Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gina Rawdatuljanah : Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Gen Z

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 141
  • print Cetak

Gina Rawdatuljanah – Media sosial, hampir setiap hari kita membuka Instagram, TikTok, atau X (Twitter), entah untuk hiburan, mencari informasi, atau sekadar mengisi waktu luang. Tapi pernahkah kita berpikir, apakah media sosial selalu berdampak positif bagi kita? Media sosial sebenarnya adalah platform digital yang memungkinkan kita berinteraksi, berbagi informasi dan mengekspresikan diri. Contohnya, Instagram digunakan untuk membagikan foto, TikTok untuk hiburan, dan Linkedin untuk urusan profesional.

Fungsinya pun banyak bisa menjalin komunikasi jarak jauh, membuka peluang kerja, mengembangkan bisnis, bahkan menjadi sarana belajar. Namun, seperti pisau bermata dua, media sosial juga memiliki dua sisi bisa sangat bermanfaat, tapi juga bisa berdampak buruk jika tidak digunakan dengan bijak. Mari kita bahas dulu dampak positif media sosial dapat meningkatkan kreativitas, karena banyak anak muda yang kini menjadi kreator konten, desainer, bahkan pengusaha online berkat platform digital Selain itu, akses informasi juga jauh lebih cepat, kita bisa tahu berita terbaru hanya dengan satu klik Media sosial juga menjadi wadah berekspresi dan belajar, karena banyak akun edukatif dan inspiratif yang bisa menambah pengetahuan serta motivasi.

Namun di balik semua hal baik itu, media sosial juga memiliki dampak negatif yang perlu kita waspadai. Salah satunya adalah kecanduan, di mana seseorang sulit melepaskan diri dari ponselnya, bahkan sebelum tidur pun masih scroll timeline tanpa henti. Lalu ada perbandingan sosial, dimana kita cenderung membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang terlihat “sempurna di layar, padahal belum tentu sama dengan kenyataan. Paling sering terjadi adalah masalah kesehatan mental. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tertalu lama menggunakan media sosial dapat meningkatkan rasa cemas, stres, depresi, bahkan rasa kesepian. Coba kita pikir sejenak, siapa di antara kita yang pernah merasa kurang percaya diri setelah melihat postingan orang lain di Instagram? Atau mungkin, niat awalnya cuma mau balas pesan sebentar, eh tahu tahu sudah scroll TikTok satu jam. Pernah begitu?

Itulah bukti betapa besar pengaruh media sosial terhadap emosi dan pikiran kita. Menurut survei “We Are Social” tahun 2025, rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 3 jam 5 menit per hari di media sosial Waktu sebanyak itu sebenarnya bisa kita gunakan untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti membaca, belajar hal baru atau berolahraga.

Tapi tentu saja, kita tidak perlu menjauhi media sosial sepenuhnya yang penting adalah menggunakannya dengan bijak Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak negatifnya. Pertama, atur waktu penggunaan media sosial, misalnya maksimal dua jam sehari Kedua, ikuti akun akun yang positif dan bermanfaat, agar apa yang kita lihat setiap hari juga memberi energi baik Ketiga, gunakan media sosial sebagai sarana berkarya, bukan sekadar hiburan Dan keempat, ambil waktu detoks digital liburlah sejenak dari dunia maya.

Mungkin sehari tanpa media sosial untuk menyegarkan pikiran Seperti kata pepatah modern, “Media sosial bukan tempat untuk membandingkan diri, tapi untuk mengembangkan diri Kita bisa memilih menjadi pengguna yang cerdas, yang tahu kapan harus berhenti, kapan harus fokus, dan kapan harus berbagi hal baik untuk orang lain. Jadi teman-teman, media sosial sebenarnya seperti pisau. Jika digunakan dengan bijak, bisa membantu kita “memasak” sesuatu yang berguna Tapi kalau disalahgunakan, bisa melukai diri sendiri. Mari kita gunakan media sosial bukan untuk mencari validasi, tapi untuk berkarya, belajar, dan menginspirasi
Penulis : Gina Rawdatuljanah

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Karakter Lewat Sastra, Bengkel Seni Milenial Siap Gelar “Ngopi Puisi 15”

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
    • visibility 20
    • 0Komentar

    LARANTUKA – Menjelang peringatan Hari Puisi Indonesia, Bengkel Seni Milenial (BSM) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai wadah kreatif paling aktif di SMK Sura Dewa Larantuka. Melalui program andalannya yang telah berjalan sejak 2017, BSM bersiap menyelenggarakan Ngopi Puisi 15 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026. Pementasan sastra yang mengusung tema “Merayakan Puisi Bersama” ini […]

  • Guru di Era Digital : Menghadapi Tantangan Mengajar Anak Zaman Now

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Maulia Rahman: Organisatoris IMM Aceh Barat Daya, penulis media nasional.
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Guru di era digital menghadapi tantangan unik dalam mengajar anak-anak yang tumbuh dengan teknologi. Mereka harus beradaptasi dengan gaya belajar yang berbeda dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Salah satu tantangan utama adalah mempertahankan perhatian siswa yang sudah terbiasa dengan stimulasi digital. Strategi seperti penggunaan multimedia, pembelajaran interaktif, dan pendekatan project-based learning bisa membantu […]

  • SMK Sura Dewa Larantuka Sosialisasi SPMB di SMPN SATAP Tikatukang dan SMP Panca Marga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Larantuka – Pendidik sekaligus perwakilan tim sosialisasi SMK Sura Dewa Larantuka, Moh Zaini Ratuloli, menyatakan bahwa perjalanan menuju SMPN SATAP Tikatukang dan Rumah Rindu Panca Marga merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyebarkan informasi pendidikan berkualitas. Meski harus menghadapi kendala cuaca dan kondisi fisik yang menantang, semangat untuk mencerdaskan generasi bangsa tetap menjadi prioritas utama […]

  • Dua Siswi SMK Sura Dewa Larantuka Lolos Seleksi Administrasi Duta Baca Flores Timur

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Larantuka – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMK Sura Dewa Larantuka. Dua siswi berbakat, Adiva Syabila Maharani (Diva) dan Nopia Zakia (Kia) Wulansari, dinyatakan lolos seleksi administrasi Lomba Duta Baca Perpustakaan Daerah Flores Timur yang diumumkan oleh panitia Festival Literasi Flores Timur pada Senin, 13 Oktober 2025. Keduanya akan bersaing dengan sejumlah peserta dari berbagai […]

  • Kompor Briket Bantala, Solusi Kemandirian Energi di Flores Timur

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka
    • visibility 42
    • 0Komentar

    FLORES TIMUR – Keterbatasan pasokan minyak tanah yang melanda wilayah Flores Timur mendorong munculnya inovasi kreatif dari akar rumput. Masyarakat Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, kini mulai beralih menggunakan Kompor Briket Bantala sebagai solusi alternatif memasak yang efektif dan ramah lingkungan. Langkah ini dimotori oleh Komunitas Energi Terbarukan “Wolosina Watoboki” yang berkomitmen memanfaatkan potensi lokal secara […]

  • Kondisi Yang Berpengaruh Positif Terhadap Motivasi Belajar

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Ada beberapa kondisi yang dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar seseorang. Berikut adalah beberapa di antaranya: Setiap individu dapat memiliki faktor yang berbeda dalam mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penting untuk mengetahui apa yang memotivasi Anda secara pribadi dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.

expand_less
Exit mobile version