Club Baca Sura Dewa Awali Tahun 2026 dengan Diskusi Budaya di Perpusda Flores Timur
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar

LARANTUKA – Mengawali langkah di tahun baru, para anggota Club Baca Sura Dewa kembali menghidupkan suasana literasi di Perpustakaan Daerah Flores Timur pada Kamis (8/1/2026). Pertemuan perdana yang berlangsung santai namun mendalam ini menjadi ajang bagi para siswa SMK Sura Dewa untuk merefleksikan pengalaman membaca mereka selama masa libur akhir tahun.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta saling berbagi kesan mengenai buku-buku yang menemani mereka selama masa libur panjang. Keberagaman minat baca terlihat jelas dari pilihan literatur yang dibahas, mulai dari buku bertema keagamaan, buku pelajaran sebagai persiapan praktek lapangan, hingga karya fiksi populer.
Salah satu momen paling menarik dalam diskusi ini adalah pemaparan dari Ayu Lelang Ayaq. Ia membagikan ulasan mendalam mengenai novel berjudul Lamafa karya Fince Bataona yang dibacanya selama liburan. Ayu menjelaskan bahwa novel tersebut bukan sekadar cerita fiksi, melainkan sebuah refleksi tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan esensi berdamai dengan dinamika kehidupan.
Melalui ulasan Ayu, anggota Club Baca Sura Dewa diajak memahami nilai-nilai lokal yang terkandung dalam karya penulis daerah. Diskusi ini mempertegas bahwa kegiatan literasi di kalangan generasi muda mampu menjadi jembatan untuk memahami jati diri dan kebudayaan tempat tinggal mereka.
Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut:
- Refleksi Liburan: Berbagi pengalaman positif selama libur akhir tahun 2025.
- Eksplorasi Literasi: Membedah buku agama, buku praktikum SMK, dan novel lokal.
- Bedah Karya: Diskusi mendalam mengenai nilai moral dalam novel Lamafa karya Fince Bataona.
- Aspirasi Fasilitas: Harapan akan penambahan jam operasional perpustakaan daerah.
Meski diskusi berlangsung hangat, kegiatan harus berakhir sekitar pukul 16.30 WITA seiring dengan batas jam operasional Perpustakaan Daerah Flores Timur. Para anggota klub menyampaikan harapan besar agar ruang diskusi publik seperti ini dapat beroperasi lebih lama. Hal ini dinilai penting agar generasi muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk “menggauli” dunia literasi secara lebih intensif dan produktif di masa depan.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: AI Editor - Gemini 3.0


Saat ini belum ada komentar