Catatan Seniman Zaeni Boli Untuk Pertunjukkan Herman Johannes Di Larantuka
- account_circle yansurachman
- calendar_month Rabu, 11 Des 2024
- visibility 192
- print Cetak

Hal paling membahagiakan adalah pertunjukan kami ( Zaeni Boli ) bisa disaksikan langsung oleh Ibu Rita Matu Mona dari Teater Koma, kurator dari program ini .
Pasti banyak dari publik di Flores Timur yang tak mengenalnya saya pun begitu . Hal itu bisa dianggap wajar karena teater atau seni pertunjukan tidak terlalu populer di tempat kami atau banyak dari kami malas mencari referensi .
Setelah pertunjukan hal ini juga disampaikan langsung oleh sutradara kami, bahwa bahkan dari kami tidak ada yang pernah menyaksikan langsung bagaimana Teater Koma membuat pertunjukan . Mungkin saja Teater Koma adalah nama yang asing di tempat kami hanya sutradara kami yang berkali kali sempat menyaksikan pertunjukan Teater Koma yang megah dan berkelas .
Saya pun baru satu kali menonton pertunjukan Teater Koma semasa belum kembali ke Kampung Halaman tahun 2017 . Menjadi crew dadakan Teater Koma pada workshop manajemen panggung di Universitas Indonesia Depok tahun 2020.
Kembali ke nama Ibu Rita Matu Mona lagi-lagi kalo kita menyebut nama Ibu Rita Matu Mona maka publik Flores Timur pasti banyak yang tidak mengenalnya, tapi mungkin generasi muda sekarang khususnya yang merantau ke Jakarta mungkin mengenal Film Agak Laen yang dibintangi oleh Jegel , Boris , Bene dan Oki Rengga yang Film menjadi salah satu Film Indonesia tahun 2024 dengan penonton terbanyak, maka mereka akan menemukan Ibu Rita Matu Mona menjadi salah satu pemeran dalam film tersebut .
Bukan sekedar hadir tapi adegannya bersama Oki Rengga menjadi salah satu adegan yang dianggap baik pada momen haru antara Ibu dan Anak.
Berkali kali Ibu Rita Matu Mona mengatakan bahwa salah satu keunggulan pertunjukan kami adalah sesuatu yang organik . Hal seperti ini juga sebenarnya jarang terjadi di tempat ini panggung yang benar benar diperuntukkan bagi pementasan teater dengan set artistik yang sangat niat pada banyak kesempatan biasanya panggung pertunjukan di belakang flyer pejabat atau sejenisnya yang sedikit mengganggu mata secara estetika. Silahkan berpendapat lain soal itu.
Pertunjukan yang organik adalah juga bagian strategi atas segala kurang dan keterbatasan kami di sini. Kita tidak memiliki cukup SDM yang berkualitas untuk bisa menjadi pertunjukan jadi begitu perfect . Tapi lepas dari semua kurang tersebut kami cukup bersyukur dapat menuntaskan pertunjukan sederhana ini.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.
