Bangkitkan Pariwisata dan Budaya, CIG Sukses Gelar Festival Musik Etnik Lamaholot di Larantuka
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- visibility 119
- print Cetak

Larantuka – CIG sukses menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk Festival Musik Etnik Lamaholot pada Kamis, 4 Desember 2025. Bertempat di pesona Pantai Asam Satu, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, acara ini menjadi momentum penting dalam pelestarian seni tradisi di ujung timur Pulau Flores.
Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Paul Goran, Ketua CIG yang juga dikenal sebagai seniman produktif. Paul tercatat telah menghasilkan lebih dari 1.000 karya digital, mulai dari dokumentasi budaya, musik tradisi, hingga komposisi musik modern. Melalui dedikasinya, CIG mempersembahkan Festival Musik Etnik Lamaholot sebagai upaya strategis menjadikan musik etnik sebagai daya tarik utama pariwisata Flores Timur.
Kesuksesan festival ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Nusa Tenggara Timur serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur. Sinergi ini menghadirkan panggung megah bagi para pegiat seni lokal.
Sederet penampil memukau para hadirin, mulai dari Sanggar Vinsensia, Sanggar Flamboyan Sombaraja, Sanggar Salam Lamahala, Rumpu Rampe Akustik, hingga Gambus Kopi. Penampilan mereka menyajikan ragam bunyi yang autentik, membawa suasana magis tanah Lamaholot ke tepi Pantai Asam Satu.
Lebih dari sekadar hiburan, Festival Musik Etnik Lamaholot dirancang sebagai jembatan edukasi antara musisi tradisi dengan pendengar masa kini, khususnya kaum remaja. Tantangan memudarnya minat generasi muda terhadap musik etnik menjadi perhatian utama acara ini.
Dampak positif tersebut dirasakan langsung oleh penonton. Lecan Goran, salah satu pengunjung yang hadir, mengungkapkan apresiasinya.
“Ini adalah pengalaman pertama saya menyaksikan festival semacam ini. Saya baru menyadari betapa kayanya musik kita setelah melihat langsung penampilannya,” ujar Lecan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat publik, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga Pemerintah Daerah Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Selain itu, Tim Verifikasi Balai Pelestarian Kebudayaan NTT juga hadir untuk meninjau langsung jalannya kegiatan, menandakan dukungan serius pemerintah terhadap pemajuan kebudayaan daerah.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

