Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » IPKJI NTT Bahas Trauma Sekunder Akibat Media Sosial, PPNI NTT Beri Apresiasi

IPKJI NTT Bahas Trauma Sekunder Akibat Media Sosial, PPNI NTT Beri Apresiasi

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Kupang – Di tengah maraknya paparan kekerasan di dunia digital, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia ( IPKJI ) Nusa Tenggara Timur menggelar webinar nasional bertema “Tatalaksana Trauma Sekunder Akibat Media Sosial”, Rabu, 22 Oktober 2025. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2025 dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan beragam kalangan profesi kesehatan—mulai dari perawat, dokter, psikolog, hingga mahasiswa kesehatan. Ketua dan Sekretaris Pengurus Pusat IPKJI turut hadir mendampingi jalannya kegiatan secara daring.

Trauma Digital dan Peran Perawat Jiwa
Ketua PW IPKJI NTT, Imakulata Bete, S.Kep., Ns., menyebut webinar ini sebagai tonggak baru bagi IPKJI wilayah NTT karena menjadi webinar nasional pertama yang mereka selenggarakan.

Menurut Imakulata, fenomena trauma sekunder akibat paparan media sosial kian sering muncul, terutama setelah banyak orang menyaksikan konten kekerasan atau bencana yang viral di dunia maya. “Media sosial memberi banyak manfaat, tapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan mental. Trauma sekunder bisa muncul hanya karena seseorang menonton konten kekerasan,” katanya. Ia menegaskan, perawat jiwa memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kesehatan mental kepada masyarakat. “Kita harus memperkuat kolaborasi lintas profesi—antara perawat, psikolog, dan psikiater—agar layanan kesehatan jiwa makin mudah dijangkau,” ujarnya.

Selain webinar, IPKJI NTT juga akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Lelogama, Kabupaten Kupang, pada 27–28 Oktober 2025 sebagai bagian lanjutan dari peringatan HKJS tahun ini.

Apresiasi dari Ketua PPNI NTT
Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT, Dr. Aemilianus Mau, S.Kep., Ns., M.Kep., memberikan apresiasi atas inisiatif IPKJI NTT yang dinilainya mampu “menghidupkan kembali semangat organisasi profesi” setelah masa stagnasi pasca disahkannya UU Kesehatan Omnibus Law.

“Luar biasa. Akhirnya ada lagi kegiatan webinar nasional yang lahir dari inisiatif perawat di daerah,” ujarnya.
Aemilianus menilai tema trauma sekunder sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, media sosial tidak hanya menyalurkan informasi, tetapi juga menampilkan kekerasan dan cyberbullying yang berisiko memicu stres dan trauma bagi penggunanya.

“Perawat perlu memiliki keterampilan tatalaksana trauma sekunder. Mereka bukan hanya pemberi asuhan, tetapi juga edukator, konselor, dan pendamping masyarakat,” ujarnya.

Bedah Trauma Sekunder Bersama Tiga Pakar
Sesi ilmiah webinar dipandu oleh Ns. Maryati Barimbing, S.Kep., M.Kep. dengan Dr. Aemilianus Mau sebagai keynote speaker. Tiga narasumber utama hadir memaparkan materi dari berbagai perspektif:
1.Dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J – Peran Media Sosial dalam Memicu Trauma Sekunder
2.dr. Dennis Pricilla Setiono, Sp.KJ – Masalah Kesehatan Mental Akibat Trauma Sekunder
3.Dr. Ns. Thika Marliana, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J – Peran Perawat dalam Tatalaksana Trauma Sekunder Akibat Media Sosial

Ketiganya menekankan perlunya peningkatan literasi digital dan kesiapan tenaga kesehatan jiwa menghadapi dampak psikologis dari dunia maya. Webinar ini menjadi momentum penting bagi IPKJI NTT untuk memperluas jejaring dan memperkuat kapasitas perawat jiwa di era digital.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Math Captcha
46 − 41 =


Rekomendasi Untuk Anda

  • Capaian prestasi smk sura dewa larantuka dalm fls3n 2025

    Prestasi SMK Sura Dewa Larantuka Dalam FLS3N Flores Timur 2025

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Prestasi gemilang SMK Sura Dewa Larantuka dalam ajang FLS3N Flores Timur 2025 menunjukkan keunggulan siswa di bidang seni dan kreativitas. Simak capaian lengkap dan semangat juang para siswa yang mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten Flores Timur. SMK Sura Dewa Larantuka kembali menunjukkan prestasi luar biasa dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) […]

  • Peran Perpustakaan Dalam Menumbuhkan Minat Baca Di Masyarakat

    Peran Perpustakaan Dalam Menumbuhkan Minat Baca Di Masyarakat

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Perpustakaan memainkan peran yang krusial dalam menumbuhkan minat baca di masyarakat. Berikut adalah beberapa peran perpustakaan dalam hal tersebut: Perpustakaan memiliki potensi besar untuk menumbuhkan minat baca di masyarakat dengan menyediakan akses ke buku dan sumber informasi, menciptakan lingkungan membaca yang mendukung, menyelenggarakan program-program pembacaan dan kegiatan budaya, serta bekerja sama dengan institusi pendidikan.

  • Hewan Sapi Dalam Sudut Pandang Budaya Di Indonesia

    Hewan Sapi Dalam Sudut Pandang Budaya Di Indonesia

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sapi memiliki peran yang sangat penting dalam budaya Indonesia. Secara tradisional, sapi dianggap sebagai hewan yang suci dan bernilai tinggi dalam masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa sudut pandang budaya Indonesia terhadap sapi: Sapi memiliki nilai budaya yang dalam dalam masyarakat Indonesia, baik dalam konteks pertanian, agama, tradisi, kuliner, maupun ekonomi. Peran dan makna sapi dalam […]

  • Waktu Belajar Yang Meningkatkan Konsentrasi Belajar

    Waktu Belajar Yang Meningkatkan Konsentrasi Belajar

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Waktu belajar yang tepat dapat berbeda bagi setiap individu, karena preferensi dan ritme belajar seseorang dapat bervariasi. Namun, berikut adalah beberapa tips umum yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar melalui manajemen waktu: Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan preferensi belajar yang berbeda. Cobalah eksperimen dengan waktu belajar yang berbeda untuk menentukan apa […]

  • PGRI Perjuangkan Nasib Guru

    Perjuangan PGRI Didengar Mahkamah Agung, Guru Berusia Di Atas 50 Tahun Bisa Ikut Program Guru Penggerak

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Perjuangan yang gigih dan tidak kenal lelah yang ditunjukkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) dari waktu ke waktu selalu membuahkan hasil yang menggembirakan bagi para guru. Perjuangan berdarah-darah hingga lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru menerima Tunjangan Sertifikasi Guru (TPG) setara dengan satu kali gaji pokok, perjuangan […]

  • Komunitas Yang Cocok Untuk Guru

    Komunitas Yang Cocok Untuk Guru

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Ada beberapa komunitas yang cocok untuk guru. Berikut adalah beberapa contoh komunitas yang dapat bermanfaat bagi guru: Komunitas-komunitas ini memberikan kesempatan bagi guru untuk berinteraksi dengan rekan-rekan seprofesi, berbagi pengetahuan, mendapatkan dukungan, dan terus mengembangkan keterampilan dan praktik pengajaran mereka.

expand_less