Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

  • account_circle Gerardus Kuma Apeutung : Guru SMPN 3 Wulanggitang, penulis media lokal dan nasional.
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

Di Spentig Hewa, kami, guru dan pegawai khusus laki-laki, punya kebiasaan berdiskusi. Dari sini, lahirlah kelompok diskusi. Sebuah kelompok nonformal. Semacam kelompok arisan. Ya, di sini kami mengadakan “arisan ide”. Saling bertukar pikiran. Beradu argument. Dan menyanggah pendapat.

Diskusi selalu berlangsung dalam suasana rileks. Penuh keakraban. Sambil tertawa dan baku olok badan. Karena itu, walaupun kepala kami panas, hati tetap dingin. Kami percaya bahwa diskusi yang paling jujur lahir dari kebersamaan yang santai. Wadah ini menjadi ruang bebas tempat untuk menuangkan ide yang tersimpan di kepala masing-masing. Dalam kelompok ini setiap suara sama pentingnya. Semua suara didengar. Diterima. Dihargai.

Dalam suasana yang santai, setiap orang boleh mengungkapkan pendapatnya. Di sini kami berpendapat tanpa takut salah. Bertanya tanpa merasa malu. Membantah tanpa menyakiti. Di akhir diskusi pun forum tidak pernah menghasilkan sebuah kesimpulan. Setiap orang bebas untuk menyimpulkan sendiri. Diskusi selalu diakhiri tanpa ada yang merasa menang.

Kelompok arisan ide ini tidak punya tempat khusus untuk berdiskusi. Seluruh lingkungan sekolah adalah ruang yang dapat digunakan untuk berdiskusi. Kadang kami berdiskusi di bawah pohon. Di dapur sekolah. Di ruang guru. Di ruang tata usaha. Di teras kantor. Pun tidak ada waktu khusus dan jadwal permanen untuk berdiskusi. Semua berjalan tanpa rencana. Kadang di waktu pagi. Kadang saat jam istirahat. Kadang siang hari.

Kalau ada topik hangat, diskusi dilakukan setiap hari. Adakala dua sampai tiga hari. Kadang sampai satu minggu baru kami berdiskusi. Kelompok ini adalah wadah untuk memperluas wawasan tanpa sekat formalitas. Tidak ada aturan resmi dan tertulis dalam berdiskusi. Namun kami punya pegangan tak tertulis yaitu panduan moral untuk tidak melakukan ad hominem. Pantang bagi kami untuk menyerang pribadi. Prinsip yang kami pegang adalah diskusi untuk saling mencerahkan. Bukan untuk menyakiti.

“Arisan ide” Spentig Hewa selama ini mengingatkan saya akan ungkapan yang sering dilontarkan Anis Baswedan, “Lawan dalam berdebat adalah kawan dalam berpikir”.

Ya, lawan diskusi adalah mitra yang menantang kita untuk berpikir. Sanggahan dan pertanyaan dari lawan debat membuat kita harus memeras otak untuk menangkisnya.Diskusi yang menjadikan lawan sebagai teman dalam berpikir tidak mendatangkan permusuhan. Karena lawan selalu menantang kita untuk berpikir kritis dan mendalam. Mendorong kita untuk mengasah argument, di saat yang sama menemukan kelemahan argument kita.

Di “arisan ide” Spentig Hewa sering terjadi debat yang seru seputar topik apa pun yang menarik. Di wadah ini, topik yang dibahasa beragam. Masalah yang didiskusikan meliputi berbagai bidang.
Mulai dari agama. Lalu merembes ke masalah sosial. Kemudian masuk ke urusan bola. Hingga pembahasan perihal situasi politik tanah air.

Yang membuat diskusi menjadi seru adalah selalu ada kelompok afirmasi dan oposisi. Ada yang mendukung dan yang lain membantah isu yang dibahas. Ada yang melihat dari sisi positif. Yang lain memotret dari sisi negative. Perdebatan pun menjadi menarik. Kadang dalam diskusi kita berada dalam kelompok pro untuk satu isu. Tetapi bisa menjadi kelompok kontra untuk isu yang lain. Di kelompok arisan ide, ada sosok yang membuat diskusi menjadi hangat. Bapa Hendrik Reo dan Pak Franck Kwuta. Tanpa keduanya debat terasa hambar. Bila mereka ada, perdebatan menjadi lebih hidup. Terasa Seru. Dan semakin menarik.

Bagaimana tidak, Bapa Reo selalu punya lawan tradisional berkaitan dengan topik tertentu. Dalam bidang politik, Bapa Reo selalu berseberangan dengan Pak Franck. Beliau pendukung setia Jokowi. Sedangkan Pak Frank adalah pengagum Rocky Gerung yang selalu mengkritik rezim mana pun yang berkuasa. Dalam urusan bola, Bapa Reo menjadi lawan abadi saya. Ketika bicara bola, kami adalah musuh bebuyutan. Beliau adalah Barcelonista tulen. Sedangkan saya adalah Madrista sejati. Sebagai pendukung Barca garis keras, Bapa Reo adalah rival saya yang merupakan pencinta fanatik Madrid. Rivalitas kedua klub ini membuat fansnya selalu tidak akur.

Bapa Reo dan saya adalah rival dalam mendukung klub bola. Karena itu dalam debat tentang bola kami selalu menjadi lawan. Tapi saya bersyukur karena dengan itu Bapa Reo menjadi kawan saya dalam berpikir. Sejak mengabdi di bagian tata usaha Spentig Hewa pada 2018, Bapa Reo selalu memberikan pikiran – pikiran konstruktif, ide – ide cemerlang demi kemajuan Lembaga Pendidikan Spentig Hewa.

Dengan pengalamannya yang panjang dan bidang pengabdian yang luas, Bapa Reo berperan andil dalam memajukan Spentig Hewa. Delapan tahun mengabdi di Spentig Hewa, Bapak Reo akhirnya memasuki masa pensiun. Secara regulasi, Bapa Reo sudah purnabakti pada Juni 2025. Namun sebagai keluarga, Spentig Hewa baru resmi melepaskan Bapa Reo pada Jumat, 09/ 01/ 2026 dalam moment Natal dan Tahun Bersama.

Terima kasih Bapa Reo. Engkau pergi dengan meningalkan legacy intelektual “arisan ide” di taman belajar Spentig Hewa. Selamat menjalani masa pensiun dengan sukacita bersama keluarga.

  • Penulis: Gerardus Kuma Apeutung : Guru SMPN 3 Wulanggitang, penulis media lokal dan nasional.
  • Editor: AI Editor - Gemini 3.0

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Math Captcha
+ 38 = 44


Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulia Rahman IMM Aceh Barat Daya

    Menghentikan Bullying, Membangun Masa Depan

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Bullying ialah masalah serius yang masih menghantui siswa di sekolah dan juga masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku dan saksi. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama untuk menghentikan bullying dan menciptakan lingkungan yang aman tentram dan nyaman bagi semua orang. Bullying dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi pada korban. […]

  • Pentingnya Orang Ahli (Pakar) Dalam Pendidikan Dan Pelestarian Kebudayaan

    Pentingnya Orang Ahli (Pakar) Dalam Pendidikan Dan Pelestarian Kebudayaan

    • calendar_month Ming, 4 Jun 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Orang ahli memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan dan pelestarian budaya. Mereka memiliki pengetahuan, keahlian, dan pengalaman khusus dalam bidang-bidang tertentu yang berhubungan dengan budaya, dan mereka dapat berkontribusi secara signifikan dalam melestarikan, mengembangkan, dan mengajarkan aspek-aspek budaya kepada masyarakat. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa orang ahli penting dalam pendidikan dan pelestarian budaya: […]

  • SDI Daru Quthny, pembagian rapor, semester ganjil, Muhammad Asyrafi, pendidikan islami, evaluasi pendidikan, ZamanNews.id

    Suasana Ceria Warnai Pembagian Rapor SDI Daru Quthny

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Maulia Rahman: Organisatoris IMM Aceh Barat Daya, penulis media nasional.
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Aceh Barat Daya – SDI Daru Quthny sukses menggelar kegiatan pembagian rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 pada Kamis (18/12/2025). Acara yang berlangsung di gedung sekolah ini diwarnai dengan penuh rasa syukur dan keceriaan dari para siswa maupun wali murid. Kepala Sekolah SDI Daru Quthny, Muhammad Asyrafi, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas […]

  • qatar juara asian cup 2024

    Qatar Juara Piala Asia 2024 Setelah Mengalahkan Yordania 1-3

    • calendar_month Ming, 11 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam pertandingan final Piala Asia 2024 ( AFC Asian Cup 2024 ) yang berlangsung sengit, tim nasional Qatar berhasil mengalahkan Yordania dengan skor 3-1. Pertandingan ini menandai puncak dari turnamen sepak bola paling prestisius di Asia, dan Qatar telah membuktikan diri sebagai yang terbaik di benua ini. Pertandingan ini dimulai dengan tempo yang cepat, dengan […]

  • GPT-5.1 fitur terbaru, AI OpenAI generasi baru, Model Thinking vs Instant, Teknologi penalaran adaptif, Pembaruan ChatGPT terbaru, AI percakapan realistis, OpenAI GPT-5.1 rilis, Inovasi AI 2025

    ChatGPT 5.1 : Model Percakapan & Penalaran Baru dari OpenAI dengan Serangkaian Fitur Canggih

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 34
    • 0Komentar

    OpenAI secara resmi meluncurkan versi terbaru model unggulannya, ChatGPT 5.1, yang menghadirkan kemampuan percakapan lebih alami dan peningkatan penalaran yang signifikan. Pengumuman ini menandai langkah penting dalam evolusi layanan AI percakapan. Fitur-baru utama yang dibawa oleh ChatGPT 5.1 antara lain: Mode ganda: Instant dan Thinking Mode Instant dirancang untuk tanggapan cepat dan alur percakapan sehari-hari, […]

  • TBM Borik Boma Berikan Buku ke TBM Palo Porong

    TBM Borik Boma Lamatou Donasi Buku Untuk Komunitas TBM Palo Porong Kolidatang

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Komunitas TBM Palo Porong – Kolidatang Kabupaten Flores Timur kembali mendapatkan sumbangan donasi buku dari komunitas ‘TBM Borik Boma-Lamatou yang berlokasi di Desa Painapang Kecamatan Lewolema Flores Timur. Donasi buku ini langsung diserahkan oleh ketua pengelolah TBM Borik Boma-Lamatou ‘Karolus K. Ruron’ dalam hal ini diwakili oleh salah satu rekan pengelolah, dan diterima langsung oleh […]

expand_less