Kompor Briket Bantala, Solusi Kemandirian Energi di Flores Timur
- account_circle Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

FLORES TIMUR – Keterbatasan pasokan minyak tanah yang melanda wilayah Flores Timur mendorong munculnya inovasi kreatif dari akar rumput. Masyarakat Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, kini mulai beralih menggunakan Kompor Briket Bantala sebagai solusi alternatif memasak yang efektif dan ramah lingkungan. Langkah ini dimotori oleh Komunitas Energi Terbarukan “Wolosina Watoboki” yang berkomitmen memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
Sejak berdiri pada 8 September 2023 di bawah pendampingan Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur, komunitas ini menjadi wadah edukasi bagi warga untuk mengelola sumber daya alam di lingkungan sendiri. Fokus utama mereka adalah mengolah limbah tempurung dan sabut kelapa yang selama ini kurang termanfaatkan menjadi briket arang berkualitas tinggi.
Elisabeth Fuel, Ketua Kelompok Energi Terbarukan Wolosina Watoboki, menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki empat pilar manfaat utama. Selain meningkatkan nilai jual produk kelapa, program ini berhasil mengelola limbah produksi, membuka lapangan pekerjaan baru, hingga meningkatkan kualitas hidup petani kelapa. “Kami berupaya mengentaskan kemiskinan dan menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah,” ujar Elisabeth.
Melalui proses pembakaran tempurung kelapa menjadi arang yang kemudian dicetak menjadi briket, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil yang ketersediaannya kian terbatas. Inovasi Kompor Briket Bantala ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa mampu menciptakan ketahanan energi sekaligus memperkuat struktur ekonomi keluarga secara berkelanjutan di tengah tantangan kebijakan nasional.
- Penulis: Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka
- Editor: Manual Editor

