Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pementasan “Wajah Halimunda”: Interpretasi Menohok “Cantik Itu Luka” Guncang Panggung Festival Teater Indonesia

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 240
  • print Cetak

Panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menampar kesadaran kolektif penonton. Pada hari pertama festival, 10 Desember 2025, seniman muda asal Padang Panjang di bawah arahan sutradara Yeni Wahyuni (Uni Aen) sukses mementaskan naskah “Wajah Halimunda”.

Diadaptasi dari novel fenomena karya Eka Kurniawan, Cantik Itu Luka, pertunjukan ini digambarkan oleh pengamat seni Moh. Zaini Ratuloli sebagai sebuah sajian yang “memiliki banyak lapisan” dan sarat akan kedalaman makna sejarah.

Sinergi Aktor, Visual, dan Musik yang Menggigit
Meski hanya dimainkan oleh tiga orang aktor, pementasan ini dinilai memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketiga pemain tampil dengan kesungguhan yang intens, menciptakan atmosfer yang mencekam sekaligus indah.

Kekuatan akting tersebut didukung penuh oleh elemen artistik yang matang. Ratuloli menyoroti penggunaan multimedia yang mencolok dan tata musik yang “menggigit”, menjadikan pementasan ini sebuah paket lengkap yang memanjakan indra sekaligus memancing daya kritis penonton.

“Sebuah pertunjukan yang memaksa kita berpikir keras apa makna yang terkandung di dalamnya. Pertunjukan yang kuat… dengan kesungguhan yang indah dan sempurna.”, ungkap Moh. Zaini Ratuloli

Metafora Negeri yang Terluka
Lebih dari sekadar adaptasi sastra, “Wajah Halimunda” hadir sebagai kritik sosial yang tajam. Pertunjukan ini menjadi refleksi atas kondisi bangsa Indonesia—negeri yang “gemah ripah loh jinawi” dan berada di garis khatulistiwa, namun keindahannya justru kerap menjadi kutukan yang berulang.

Melalui tokoh Dewi Ayu, penonton diajak menyelami metafora tentang ketamakan yang tak berkesudahan. Halimunda bukan sekadar latar fiksi, melainkan cerminan wajah Indonesia sendiri: sebuah negeri cantik yang dikepung bencana, baik alam maupun moral.

Inti pesan yang disampaikan sutradara Yeni Wahyuni dan timnya sangat jelas: “Cantik itu luka.” Ini adalah metafora tentang Ibu Pertiwi yang kerap “dijual” dan “diperkosa” oleh manusia-manusia tamak—sebuah peringatan keras agar eksploitasi dan ketamakan segera diakhiri.

Kesuksesan pementasan ini tidak lepas dari kerja keras tim produksi yang solid:
Para Pemain:
Ahmad Ridwan Fadjri, Puspita Sari, Zahwa Alya Pitri
Sutradara: Yeni Wahyuni
Penanggung Jawab Visual: Volta Ahmad Jonneva
Penata Artistik & Dramaturg: Ahmad Ridwan Fadjri
Komposer: Avant Garde Dewa Gugat
Produser & Desain Visual: Rama Anggara

Pementasan “Wajah Halimunda” di FTI 2025 membuktikan bahwa teater masih menjadi medium yang ampuh untuk membaca ulang sejarah dan mengingatkan kita pada luka-luka bangsa yang belum sembuh.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Perpustakaan Dalam Menumbuhkan Minat Baca Di Masyarakat

    Peran Perpustakaan Dalam Menumbuhkan Minat Baca Di Masyarakat

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Perpustakaan memainkan peran yang krusial dalam menumbuhkan minat baca di masyarakat. Berikut adalah beberapa peran perpustakaan dalam hal tersebut: Perpustakaan memiliki potensi besar untuk menumbuhkan minat baca di masyarakat dengan menyediakan akses ke buku dan sumber informasi, menciptakan lingkungan membaca yang mendukung, menyelenggarakan program-program pembacaan dan kegiatan budaya, serta bekerja sama dengan institusi pendidikan.

  • Zaini Boli Pimpin Reading Bengkel Seni Milenial

    Bengkel Seni Milenial Mulai Reading untuk Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Larantuka – Bengkel Seni Milenial (BSM) memulai tahap awal persiapan pementasan untuk Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025 dengan kegiatan reading atau membaca teks naskah. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 2 Agustus 2025, di SMK Sura Dewa, bertepatan dengan jam ekstrakurikuler teater. Reading menjadi langkah penting bagi para calon pemain untuk memahami pesan yang ingin […]

  • Golagong Kreatif, Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, Literasi Digital, Honorarium Penulis, Komunitas Menulis

    Golagong Kreatif , Media Literasi Digital untuk Penulis dan Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle ;Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Heri Hendrayana Harris, atau yang lebih dikenal luas dengan nama pena Gol A Gong, terus memperkuat ekosistem literasi di Tanah Air melalui platform Golagong Kreatif. Sebagai tokoh yang mengusung semboyan “Dunia Kata, Dunia Imajinasi,” ia tidak hanya aktif sebagai penulis, tetapi juga mengemban amanah besar sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021-2025. Gol A Gong resmi […]

  • Yan Surachman Perpus Jejak Zaman Komunitas Jejak Zaman Pendekatan Gallery Library Archiev Museum

    Yan Surachman Ingin Terapkan Empat Perspektif Pada Komunitas Jejak Zaman

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Larantuka, 14 Juli 2025 – Yan Surachman, ketua Komunitas Jejak Zaman , berkeinginan untuk menerapkan empat pendekatan sudut pandang pada komunitas yang dipimpinnya. Keempat pendekatan tersebut terkait bagaimana komunitas merespon berbagai kondisi lingkungan. Secara rinci dia menjelaskan bahwa sangat penting bagi komunitas untuk dapat beradaptasi sebagai media, perpustakaan, galeri, dan museum. “Perkembangan jaman adalah satu-satunya […]

  • Peran Lembaga Pendidikan, Komunitas Lokal, Orang Ahli, Dan Keluarga Dalam Kebudayaan Daerah

    Peran Lembaga Pendidikan, Komunitas Lokal, Orang Ahli, Dan Keluarga Dalam Kebudayaan Daerah

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Lembaga pendidikan, komunitas lokal, orang ahli, dan keluarga memainkan peran yang penting dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Berikut adalah peran masing-masing dalam konteks kebudayaan daerah: Kombinasi peran dari lembaga pendidikan, komunitas lokal, orang ahli, dan keluarga saling melengkapi dan saling mendukung dalam melestarikan, mengembangkan, dan meneruskan kebudayaan daerah kepada generasi mendatang.

  • Keseringan Main Di TBM Lautan Ilmu Anak 3 Tahun Sudah Bisa Membaca

    Sering Kunjung TBM Lautan Ilmu Dan Belajar Bersama Orang Tua , Anak 3 Tahun Sudah Bisa Membaca

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kerap berkunjung TBM Lautan Ilmu , Bernard seorang anak kecil yang tinggal di Perumahan Griya Florentina Blok E Larantuka , biarpun baru berusia 3 tahun tetapi sudah bisa membaca. Hal tersebut disampaikan oleh Zaini, pengelola taman baca . Kebisaan Bernard dalam membaca di usia dini diduga karena bimbingan orang tua dan memiliki “circle” di Taman […]

expand_less