Breaking News
light_mode
Trending Tags

Iseng Komentar Wamen , Bengkel Seni Milenial Girang Dibalas Giring

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • visibility 118
  • print Cetak

Bengkel Seni Milenial – Iseng iseng komen di postingan Mas Wakil Menteri Giring, eh di balas dong komennya . Bagi Bengkel Seni Milenial hal ini jadi sesuatu yang luar biasa dan ini menjadi doa kemudian semoga suatu hari nanti bisa ketemu langsung Mas Wakil Menteri berkabar tentang aktivitas kita yang terus tumbuh berkembang dan mengakar , tak peduli sebesar apapun badai yang menghantam kami harus tetap bangkit dan berkarya .

Kebetulan postingan ini saat Mas Wakil Menteri mengunjungi Om Dik Doang dan suasana disana hujan . Buat yang belum tau Om Dik Doang adalah salah satu seniman Idola saya yang sangat menginspirasi dengan Kandang Jurang Doank yang keren dan menginspirasi . Kepikiran juga pingin punya tempat kaya beliau sekolah yang bukan sekolah belajar yang bukan belajar tapi sangat menginspirasi . Kadang bosan dengan seremonial yang artifisial .

Ada banyak hal indah yang bisa di eksplorasi di dunia ini sayang kita dibatasi pikiran yang kerdil dan pengecut yang membuat langkah kita berhenti karena takut . Ah saya mah ga mau . Halangan adalah tantangan yang mesti di taklukkan . Tak apa berkali kali kalah yang penting berani bangkit . Siapa sangka Mas Wakil Menteri Giring pun kerap di bully pikiran pikiran tapi takdir mengatakan lain sekarang beliau sudah menjadi Wakil Menteri pada periode Presiden terpilih Prabowo Subianto .

Hal ini pasti sangat menginspirasi . Mungkin dari Mas Wakil Menteri kita mengenal Laskar Pelangi saat beliau menjadi Vokalis Nidji . Itu juga menjadi inspirasi kita bagaimana mimpi memang mesti dijaga biar ia mewujud.
( curhat tim Bengkel Seni Milenial ) .

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hubungan Tingkat Biaya Hidup Daerah Terhadap Perhatian Anak Di Sekolah

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Hubungan antara tingkat biaya hidup daerah dengan perhatian anak di sekolah dapat mempengaruhi sejumlah faktor yang memengaruhi pendidikan anak. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan: Dalam mengkaji hubungan antara tingkat biaya hidup daerah dengan perhatian anak di sekolah, penting untuk diingat bahwa ada banyak faktor lain yang juga dapat mempengaruhi pendidikan anak, seperti nilai-nilai […]

  • Komunitas Jejak Zaman Rencanakan Perampingan Perampingan Media Online

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Komunitas Jejak Zaman (organisasi nirlaba pendidikan kebudayaan) merencanakan perampingan media online binaannya pada tahun ke-2  organisasi. Rencana Perampingan ini disampaikan langsung oleh Yan (ketua) pada 8/5/2024 di Larantuka. Rencana perampingan tersebut berkaitan dengan keterbatasan pembiayaan yang dialami komunitas. Yan menyampaikan bahwa komunitas setidaknya perlu biaya 3 jutaan per tahun untuk menghidupi media online yaitu ZamanNews […]

  • Kaos Sablon Sebagai Media Pelestari Kebudayaan

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kaos sablon dapat berperan sebagai media yang efektif dalam pelestarian kebudayaan. Dengan menggunakan desain dan motif yang terkait dengan kebudayaan tertentu, kaos sablon dapat mempromosikan, menyebarkan, dan memperkuat warisan budaya. Berikut adalah beberapa cara di mana kaos sablon dapat berkontribusi dalam pelestarian kebudayaan: Dengan menggunakan kaos sablon sebagai media, pelestarian kebudayaan dapat menjadi lebih relevan […]

  • Dampak Society 5.0 Terhadap Kebudayaan Lokal

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Society 5.0 memiliki potensi dampak yang signifikan terhadap kebudayaan lokal. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan konektivitas dalam Society 5.0 dapat memperkaya dan memperluas aksesibilitas terhadap kebudayaan lokal. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi: Namun, penting juga untuk mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin terjadi, seperti: Dalam menghadapi dampak Society 5.0 terhadap kebudayaan lokal, penting […]

  • Alasan Ikut Komunitas Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Mengikuti komunitas pendidikan memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan pengalaman belajar dan perkembangan pribadi. Berikut adalah beberapa manfaat mengikuti komunitas pendidikan: Pertukaran pengetahuan dan pengalaman: Dalam komunitas pendidikan, Anda dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan belajar yang sama. Ini memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide dengan anggota komunitas lainnya. Anda […]

  • Menyelami Kesakralan “Lamafa ” , Simbol Keteguhan Budaya dalam Novel Fince Bataona

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Ayu Lelang Ayaq : Pegiat literasi dan penulis muda berbakat dari Flores Timur.
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Larantuka – Literasi bukan sekadar deretan kata, melainkan cermin kebudayaan yang hidup. Novel “Lamafa” karya Fince Bataona hadir sebagai upaya monumental dalam menjaga tradisi masyarakat Lamalera di tengah gempuran modernitas. Melalui tinjauan mendalam Ayu Lelang Ayaq, Ketua Club Baca Sura Dewa, novel ini mengungkap sisi sakral dari perburuan paus yang selama ini hanya dipandang sebagai […]

expand_less
Exit mobile version