Breaking News
light_mode
Trending Tags

Quo Vadis Pembelajaran Mendalam vs Sarana Pendukung Fisik dan Non Fisik dalam Praktik di Sekolah

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

Pembelajaran mendalam atau deep learning semakin gencar digaungkan dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya melalui Kurikulum Merdeka. Gagasannya luhur: siswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu memahami, mengaitkan dengan kehidupan nyata, serta menginternalisasi nilai-nilai untuk membentuk karakter. Namun, pertanyaan penting perlu diajukan: quo vadis pembelajaran mendalam, ke mana arah dan nasibnya, jika sarana pendukung—baik fisik maupun non fisik—masih jauh dari kata memadai?

Dari sisi sarana fisik, banyak sekolah menghadapi keterbatasan mendasar. Laboratorium yang minim, perpustakaan yang kurang lengkap, ruang kelas yang seadanya, hingga keterbatasan akses internet membuat guru dan siswa kesulitan melakukan eksplorasi yang bermakna. Padahal, pembelajaran mendalam menuntut ruang bagi eksperimen, proyek kolaboratif, dan interaksi aktif dengan sumber belajar yang beragam. Tanpa dukungan infrastruktur, guru akhirnya kembali pada pola ceramah dan hafalan—jauh dari semangat deep learning.

Sementara itu, sarana non fisik juga tidak kalah penting. Kapasitas guru dalam merancang dan memfasilitasi pembelajaran mendalam masih sangat bervariasi. Sebagian guru telah beradaptasi, tetapi banyak pula yang masih terjebak dalam orientasi ujian semata. Di sisi lain, kepemimpinan sekolah, dukungan kebijakan, serta pemahaman orang tua tentang esensi pembelajaran mendalam sangat menentukan. Tanpa ekosistem yang sehat, pembelajaran mendalam hanya berhenti di atas kertas.

Maka, quo vadis pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah kita? Jalan ke depan hanya mungkin jika pemerintah, sekolah, dan masyarakat berjalan seirama. Investasi pada sarana fisik harus sejalan dengan peningkatan kualitas guru dan manajemen sekolah. Lebih dari itu, diperlukan perubahan paradigma: bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar nilai ujian, melainkan menyiapkan generasi pembelajar sepanjang hayat. Jika sarana fisik dan non fisik tidak dipenuhi, maka pembelajaran mendalam akan tetap menjadi jargon indah tanpa jejak nyata dalam kehidupan siswa.
Penulis : Slamet Wakhyanto (SMAN Kelubagolit)

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktik Baik Pelaksanaan P5 Kurikulum Merdeka Di SMPK Isodorus Bantala Lewolema

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Rasa penasaran dengan penerapan P5 di SMPK Isodorus Bantala itu akhirnya terpenuhi. Mengapa demikian? Karena saya ingin melihat secara langsung proses dari kerja kebudayaan melestarikan kehidupan. Proyek P5 sesungguhnya bukan soal apa yang coba dibuat atau dipraktikkan terwujud atau mewujud. Namun ada hal yang lebih penting yakni tumbuh kembang karakter baik dari peserta didik yang […]

  • Keterkaitan Unik Antara Olahraga Dan Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Budaya dan olahraga memiliki keterkaitan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Olahraga tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan identitas suatu budaya. Berikut adalah beberapa contoh keterkaitan budaya dengan olahraga: Dalam kesimpulannya, budaya dan olahraga saling terkait dan saling mempengaruhi. Olahraga merupakan bagian dari warisan budaya, tradisi, dan identitas […]

  • Nara Teater Larantuka Gelar Workshop Keproduksian Bersama Seniman Yogyakarta

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Larantuka – Nara Teater Larantuka baru saja menuntaskan pengalaman berharga dalam workshop keproduksian yang digelar pada 2–3 Agustus 2025 di ruang meeting sederhana SMK Ancop Likutuden, Kabupaten Flores Timur. Workshop ini dipandu langsung oleh Mbak Aik Vela, seniman asal Yogyakarta yang telah lama berkecimpung sebagai manajer seni pertunjukan. Berbeda dari pelatihan yang penuh teori, Mbak […]

  • Paguyuban Keluarga Jawa Meriahkan Karnaval HUT RI di Larantuka

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Larantuka – Paguyuban Keluarga Jawa (PKJ) kembali menunjukkan eksistensinya dalam Karnaval HUT RI di Kota Larantuka, Flores Timur. Sebagai wadah perantau asal Pulau Jawa yang menetap di Larantuka, PKJ tampil memukau dengan berbagai kreasi barisan yang memadukan budaya, hiburan, dan kekhasan identitas Jawa. Dalam karnaval kali ini, Paguyuban Keluarga Jawa menghadirkan beberapa formasi barisan, mulai […]

  • SMK Suradewa Larantuka Gunakan Exambro Untuk Penilaian Akhir Semester

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 125
    • 0Komentar

    SMK Suradewa Larantuka – Seperti biasa setelah pengarahan pagi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Karolus Waton anak anak dikembalikan ke kelas masing masing dan para pengawas ujian dibagi ke beberapa kelas berbeda . Pada ujian hari ketiga Rabu 4 Desember 2024 di SMK Suradewa ini, saya mendapat kesempatan untuk mengawas ujian di kelas 10 […]

  • Kemeriahan Latihan P5 Kelas 10 Di SMK Suradewa Larantuka

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Riuh ramai kelas 10 RPL SMK Suradewa pada jam pertama di hari Selasa, 7 Mei 2024. SMK Suradewa saat itu cerah sehingga tidak ada halangan cuaca dalam pembelajaran. Proses di kelas berlangsung apik, peserta didik dibagi dalam dua kelompok. Kelompok itu adalah kelompok menyanyi dan kelompok menari. Dinamakan demikian juga sebagai persiapan kegiatan P5 hari […]

expand_less
Exit mobile version