Banyak yang percaya bahwa remaja yang memiliki penampilan menarik cenderung lebih mudah mendapatkan perhatian, teman, hingga perlakuan istimewa dari lingkungan sekitar.
Fenomena ini dikenal dengan istilah “beauty privilege”, yaitu kondisi ketika penampilan fisik seseorang memengaruhi bagaimana ia diperlakukan dalam kehidupan sosial.
Namun, kondisi ini tak jarang menimbulkan dampak negatif, terutama bagi remaja yang merasa dirinya tidak memenuhi standar kecantikan yang ada. Beberapa dampak yang muncul antara lain menurunnya rasa percaya diri, munculnya perasaan iri, hingga perasaan bahwa diri sendiri kurang berharga.
Padahal, kecantikan sejati tidak hanya terletak pada penampilan luar. Potensi diri, sikap positif, serta karakter yang baik juga merupakan aspek penting yang membuat seseorang berharga.
“Setiap remaja harus menyadari bahwa mereka unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cantik bukan satu-satunya syarat untuk dihargai. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membawa diri dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Maria Leno Koten, penulis artikel ini sekaligus siswi SMK Sura Dewa.
Di tengah kuatnya pengaruh media sosial dan standar kecantikan yang terus bergeser, penting bagi remaja untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang lain berdasarkan hal-hal yang lebih esensial daripada sekadar penampilan.
Ditulis oleh Maria Leno Koten – Siswi SMK Sura Dewa
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


Saat ini belum ada komentar