Merayakan Hari Puisi Indonesia, Ngopi Puisi 15 Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda Larantuka
- account_circle Astika Koten : Pegiat Literasi, Guru SMP Satap Nobo
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- visibility 11
- print Cetak

LARANTUKA – Perayaan Hari Puisi Indonesia di ujung timur Flores berlangsung penuh makna melalui gelaran Ngopi Puisi 15. Acara yang diinisiasi oleh Bengkel Seni Milenial (BSM) ini berhasil menciptakan atmosfer yang hangat, sederhana, namun sangat berkesan. Momentum ini membuktikan bahwa sastra mampu menjadi jembatan emosional sekaligus media pembelajaran karakter bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penampilan memukau dari Vilan, seorang talenta muda yang membawakan monolog dengan penuh penghayatan. Penampilan tersebut dinilai bukan sekadar unjuk bakat di atas panggung, melainkan manifestasi keberanian dalam menyuarakan isi hati serta memahami realitas kehidupan melalui kacamata seni. Pesan-pesan mendalam yang disampaikan berhasil menyentuh perasaan penonton, menciptakan dialog batin yang kuat antara penampil dan publik.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi peserta, tokoh penggerak BSM, Zaeni Boli, memberikan apresiasi khusus berupa hadiah buku kepada Vilan. Langkah ini merupakan strategi edukatif untuk memantik motivasi generasi muda di Larantuka agar semakin giat membaca dan memperluas wawasan. Kehadiran figur inspiratif seperti Zaeni Boli memberikan dorongan moral bagi para orang tua dan anak-anak, mempertegas bahwa ruang kreatif sangat krusial untuk mengasah pengalaman serta mentalitas yang tangguh.
Ngopi Puisi 15 tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium belajar bagi komunitas dalam merawat ekosistem budaya. Melalui kegiatan yang inklusif ini, BSM secara konsisten mendorong kemajuan literasi nasional dengan pendekatan yang humanis. Upaya kolektif ini memastikan bahwa semangat Hari Puisi Indonesia tetap relevan dan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia yang kreatif dan beradab.
- Penulis: Astika Koten : Pegiat Literasi, Guru SMP Satap Nobo
- Editor: Manual Editor
