Ngopi Puisi , Oase Sastra bagi Generasi Muda di Larantuka
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

LARANTUKA – Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, eksistensi sastra sering kali terpinggirkan dari ruang batin masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, komunitas Bengkel Seni Milenial (BSM) kembali menginisiasi gerakan literasi bertajuk Ngopi Puisi. Program yang telah digelar sebanyak 14 kali sejak tahun 2018 ini hadir sebagai oase bagi keringnya pengetahuan dan apresiasi sastra di ujung timur Pulau Flores.
Menurut pandangan Moh. Zaini Ratuloli, sastra memang tidak secara langsung mengenyangkan perut, namun ia adalah nutrisi bagi jiwa yang kering. Ngopi Puisi dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan publik, khususnya generasi muda, dengan para penyair dan karya-karya mereka. Hal ini menjadi krusial mengingat banyaknya anak muda saat ini yang mulai asing dengan tokoh-tokoh sastra, baik di tingkat nasional maupun daerah sendiri.
Lebih dari sekadar pembacaan bait-bait kata, Ngopi Puisi mengedepankan konsep kolaborasi lintas disiplin. Dalam setiap gelarannya, puisi berpadu harmonis dengan elemen seni lainnya seperti musik, tari, teater, hingga seni rupa. Pendekatan inklusif ini bertujuan agar sastra tidak lagi dipandang sebagai entitas yang kaku dan eksklusif, melainkan sebuah perayaan budaya yang cair dan dapat dinikmati semua kalangan.
Menyongsong peringatan Hari Puisi Indonesia, BSM bersiap menyelenggarakan agenda Ngopi Puisi 15 pada tanggal 28 April 2026 di Larantuka. Momen istimewa ini direncanakan akan menghadirkan Bunda Literasi Flores Timur sebagai bentuk dukungan moril terhadap gerakan literasi akar rumput. Melalui konsistensi ini, para pemuda di Flores Timur ingin mewartakan kepada Indonesia bahwa api sastra tetap menyala, menjaga asa kemanusiaan tetap hidup di Kota Reinha.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Manual Editor


