Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nara Teater Persiapkan Pentas Ibu Tanah Di Tahun 2025

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
  • visibility 184
  • print Cetak

Nara Teater asuhan Silvester Petara Hurit akan mementaskan teater dengan judul “Ibu Tanah” di tahun 2025. Karya ini rencananya akan dipentaskan di Flores Timur daratan, Solor, Adonara dan Lembata.

Pentas “Ibu Tanah” lahir dari pembacaan akan pengalaman traumatik sejarah yakni konflik panjang perang saudara akibat adu-domba bangsa kolonial Eropa terutama Belanda. Ingatan kelam akan konflik dan luka kolektif masih terasa hingga hari ini. Kerugian yang paling besar sebenarnya adalah mengendurnya budaya saling topang dan saling rawat dalam produksi dan distribusi kebutuhan hidup. Masyarakat pesisir dan gunung di masa lalu membangun persaudaraan yang kental selama berabad-abad dalam ketergantungan produktif saling menopang kebutuhan hidup. Akar konflik sebenarnya adalah konstruksi narasi kolonial lewat mitos Paji-Demon yang sesungguhnya adalah pemelintiran dari mitologi tua Lamaholot.

Pentas “Ibu Tanah” adalah konstruksi teks perlawanan sekaligus pembongkaran terhadap konstruksi narasi kolonial lewat mitos Paji-Demon. Bahwa secara mitologi maupun kosmologi, Ibu Tanah (Ina Tana Ekan) adalah Ibu Agung/Ibu Asal/Ibu Kosmik yang merangkul dan mempersatukan. Kekuatan maskulintas adalah kekuatan kreatif (dinamis) sedangkan feminitas yang terepresentasi dalam Ibu Tanah adalah kekuatan pemersatu yang merangkul dan menentramkan.
Tanah idealnya bukan jadi pemicu konflik atau perselisihan melainkan jadi pemersatu. Ini mengingat sifat Ibu Tanah yang berbagi (distributif). Memberi dirinya bagi kehidupan semua mahkluk.

Pentas “Ibu Tanah” berisi sehimpun pengalaman aktor belajar bersama petani ladang, pelaut, tukang ojek, pedagang, pelaku ritual, penenun, pengrajin bambu, maestro sastra lisan terutama pencerapan pengalaman akan kemurahan Ibu Tanah. Pengalaman pertemuan tersebut dapat berupa kisah, nyanyian, mantra, gerak, produk kerajinan dan sebagainya. Pengalaman tersebut dibagi bersama dalam proses latihan di ladang, di pantai, di bukit sebagai jalan penyatuan dengan irama kehidupan semesta (Ibu Tanah). Hasil akhir dari proses penemuan teks bersama ini dibawa dipentaskan di empat pulau yakni: Flores Timur daratan, Adonara, Solor dan Lembata. “Ibu Tanah” dihadirkan sebagai kontra teks Paji-Demon. Pembongkaran narasi konstruksi kolonial sekaligus rekonstruksi sejarah dan kultural melalui teater.
Karya teater Ibu Tanah digagas dengan tujuan antara lain: (1) Membongkar narasi kolonial pemecah-belah (2) Sebagai sarana edukasi dan pencerdasan masyarakat (3) Media kohesi sosial (4) Menciptakan budaya saling topang (5) Mendekatkan masyarakat dengan tanahnya.

Jhon Dasilva sebagai salah satu aktor senior Nara Teater mengatakan bahwa selama ini Nara Teater konsen melakukan penggalian biografi dan jati diri kultural dengan menjadikan khazanah, mitologi, mantra/sastra tutur, ritus, nyanyian, gerak/tarian sebagai bahan untuk merancang-bangun pertunjukan. Proses kreatif Nara Teater adalah upaya menghadirkan tubuh (diri) dalam ruang sebagai sebuah pengalaman penemuan/pembacaan kembali diri dengan segala lapis-lapis pengalaman kedirian/ketubuhan yang dimiliki dalam konteks dan pergerakan waktu yang dinamis. Teater hadir sedekat-dekatnya dengan persoalan hidup masyarakatnya. Terus bicara (:hidup). Berkontribusi kepada publiknya dengan mengelola apa yang ada dan mengoptimalkan apa yang dipunyai.

Rin Wali yang saat ini bertindak sebagai ketua Nara Teater menjelaskan bahwa perjalanan kekaryaan Nara Teater yang sudah cukup panjang menjelaskan visi dan komitmen bersama untuk belajar dan berbagi melalui teater. “Kami berkarya dan tumbuh dalam keterbatasan. Berproses dengan sabar selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat apresiasi dan dukungan termasuk pendanaan dari Indonesiana dalam karya ini”.

Martin Kabelen salah satu aktor Nara Teater menyatakan bahwa walau mengajar di SMP Panca Marga Kolimasang Adonara namun ia selalu berusaha tepat waktu mengikuti latihan di Larantuka. Pendiri dan Sutradara kami selalu bilang, “Di Nara Teater kami belajar untuk keras dengan diri sendiri; berkomitmen, mencintai proses, serius berlatih dan belajar berbagi. Seni adalah daya hidup, perjuangan nurani dan corong kritisisme publik”.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ujian berbasis android exambro SMK Suradewa Larantuka

    SMK Suradewa Larantuka Gunakan Exambro Untuk Penilaian Akhir Semester

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 185
    • 0Komentar

    SMK Suradewa Larantuka – Seperti biasa setelah pengarahan pagi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Karolus Waton anak anak dikembalikan ke kelas masing masing dan para pengawas ujian dibagi ke beberapa kelas berbeda . Pada ujian hari ketiga Rabu 4 Desember 2024 di SMK Suradewa ini, saya mendapat kesempatan untuk mengawas ujian di kelas 10 […]

  • Cuaca tak bersahabat membuat peserta didik

    Fenomena Belajar Pada Cuaca Tak Bersahabat

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Rasanya wajar atau sesuatu  dianggap  wajar jika di saat cuaca  tak baik ini banyak peserta  didik yang  terlambat  datang ke sekolah  . Bukan karena tak ingin belajar tapi kondisi yang  tidak terlalu memungkinkan  , namun di tengah banyaknya tanggal  merah dalam kalender  masehi tahun 2024 maka memanfaatkan  waktu yang ada adalah keharusan. Pagi ini di […]

  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fokus Belajar

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fokus Belajar

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fokus belajar seseorang. Berikut adalah beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan: Setiap individu dapat memiliki faktor yang berbeda-beda yang mempengaruhi fokus belajar mereka. Penting untuk mengetahui apa yang bekerja bagi Anda secara pribadi dan membuat penyesuaian sesuai kebutuhan Anda.

  • saverinus suhardin stikes maranatha

    Stikes Maranatha : Sinergi Kampus dan Pemerintah Dalam Percepatan Penanganan Stunting di NTT

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Upaya percepatan penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin diperkuat dengan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan STIKes Maranatha Kupang. Keduanya menggelar edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi buruk, stunting, dan penyakit menular. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/05/2025) di aula kampus STIKes Maranatha Kupang ini dihadiri oleh jajaran pimpinan […]

  • Alasan Ikut Komunitas Pendidikan

    Alasan Ikut Komunitas Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Mengikuti komunitas pendidikan memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan pengalaman belajar dan perkembangan pribadi. Berikut adalah beberapa manfaat mengikuti komunitas pendidikan: Pertukaran pengetahuan dan pengalaman: Dalam komunitas pendidikan, Anda dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan belajar yang sama. Ini memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide dengan anggota komunitas lainnya. Anda […]

  • Fomo arya bengkel seni milenial teater pelajar 2025

    Bengkel Seni Milenial Hadirkan Pertunjukan “Fomo Iko Bua Rame Jo” di Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Larantuka – Bengkel Seni Milenial kembali menunjukkan kiprahnya di dunia seni pertunjukan dengan menghadirkan karya berjudul “Fomo Iko Bua Rame Jo” pada Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025. Pertunjukan ini akan digelar pada 18 September 2025, pukul 20.00 WITA, di Taman Kota Larantuka, menampilkan talenta muda dari SMK Sura Dewa. Karya yang ditulis oleh Moh. […]

expand_less