Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keberagaman Budaya Nusantara sebagai Cerminan Literasi Bangsa Indonesia

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 162
  • print Cetak

Keberagaman budaya Nusantara merupakan cerminan literasi bangsa Indonesia dengan segala keragamannya. Cakupan keberagaman ini sangat luas, mulai dari seni, tradisi, adat istiadat, hingga nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat keberagaman ini tecermin kuat dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Selain itu, budaya Nusantara juga menjadi refleksi dari sikap toleransi bangsa Indonesia.

“Bhinneka Tunggal Ika” sebagai semboyan negara menjadi landasan kuat dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan. Toleransi terwujud melalui sikap saling menghargai, menghormati, dan bekerja sama antarkelompok budaya yang berbeda.

Keragaman budaya Nusantara menjadi kekuatan bangsa yang memperkaya identitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, hal ini juga dapat menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik.

Salah satu daerah dengan keragaman budaya Nusantara yang sangat populer adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta merupakan daerah istimewa setingkat provinsi di Indonesia. Wilayah ini terletak di bagian selatan Pulau Jawa, berbatasan dengan Jawa Tengah dan Samudra Hindia.

Yogyakarta terkenal dengan berbagai macam keragaman budaya, mulai dari rumah adat Joglo hingga makanan khasnya seperti gudeg dan bakpia. Wilayah ini juga sangat tersohor dengan peninggalan sejarahnya, seperti Benteng Vredeburg dan Candi Prambanan.

Candi Prambanan adalah candi bercorak agama Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Candi ini terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sungguh luar biasa, bukan?

Keragaman budaya Nusantara memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia. Berbagai ciri khas, keunikan, dan suku bangsa di dalamnya melahirkan adat dan budaya yang membuat kekayaan Nusantara tiada tandingannya. Ragam budaya yang masih terjaga mampu memukau mata dunia. Warisan budaya turun-temurun bukan hanya sekadar tutur belaka, melainkan sebuah modal untuk membangun citra bangsa di mata dunia.

Keragaman budaya Nusantara adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, keragaman ini harus terus dijaga dan dilestarikan melalui berbagai kegiatan seni, festival, serta upaya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga identitas negara Indonesia.

Mari bersama-sama kita jaga dan lestarikan keragaman budaya Indonesia. Saya sebagai warga Indonesia bangga menjadi bagian dari bangsa ini.
(Penulis : Gina Rawdatuljanah)

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM Aceh Barat Daya Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah / IMM Aceh Barat Daya menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kegiatan galang dana tersebut berlangsung pada Ahad, 30 November 2025. Koordinator lapangan aksi, Faisal, menjelaskan bahwa kegiatan penggalangan dana akan dilaksanakan selama beberapa hari ke depan. Untuk hari pertama, […]

  • Audiensi TBM Lautan Ilmu dengan Lurah Weri

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pengelola TBM Lautan Ilmu, yang terletak di Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, melakukan audiensi dengan Lurah Weri untuk memperkenalkan diri dan melaporkan keberadaan perpustakaan tersebut. Berdasarkan data yang ada di Perpustakaan Nasional RI, TBM Lautan Ilmu adalah salah satu perpustakaan yang ada di wilayah Kelurahan Weri. Audiensi tersebut dilakukan pada Senin pagi, saat […]

  • Kak Itania Ramadhani Berikan Resume Asal Usul Lewo Balaweling

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Itania Ramadhani melakukan resume buku asal usul lewo di Kabupaten Flores Timur. Menurutnya, banyak sekali cerita tentang asal usul lewo di Flores Timur. Tetapi, dia lebih tertarik dengan cerita asal usul lewo Balaweling yang di tulis oleh KELEMENSIUS YAKOBUS KELENG S. Pd, Gr., Buku ini menceritakan tentang kehidupan jaman dulu yang menggambarkan tentang seseorang perempuan […]

  • Bengkel Seni Milenial Tetap Semangat Berlatih Meski Diterpa Hujan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Larantuka – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM) Suradewa School Vocational Larantuka saat menggelar latihan pada Senin, 8 September 2025. Meski cuaca kurang bersahabat dan hujan deras sempat mengguyur, para anggota BSM tetap melanjutkan latihan mereka sebagai persiapan menghadapi Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025. Biasanya, BSM berlatih di Belakang Terminal Weri […]

  • Mengenal Eyang Rudolf Puspa Dan Teater Keliling

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Siapa sosok eyang Rudolf Puspa yang sering muncul saat Teater Keliling naik pentas ? Beliau Anak sulung dari suami istri yang berprofesi sebagai guru SMP ini lahir di Solo 29 Juni 1947. Masa Kecil Eyang Rudolf Puspa Rekaman masa bayi yang didengar dari ayahnya serta masa kecil yang masih diingat sangat mempengaruhi kepribadiannya, yakni : […]

  • Suster Ketua STIPAS Reinha Larantuka Berikan Pendampingan Psikologi Belajar Di Tanjung Bunga

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Lembaga perguruan agama Katolik Sekolah Tinggi Pastoral – STIPAS Reinha Larantuka – sangat konsisten dalam menjalankan beragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam beragam bentuk pelayanan kreatif berpastoral sesuai dengan visi Kristiani. Lembaga perguruan tinggi ini juga telah menghasilkan output lulusan guru agama katolik yang berkompeten dan berdedikasi dalam karya dan pengabdian baik dalam lingkup […]

expand_less
Exit mobile version