Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Nayubaya Jadi Pilihan Pertama Pentas Tur “Ibu Tanah” Nara Teater

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 121
  • print Cetak

Nara Teater memilih Desa Nayubaya Kecamatan Wotan Ulumado sebagai titik pertama pentas tur Nara Teater dalam karya barunya “Ibu Tanah”. Pentas kali ini merupakan hasil dari sejumlah pembacaan Nara Teater terhadap jejak-jejak kolonial yang mengadu-domba masyarakat. Masyarakat harus dibikin terbelah. Perbedaan ditajam-tajamkan supaya tercipta konflik dan melemahkan perlawanan masyarakat terhadap penindasan dan dominasi kolonial.

Karya “Ibu Tanah” lahir dari pelacakan mitos, pendudukan Majapahit dan Ternate, kedatangan kolonial Eropa, kebijakan dan strategi kolonial, eksploitasi sumber daya, pelemahan terhadap kepemimpinan tradisional, siasat adu-domba dan sekian model eksploitasi hari ini.
Nasi pemeran pentas Ibu tanah Nara Teater
Sebagai kelompok yang sudah malang-melintang mementaskan karya-karyanya di sejumlah event nasional, Nara memilih Nayubaya karena pengalaman historis dan pentingnya “baya”(persekutuan) dalam budaya Lamaholot.
Masyarakat akan lebih kuat dan mawas jika belajar dari pengalaman sejarahnya baik itu pengalaman luka, trauma maupun peristiwa heroik masa lalunya. “Penjajahan langsung (secara fisik) telah berlalu namun ia selalu hadir dalam bentuk dan model baru yang mengekploitasi, memecah-belah dan menciptakan budaya konsumtif dan ketergantungan masyarakat terhadapnya”, jelas Silvester Petara Hurit, Sutradara sekaligus pendiri Nara Teater.

Nara Teater konsen pada narasi-narasi minor, sejarah orang-orang kalah serta tokoh-tokoh yang tak terbaca dalam sejarah dominan. “Sejarah selalu diproduksi oleh pemenang, oleh kekuasaan. Nara tertarik pada kisah-kisah yang tak umum dan menghadirkannya sebagai fiksi pertunjukan (realitas imaginatif) supaya masyarakat selalu dapat kritis melihat kemungkinan-kemungkinan yang lain dari peristiwa-peristiwa kehidupan”.

“Tujuan pentas ini adalah supaya kita menjaga tanah kita, laut kita, langit kita. Jangan sampai karena kepentingan pemodal, penguasa, kita mengulangi sejarah penguasaan atas tanah kita. Jualan isunya manis. Ujung-ujungnya adalah penguasaan. Kita jadi korban di tanah kita sendiri. Terkotak-kotak, terpecah-belah. Tersisih dari akses sumber daya dan peluang hidup sebagai pemilik tanah kita”.

Nara Teater akan pentas di lapangan voli SDI Basrani Desa Nayubaya pada Hari Kamis tanggal 17 Juli 2025 pukul 19.30 waktu setempat. Lalu akan melanjutkan pentas turnya ke Lembata, Solor dan daratan Flores.
Ketua Nara Teater Rin Wali menjelaskan bahwa pentas “Ibu Tanah” adalah kesempatan dimana teater bersua dengan masyarakat. “Kami sebagai pemain dan seluruh pendukung pentas bergembira bisa hadir, bertemu masyarakat dalam peristiwa teater. Apa yang kami gali dan rancang-bangun dapat hadir kepada penonton. Teater adalah peristiwa pertemuan. Disana, kita saling membaca dan memperkaya. Melihat hidup dengan perspektif yang lebih beragam”.

Kepala Desa Nayubaya Tarsisius Duru (46) bergembira atas pentas Nara Teater di desanya. “Kami bergembira bisa menonton pentas Nara Teater secara langsung. Di samping menghibur, tentu ada nilai-nilai baik, pesan-pesan baik yang sangat berguna. Ini jadi peristiwa kerjasama yang penting terutama supaya kita tetap belajar saling mendukung, memperkaya dan menjaga kebersamaan baik hari ini maupun ke depannya”.

Pentas Nara Teater kali ini melibatkan para aktor: Rin Wali, Ina Sabu, Elis Kehi, Veonyah, Din Odjan, Zaeni Boli, Hero Maran, Jhon Dasilva, Martin Kabelen, Laus daSilva, Jhon Junior, Minggus, Kayla, Alfa, Shiren. Penata Artistik: Mance RL, Penata Musik: Hani Balun, Multimedia:Ipung, Publikasi: Jhoe.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Sura Dewa Larantuka, Ujian Praktik Mulok, Kuliner Lokal, Jagung Titi, Tradisi Larantuka, Pendidikan Berbasis Budaya, Maria Magdalena Ina Tokan, Pakaian Daerah

    SMK Sura Dewa Larantuka Lestarikan Tradisi Melalui Ujian Praktik Kuliner Lokal

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
    • visibility 42
    • 0Komentar

    LARANTUKA – SMK Sura Dewa Larantuka sukses menyelenggarakan ujian praktik Muatan Lokal (Mulok) pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mendalami kembali kekayaan tradisi leluhur melalui pengolahan hidangan kuliner khas daerah. Ujian praktik ini dipimpin oleh pendidik muda, Maria Magdalena Ina Tokan, dengan didampingi oleh Sakinah Wuran dan […]

  • Lazio monza 5-1 olimpico seri a

    Lazio Raih Kemenangan Telak 5-1 atas Monza

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Roma, 9 Februari 2025 – Lazio berhasil meraih kemenangan yang sangat meyakinkan dengan skor 5-1 melawan Monza dalam pertandingan Serie A yang berlangsung di Stadio Olimpico. Kemenangan ini membawa Lazio kembali ke posisi keempat klasemen sementara Serie A, memperkuat harapan mereka untuk meraih tempat di kompetisi Eropa musim depan. Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, dan […]

  • Cara Komunitas Literasi Membantu Pendidikan Anak Masyarakat Perantau

    Cara Komunitas Literasi Membantu Pendidikan Anak Masyarakat Perantau

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Komunitas literasi memiliki peran yang penting dalam membantu pendidikan anak-anak masyarakat perantau. Berikut adalah beberapa cara di mana komunitas literasi dapat memberikan dukungan: Dengan melibatkan komunitas literasi, anak-anak masyarakat perantau dapat memperoleh dukungan yang penting dalam meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan pemahaman mereka. Komunitas literasi dapat menciptakan lingkungan yang mempromosikan kecintaan terhadap membaca, pemahaman yang […]

  • Sharing Workshop Seni Teater Zaeni Boli

    Kendi Ajaib Yang Melahirkan Cinta Kasih, Sharing Pengalaman Zaeni Boli

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Karya dengan judul di atas menjadi salah satu karya ( saya – Zaeni Boli ) yang  terpilih dalam  World Workshop Dramaturgi Postdramatik dalam Teater dokumenter.  Karya tulis saya menjadi  salah satu karya terpilih dalam satu scene  diantara  8 scene  yang ditampilkan  dalam presentasi  akhir di hadapan  publik seniman  Yogyakarta  di  Ada Sarang Building  Bantul. Bagi […]

  • Maulia Rahman, Kader IMM, Muhammadiyah, Kader Biologis, Kader Ideologis, Kaderisasi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kepemimpinan Organisasi

    Maulia Rahman : Mengenal 4 Tipe Kader IMM dalam Estafet Kepemimpinan Muhammadiyah

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Maulia Rahman: Organisatoris IMM Aceh Barat Daya, penulis media nasional.
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Aktivis sekaligus pemerhati organisasi, Maulia Rahman, menyoroti pentingnya pemahaman mengenai klasifikasi kader dalam tubuh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sebagai jantung yang menggerakkan organisasi, keberlangsungan dakwah Muhammadiyah sangat bergantung pada kualitas dan karakteristik para kader yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin masa depan. Menurut analisis yang dihimpun, kader bukan sekadar anggota, melainkan sumber daya utama yang menghidupkan […]

  • Pendapat guru tentang deep learning Slamet Wakhyanto

    Quo Vadis Pembelajaran Mendalam vs Sarana Pendukung Fisik dan Non Fisik dalam Praktik di Sekolah

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pembelajaran mendalam atau deep learning semakin gencar digaungkan dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya melalui Kurikulum Merdeka. Gagasannya luhur: siswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu memahami, mengaitkan dengan kehidupan nyata, serta menginternalisasi nilai-nilai untuk membentuk karakter. Namun, pertanyaan penting perlu diajukan: quo vadis pembelajaran mendalam, ke mana arah dan nasibnya, jika sarana pendukung—baik fisik maupun […]

expand_less