TBM palo Porong Galang Donasi Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Melalui Giat Pentas Seni
- account_circle yansurachman
- calendar_month Rab, 13 Nov 2024
- visibility 38
- comment 0 komentar

Dampak dari Erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki pada tanggal 04 November 2024 kemarin tentunya sangat menyita perhatian publik untuk berempati dalam beragam aksi solidaritas. Selain, memberikan dampak kerugian hilangnya harta benda warga setempat, tetapi juga nyawa manusia menjadi taruhannya.
Bencana yang terjadi ini secara khususnya menarik rasa empati dari segenap pelajar di Desa Kolaka Kecamatan Tanjung Bunga yang tergabung dalam komunitas literasi TBM Palo Porong Kolidatang.
Dikoordinatori oleh ‘Thomas Are’ sebagai ketua sekaligus manager komunitas, TBM Palo Porong pun menyelenggarakan kegiatan kreatif berupa pentas kesenian pada hari Sabtu malam tanggal 09 November 2024, dengan tujuan untuk memeriah-rayakan momen Hari Pahlawan Nasional sekaligus menggalang donasi melalui penjualan karcis pentas yang mana hasilnya diperuntuhkan kepada korban erupsi gunung Lewotobi. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja-sama dengan lembaga Pemdes Kolaka, dan melibatkan beberapa acara seni kreatif tambahan dari Komunitas Pelajar Ata Kiwan Desa Lewobunga dan Komunitas Pelajar Dusun Laka-Desa Kolaka.
Total acara yang dipentaskan dalam momen kegiatan ini berjumlah 32 acara (baik teater, vocal solo, vocal grup, drama, pantonim, musicalisasi puisi, dance, lawak, fashion show, orkestra, pantun, dan tarian daerah).
Para warga pun sangat antusias untuk berpartisipasi dalam menyaksikan kegiatan pentas seni ini. Tercatat sekitar 215 penonton yang hadir menyaksikan acara yang dimaksud, baik yang datang dari Desa Lewobunga/Karawutung maupun warga dari Desa Kolaka.
Thomas Are dalam sambutannya menegaskan bahwa acara pentas seni ini merupakan program rutinitas setiap tahun yang diselenggarakan oleh komunitasnya TBM Palo Porong Kolidatang. Dalam kurun waktu Tahun 2024 ini, TBM Palo Porong telah menyelenggarakan kegiatan pentas seni sebanyak dua kali, yakni terjadi pada bulan September dan pada bulan November ini. Guru Agama Katolik pada sekolah SMPN 3 Tanjung Bunga ini melanjutkan bahwa, selain giat pentas seni ini bertujuan untuk menggalang donasi bagi korban erupsi gunung Lewotobi, tetapi juga mau mengasah mental dan menumbuhkan beragam potensi di dalam diri setiap anggota komunitas untuk dapat berkreasi di atas panggung yang telah disiapkan. Thomas Are pun kembali mengisahkan bahwa, pentas seni kali ini sangat membuat dirinya merasa bangga karena dari tahap persiapan, memilih jenis acara yang dipentaskan, latihan acara, persiapan panggung dan lainnya itu diinisiasi dan dilaksanakan secara mandiri oleh anak-anaknya dalam komunitas TBM Palo Porong Kolidatang, sedangkan dirinya hanya sebagai pemantau dan membantu dalam hal koordinasi.
Hasil donasi yang terkumpul melalui penjualan karcis pentas kesenian ini, selanjutnya akan didistribusikan kepada warga korban erupsi melalui Posco Donasi yang dibuka oleh lembaga sekolah SMPN 3 Tanjung Bunga. Sedianya dalam bingkai kolaborasi, TBM Palo Porong bersama keluarga besar SMPN 3 Tanjung Bunga akan menghantar donasi bantuan untuk korban erupsi gunung Lewotobi pada hari/tanggal: Kamis/14 November 2024 mendatang.
(Penulis: Dorotea Date Makin)
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


Saat ini belum ada komentar