Konsistensi TBM Lautan Ilmu Larantuka Dari Berdiri 2017 Hingga Tembus Seleksi Nasional 2026
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

LARANTUKA – Konsistensi merupakan kunci utama dalam merawat nyala api literasi di pelosok negeri. Hal ini dibuktikan oleh TBM Lautan Ilmu Larantuka, sebuah wadah edukasi yang telah mewarnai perjalanan intelektual anak-anak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, selama hampir satu dekade. Di balik kesederhanaannya, lembaga ini baru saja mencatatkan pencapaian membanggakan dengan lolos seleksi administrasi program Relima serta Banpem Badan Bahasa untuk Komunitas Literasi tahun 2026.
Keseharian di TBM Lautan Ilmu Larantuka berjalan dengan alur yang alami dan humanis. Anak-anak tidak hanya diajarkan keterampilan akademis seperti membaca dan menulis, tetapi juga diajak belajar tentang empati melalui interaksi bermain. Dari momen menyusun lego hingga belajar menyelesaikan konflik kecil saat berebut mainan, mereka diajak untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain—sebuah esensi dasar dalam memaknai kehidupan dan bersinergi dengan ruang sosial.

Bagi kelompok remaja, TBM ini menjadi ruang diskusi yang inklusif. Salah satu aktivitasnya adalah pendampingan artikulasi bacaan yang menanamkan nilai-nilai moral dan kebijaksanaan. Proses mengajar di sini dipandang sebagai proses belajar bersama untuk terus memupuk hikmah dari setiap kisah yang dibaca.
Berdiri sejak tahun 2017, komunitas ini dikelola secara mandiri oleh seorang guru honorer. Keberhasilan menembus seleksi nasional tahun ini menjadi prestasi luar biasa di tengah keterbatasan fasilitas. Capaian ini diharapkan mampu membawa TBM Lautan Ilmu Larantuka ke tahap selanjutnya guna memperkokoh budaya literasi nasional dari wilayah timur Indonesia. Semangat yang terus menyala di “jalan sunyi” ini menjadi inspirasi nyata bagi pegiat literasi di seluruh tanah air.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Manual Editor

