Konsistensi Literasi Akar Rumput, TBM Lautan Ilmu Berbagi Praktik Baik di RRI Atambua
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

Nusa Tenggara Timur – Gerakan literasi di tingkat akar rumput kembali menunjukkan eksistensinya di panggung informasi publik. Tepat pada Kamis malam, 23 April 2026, TBM Lautan Ilmu kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengudara di RRI Atambua. Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi lembaga tersebut untuk membagikan berbagai praktik baik yang telah dijalankan secara konsisten dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendekatan humanis.
Kehadiran TBM Lautan Ilmu dalam siaran tersebut merupakan apresiasi atas dedikasi mereka yang tidak pernah luntur dalam menghidupkan ruang-ruang publik menjadi pusat literasi dan kebudayaan. Berbeda dengan gerakan yang bersifat seremonial belaka, lembaga ini mengedepankan filosofi langkah-langkah kecil yang dijaga keberlanjutannya. Melalui agenda rutin seperti Lapak Baca dan kehadiran di berbagai ruang terbuka, mereka berhasil membuktikan bahwa literasi adalah nafas harian masyarakat.
Strategi inovatif yang diusung adalah dengan mentransformasi ruang publik konvensional, seperti kafe dan taman kota, menjadi wadah pertemuan sastra dan budaya. Keberhasilan ini tidak lepas dari kuatnya jejaring kolaborasi yang dibangun. TBM Lautan Ilmu aktif bersinergi dengan Bengkel Seni Milenial yang merepresentasikan generasi muda, komunitas Jejak Zaman, serta media pemerintah seperti RRI untuk memperluas jangkauan edukasi.
Kolaborasi lintas komunitas ini bertujuan menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan dinamis. Inisiatif yang dilakukan oleh TBM Lautan Ilmu diharapkan mampu menjadi inspirasi nasional bahwa penguatan budaya baca tidak selalu memerlukan seremoni besar, melainkan militansi para penggeraknya dalam merawat ruang pertemuan menjadi tempat berbagi ilmu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Manual Editor


