Mading Sekolah SMK Sura Dewa , Hidup Segan Mati tak Mau
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
- visibility 139
- print Cetak

Mading ( Majalah Dinding ) sekolah SMK Sura Dewa Larantuka , biasanya ramai hanya saat ada tugas bahasa Indonesia atau karya siswa, selebihnya tempat ini akan dingin dan berdebu . “Upaya untuk menghidupkan mading sekolah sudah dilakukan dari mendorong anak anak menulis , mengajak mereka membaca tapi sepertinya menulis dan membaca belum menjadi hobi mereka , anak anak masih asyik dengan aktifitas lainnya”, ungkap salah seorang guru .
Padahal diketahui dari pepatah bahwa dengan membaca kita mengenal dunia. Dengan menulis kita dikenal dunia .
Semangat atau spirit seperti ini belum bertumbuh merata ( di semua siswa ) lingkup SMK Sura Dewa Larantuka . Tapi dengan segenap potensi yang dimiliki sekolah, menyerah adalah pilihan yang buruk. Selalu ada terobosan yang dilakukan SMK Sura Dewa.
“Salah satu upaya yang diusahakan adalah berjejaring dengan media lokal, tapi menasional yakni ZamanNewsID, yang dikelola oleh Komunitas Jejak Zaman”, ungkap Zaini .
Besar harapan dengan tampilan yang lebih berkualitas, Mading sekolah SMK Sura Dewa bisa lebih dilirik oleh peserta didik. Selain itu diharapkan dengan meningkatnya kualitas tulisan Mading, maka literasi di SMK Sura Dewa juga terangkat.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

