Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tenun Ikat Waibalun , Upaya Oma Margareta Menenun Masa Depan di ArtLarantuka

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 69
  • print Cetak

LARANTUKA – Isu kepunahan regenerasi pengrajin Tenun Ikat Waibalun menjadi sorotan utama dalam agenda diskusi seni yang digelar di Aula Paroki Waibalun, Flores Timur, Jumat (20/2/2026). Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ArtLarantuka Vol. 1 yang diinisiasi oleh kelompok kolektif Teater Rakaat guna melestarikan jejak kebudayaan lokal.

Kegiatan yang berlangsung sejak 19 hingga 22 Februari 2026 ini menghadirkan tokoh pengrajin senior, Margareta Larantukan atau yang akrab disapa Oma Eta. Dalam paparannya, Oma Eta mengungkapkan kegelisahannya terhadap minimnya minat generasi muda dalam menekuni seni tenun tradisional yang kini didominasi oleh kelompok ibu-ibu.

Menjawab Kegelisahan dengan Dedikasi

Meskipun jumlah pengrajin kian menyusut, Oma Eta tetap konsisten merawat tradisi melalui kelompok binaannya, Pondok Kudi Ana. Baginya, tenun bukan sekadar kain, melainkan urat nadi ekonomi dan identitas budaya yang kaya akan makna filosofis baik dari segi motif maupun pilihan warna khas Waibalun.

  • Eksistensi Budaya: Tenun sebagai jejak sejarah dan identitas masyarakat Waibalun.
  • Pilar Ekonomi: Bukti nyata dedikasi Oma Eta yang mampu menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi dari hasil menenun.
  • Tantangan Regenerasi: Minimnya remaja putri yang menguasai teknik menenun di tengah arus modernisasi.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Diskusi ini dihadiri secara antusias oleh kalangan remaja putri, termasuk peserta didik dari SMKK Hendrikus Leven dan SMK Sura Dewa. Oma Eta secara aktif mendorong para siswi untuk tidak hanya melihat tenun sebagai produk masa lalu, tetapi sebagai potensi masa depan yang bermakna.

Rangkaian ArtLarantuka Vol. 1 oleh Teater Rakaat ini diharapkan menjadi pemantik bagi munculnya pengrajin-pengrajin muda yang siap menjaga keberlanjutan tradisi tenun ikat di Flores Timur. Oma Eta menutup sesi dengan pesan menyentuh tentang kebahagiaannya berbagi ilmu kepada tunas bangsa demi memastikan kehidupan lewat tenun terus berlanjut.

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
  • Editor: Manual Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Internet Dalam Pengembangan Layanan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Internet memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan layanan pendidikan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama internet dalam pengembangan layanan pendidikan: Secara keseluruhan, internet telah membuka banyak peluang dalam pengembangan layanan pendidikan. Ini meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa internet tidak boleh menjadi pengganti sepenuhnya untuk interaksi sosial […]

  • Pentingnya Pemetaan Lokasi Lembaga Pendidikan Di Suatu Daerah

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Pemetaan lokasi lembaga pendidikan di suatu daerah memiliki banyak pentingnya. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pemetaan tersebut penting: Pemetaan lokasi lembaga pendidikan di suatu daerah merupakan langkah penting untuk memastikan akses pendidikan yang merata, perencanaan yang baik, dan pengembangan sistem pendidikan yang berkelanjutan. Dengan pemetaan yang akurat, dapat dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan […]

  • STIKES Maranatha Kupang Ukir Prestasi Nasional, Prodi Vokasi Keperawatan Raih 7 Penghargaan dalam Lomba AIPViKI 2025

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Program Studi D3 Keperawatan (Prodi Vokasi Keperawatan) STIKES Maranatha Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Lomba Nasional AIPViKI 2025, tim dosen dan mahasiswa STIKES Maranatha Kupang berhasil meraih tujuh penghargaan dari berbagai kategori kompetisi yang diikuti. Pengumuman hasil lomba dilakukan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I AIPViKI yang berlangsung pada 6–8 […]

  • Djakarta International Theater Platform 2025 Tekankan Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing dan IT

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Jakarta – Pentingnya menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dan teknologi informasi (IT) kembali menjadi sorotan dalam ajang Djakarta International Theater Platform 2025. Acara yang tahun ini mengusung tema “Rumah Panggung” tersebut mempertemukan tiga produser perempuan dari Asia Tenggara: Kathleen Ditzig (Singapura), June Tan (Malaysia), dan Helly Minarti (Indonesia), dengan moderator Rebecca Kezia. Diskusi yang […]

  • Komunitas Jejak Zaman Terima Donasi Puluhan Buku Dari FTBM Flores Timur

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Komunitas Jejak Zaman mendapatkan donasi buku layak baca dari FTBM Flores Timur untuk disalurkan dalam program Jejak Berdampak Satu Buku Satu Anak. Bertempat di sekretariat FTBM Flores Timur di Weri, Larantuka, Zaeni Boli menyerah paket buku random layak baca untuk disalurkan. Hal ini merespon kemauan Komunitas Jejak Zaman untuk lebih berdampak dan membangun minat baca […]

  • Mahasiswa Kebidanan STIKes Maranatha Kupang Terjun ke Nunkurus, Bupati Kupang Apresiasi Sinergi Penanganan Stunting dan KIA

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    STIKes Maranatha Kupang resmi melepas 112 mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Semester V sebagai langkah konkret dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan peka terhadap isu sosial. Para mahasiswa ini akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Prosesi serah terima dan pembukaan kegiatan digelar khidmat pada […]

expand_less
Exit mobile version