“Mother Doesn’t Know Mnemosyne” dari Vietnam Hadir di Djakarta Teater Platform 2025
- account_circle yansurachman
- calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
- visibility 106
- print Cetak

Jakarta – Djakarta Teater Platform 2025 kembali menghadirkan pertunjukan internasional yang menggugah penonton. Kali ini, karya berjudul “Mother Doesn’t Know Mnemosyne” dari sutradara Vietnam, Tra Nguyen, dipentaskan di Teater Wahyu Sihombing, Dewan Kesenian Jakarta, pada Senin malam (18/8/2025).
Pertunjukan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton, terutama mereka yang awam dengan seni pertunjukan kontemporer. Alih-alih menyajikan alur yang cepat, karya Tra Nguyen justru mengajak penonton untuk bersabar, meresapi, dan perlahan memahami makna di balik setiap adegan.
Beberapa elemen seperti teks pada layar, potongan video tentang kulit seorang ibu yang menua, hingga simbolisasi bola pingpong, menghadirkan lapisan interpretasi yang kaya. “Bagi saya yang awam, pertunjukan ini terasa monoton, tapi sesungguhnya penuh lapisan yang menuntut kesabaran untuk dimaknai,” ujar seorang penonton usai pertunjukan.
Pertunjukan Mother Doesn’t Know Mnemosyne juga mengingatkan sebagian penonton pada karya legendaris Bak Ku Makus dari Bandar Teater Jakarta arahan mendiang Malhamang Zamzam, yang pernah dipentaskan beberapa dekade lalu.
Di tengah ritme Jakarta yang sibuk, selama dua jam ruang Teater Wahyu Sihombing seakan melambat. Pertunjukan Tra Nguyen menghadirkan ruang renung, di mana seni lintas budaya Vietnam membuka cara baru dalam memahami kehidupan, kesabaran, dan makna waktu.
Djakarta Teater Platform 2025 kembali membuktikan dirinya sebagai ruang pertemuan lintas budaya, tempat karya seni dari berbagai negara bisa saling bersapa dan dipelajari dengan perspektif baru.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.
