Bengkel Seni Milenial Memanfaatkan Ruang Publik Tak Terurus Untuk Pengembangan Bakat Anak
- account_circle yansurachman
- calendar_month Rab, 23 Apr 2025
- visibility 63
- comment 0 komentar

Bengkel Seni Milenial Larantuka – Tak ada gedung pertunjukkan yang memadai untuk remaja di Flores Timur berlatih kesenian , maka ruang ruang publik tak terurus atau pantai menjadi alternatif untuk pelaku kesenian berlatih seperti yang dilakukan oleh Bengkel Seni Milenial, sebuah kelompok kesenian kecil yang berada di Flores Timur.
Rabu, 22 April 2025, bertempat di belakang Terminal Weri Panggung atau area Ruko tak terurus milik Pemda Flores Timur . Anggota Bengkel Seni Milenial ( BSM ) sering menggunakan tempat ini sebagai tempat latihan yang memadai ruang yang lega , sedikit privasi dengan atap yang aman saat hujan datang berada dilantai dua sebuah pertokoan, sebenarnya adalah tempat ideal untuk berlatih kesenian khususnya seni peran namun tempat ini jarang dilirik untuk menjadi ruang budaya atau ruang pertemuan para seniman lokal .
Kemungkinan hanya BSM yang rutin menggunakan tempat ini untuk latihan . Ruang ruang seperti ini sangat dibutuhkan oleh kelompok kelompok seni yang ada di Flores Timur untuk bisa terus memproduksi karya di tengah keterbatasan . Seperti yang dilakukan oleh BSM dalam memperlakukan tempat ini dari ruang publik tak terurus menjadi ruang budaya bagi anak muda mengembangkan minat bakatnya .
BSM sendiri adalah sebuah wadah kreatif untuk anak anak muda Flores Timur menempa diri di area sunyi yang jarang mendapatkan sorot perhatian publik namun tetap eksis dalam karya sejak didirikannya tahun 2018 silam . Dalam ruang sunyi kebudayaan ini BSM juga berkolaborasi dengan komunitas komunitas lain baik di Flores Timur maupun luar Flores Timur , seperti yang sedang dikerjakan kali ini BSM menggunakan ruang publik ini untuk berlatih karya baru berjudul Ayo Berdansa .
Karya tersebut akan coba pentaskan di Lamahala Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur bulan Juni nanti atas undangan dari Himla ( Himpunan Mahasiswa Lamahala ) Lombok . Jejaring yang BSM yang senantiasa mengundang BSM saat mengadakan acara Balik Bersua sebuah momen acara yang mereka gelar sejak 2021 yang juga melibatkan BSM dari mulai Balik Bersua 1 dan 2 dan kini sampai pada yang ke 3.
Menurut Boli, pembina Bengkel Seni Milenial, bahwa ruang pertemuan dan kolaborasi yang terus dijaga oleh BSM sebagai sebuah komunitas kecil yang bertahan menghadapi jaman yang terus berubah . Dia juga berharap bahwa perkumpulan keseniannya dapat berkelanjutan hingga di pensiun nanti.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


Saat ini belum ada komentar