Bergita Balawala Ajak Tingkatkan Kreativitas Melalui Pengolahan Sampah Bijak
- account_circle Bergita Delwi Balawala ( Penulis Muda Flores Timur, Pelajar SMK Sura Dewa Larantuka)
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- visibility 139
- print Cetak

LARANTUKA – Kesadaran akan kelestarian lingkungan mulai tumbuh subur di kalangan generasi muda Flores Timur. Bergita Delwi Balawala, seorang siswi dari SMK Sura Dewa Larantuka, menekankan pentingnya meningkatkan kreativitas melalui pengolahan sampah bijak sebagai solusi preventif terhadap bencana alam sekaligus peluang peningkatan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Menurut Bergita, penumpukan sampah yang tidak terkelola seringkali menjadi pemicu utama bencana di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang humanis, ia memandang limbah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai bahan baku bernilai tinggi jika disentuh dengan inovasi dan ketekunan.
Dalam analisisnya, Bergita mengategorikan sampah menjadi tiga kelompok utama yang masing-masing memiliki potensi ekonomi:
- Sampah Organik: Sisa makanan dan dedaunan kering yang diolah menjadi pupuk alami dan bahan fermentasi untuk menyuburkan tanaman.
- Sampah Anorganik: Plastik dan material sulit terurai lainnya yang dapat dijual langsung atau dikonversi menjadi produk kerajinan.
- Sampah B3: Bahan berbahaya dan beracun yang memerlukan penanganan khusus namun tetap memiliki nilai jika dikelola secara tepat.
“Kita perlu mengubah pola pikir dari sekadar membuang menjadi menciptakan. Sampah anorganik seperti kotak bekas dapat diolah menjadi wadah menarik dengan teknik potong dan hias yang sederhana namun estetis,” ujar Bergita dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa praktik pengolahan limbah organik di lingkungannya sudah mulai menyentuh aspek fungsional, seperti pengumpulan kotoran hewan untuk timbunan tanah sebagai nutrisi tanaman. Inisiatif ini diharapkan mampu menunjang kondisi ekonomi masyarakat lokal melalui penjualan produk daur ulang yang bernilai seni.
Sebagai penutup, Bergita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai bergerak bersama. Baginya, limbah makhluk hidup adalah jejak kebudayaan yang jika dikelola dengan bijak, akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan manusia dan alam di Larantuka.
- Penulis: Bergita Delwi Balawala ( Penulis Muda Flores Timur, Pelajar SMK Sura Dewa Larantuka)
- Editor: Manual Editor


