Djakarta International Theater Platform 2025 Hadirkan “Tidur Lambak”, Teater Interaktif dari Malaysia
- account_circle yansurachman
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 110
- print Cetak

Jakarta – Hari kedua Djakarta International Theater Platform 2025 di Ruang Teater Wahyu Sihombing, Rabu (6/8/2025), menghadirkan pertunjukan unik dari Tapir Studio , kelompok seni asal Malaysia. Membawa lakon “Tidur Lambak”, mereka menggelar dua kali pertunjukan, masing-masing pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB.
Sejak awal, penonton sudah disambut dengan pengalaman yang berbeda. Panitia mengatur agar penonton masuk secara bergiliran, maksimal enam orang per kelompok. Di dalam ruangan, kasur roti dan bantal disediakan bukan sekadar properti—penonton dipersilakan duduk santai bahkan berbaring, tanpa rasa sungkan.
Lakon “Tidur Lambak” bercerita tentang seorang pria yang kesulitan tidur malam dan mencari teman untuk menemaninya. Tradisi ini, yang dikenal di Malaysia, mengundang tamu untuk bermalam ketika seseorang tak bisa tidur. Kisah ini sejalan dengan tema besar “Djakarta International Theater Platform 2025”, Rumah Panggung , yang merefleksikan nilai kebersamaan dan kehangatan keluarga besar di Asia Tenggara.
Lebih dari sekadar tontonan, “Tidur Lambak” menjadikan penonton bagian dari pertunjukan. Sejak awal, mereka diminta menuliskan mimpi masing-masing. Dalam format teater arena, beberapa penonton berkesempatan membacakan mimpinya di hadapan yang lain—mulai dari rindu pada keluarga yang telah tiada, kejenuhan pekerjaan, kisah trauma, hingga curahan hati yang nakal.
Pengalaman menonton pun berbeda antara pertunjukan siang dan malam. Pada sesi pertama, ruang gerak pemain lebih leluasa karena jumlah penonton lebih sedikit. Sementara pada sesi kedua, interaksi justru semakin hidup meski gerak pemain lebih terbatas.
Bagi sebagian penonton awam, pertunjukan ini terasa akrab. Bukan teater heroik penuh simbol rumit, tetapi kisah yang dekat dengan kehidupan urban masa kini. Pertunjukan cair, hangat, dan bersahabat—menyentuh sisi personal setiap orang yang hadir.
Sebagai tamu undangan, ini menjadi pengalaman pertama penulis menyaksikan pertunjukan di Djakarta International Theater Platform 2025 . Dengan pembukaan yang begitu berkesan, rasa penasaran pun tumbuh untuk menantikan suguhan panggung berikutnya dari ajang seni internasional ini.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

