Satu Anak Dapat Satu Buku Gratis , Ketua Komunitas Jejak Zaman : Saya Melihat Banyak Senyum Bahagia
- account_circle yansurachman
- calendar_month Ming, 10 Mar 2024
- visibility 19
- comment 0 komentar

Pembagian buku donasi oleh Komunitas Jejak Zaman terus dilakukan di area sekitar Welo , Flores Timur. Gabriela salah satu penerima buku bacaan gratis menyampaikan terima kasih kepada donatur, FTBM Flores Timur yang menyalurkan buku gratis mereka melalui Komunitas Jejak Zaman. Gabriela sempat bingung untuk memilih buku yang sesuai dengan minatnya, namun dia harus memilih satu dari yang tersedia (Jumat, 8 Maret 2024).
“Saya melihat banyak senyum bahagia hari ini, itu karena mereka telah mendapatkan buku”, kata Yan (Ketua Komunitas Jejak Zaman). Menurut hasil diskusi komunitasnya, Yan menyampaikan setidaknya ada 7 dampak yang perlu diperhatikan. Pembagian buku bacaan secara gratis bagi anak memiliki dampak positif yang signifikan, antara lain:
1. Meningkatkan Minat Membaca: Akses gratis terhadap buku membantu meningkatkan minat anak-anak untuk membaca. Dengan memiliki akses yang mudah, anak-anak cenderung lebih sering membaca dan mengembangkan kebiasaan membaca yang positif sejak dini.
2. Meningkatkan Pengetahuan: Buku-buku bacaan dapat memberikan pengetahuan yang beragam kepada anak-anak. Mereka dapat memperluas wawasan mereka tentang dunia, budaya, sejarah, dan berbagai topik lainnya melalui membaca.
3. Meningkatkan Keterampilan Bahasa dan Literasi: Pembacaan membantu meningkatkan keterampilan bahasa dan literasi anak-anak. Dengan membaca buku, anak-anak akan terbiasa dengan kosakata baru, struktur kalimat, dan cara-cara menyampaikan pikiran yang benar. Hal ini dapat berkontribusi pada kemampuan komunikasi mereka.
4. Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas: Buku-buku membantu merangsang imajinasi dan kreativitas anak-anak. Dengan membaca cerita-cerita yang beragam, anak-anak dapat membayangkan berbagai situasi dan memperluas cakrawala pikiran mereka.
5. Mengurangi Ketimpangan Akses Pendidikan: Pembagian buku gratis membantu mengurangi ketimpangan akses pendidikan antara anak-anak dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Anak-anak dari keluarga kurang mampu juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses sumber daya literasi yang penting bagi perkembangan mereka.
6. Membangun Hubungan Keluarga: Membaca bersama anak-anak juga dapat menjadi kegiatan yang mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Membaca bersama bisa menjadi waktu berkualitas di mana orang tua dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan anak-anak tentang isi buku.
7. Menginspirasi Impian dan Ambisi: Buku-buku bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak. Cerita-cerita tentang tokoh-tokoh hebat atau pencapaian yang luar biasa dapat menginspirasi anak-anak untuk mengejar impian mereka sendiri dan mendorong mereka untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Namun demikian, beberapa anak nampak masih belum merasa puas dengan kegiatan pembagian buku gratis ini. Menurut mereka buku yang dibagikan belum sesuai dengan minat mereka dan akhirnya mereka ragu untuk mengambilnya.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Saat ini belum ada komentar