Mengenal Profil Komunitas Jejak Zaman
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sab, 22 Nov 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar

- Menghasilkan karya ilmiah, buku, barang seni/ kerajinan atau semacamnya yang dapat menjadi “jejak” yang khas dari budaya di tempat dan waktu tertentu.
- Membuat aksi nyata sebagai wujud peran serta memajukan pendidikan dan kebudayaan.
- Tempat untuk melakukan sharing topik pendidikan dan kebudayaan dan belajar untuk melaksanakan proyek-proyek kolaborasi dengan target waktu tertentu.
- Tempat untuk menambah teman sekaligus bersilaturrahmi sesama peminat bidang pendidikan dan kebudayaan.
- NGOPI SHARE DIKBUD (MINGGU ke-1 DAN ke-3 TIAP BULAN) yaitu berkunjung ke tempat tertentu untuk diskusi dan share, dalam suasana santai sekaligus rekreasi. Ciri khas dengan membawa kopi atau kopi susu dari rumah.
- AKSI PEDULI DIKBUD (MINGGU ke-2 DAN ke-4 TIAP BULAN) yaitu melakukan aksi peduli dengan mengadakan kegiatan sosial tertentu dengan budget murah. Misal: bersih pantai, lapak baca, sebar flyer di medsos dll.
- PROYEK MANDIRI (TARGET 1 PROYEK TIAP BULAN) yaitu menghasilkan karya ilmiah, buku, barang seni/ kerajinan atau semacamnya yang dapat menjadi “jejak” yang khas dari budaya di tempat dan waktu tertentu. Diusulkan oleh anggota di awal bulan dan dirampungkan di akhir bulan.
- DISKUSI WHATSAPP (ALL TIME). Anggota dapat melakukan diskusi di grup WA kapanpun dan darimana pun. Topik yang didiskusikan dalam grup terbatas bidang dikbud dan aktifitas komunitas.
- Bintang Lima Sudut, melambangkan kegiatan komunitas berpedoman pada nilai-nilai Pancasila (dasar negara).
- Gerabah, melambangkan perangkat keras hasil kebudayaan yang merupakan bidang diminati komunitas.
- Gunung, melambangkan bentang alam yang unik membentuk karakter khas kebudayaan / pendidikan.
- Candi, melambangkan komunitas turut menjaga dan melestarikan benda yang bernilai sejarah.
- Nama komunitas, ditulis dengan aksara latin bergaya aksara jawa mengisyaratkan bahwa komunitas tidak melupakan literasi dan sejarah.
- Pendidikan tak lepas dari kebudayaan pada praktik kehidupan nyata, sehingga diperlukan sudut pandang yang memadukan pendidikan dan kebudayaan secara baik.
- Terinspirasi dari karya-karya arkeolog Hariani Santiko dan Agus Aris Munandar, bahwa sejak masa klasik (abad ke 6) ekosistem pendidikan nusantara sebenarnya sudah ditopang oleh lembaga pendidikan (kadewaguruan), komunitas, orang ahli, dan keluarga. Dalam hal ini, komunitas berperan penting untuk pendidikan masyarakat, khususnya yang tidak terjangkau lembaga pendidikan yang diselenggarakan pemerintah.
- Masyarakat memerlukan wadah untuk belajar berkomunitas, berkarya, dan menuangkan ide-ide kreatif inovatif secara berkelanjutan serta berbiaya murah.
- Pimpinan Umum : Yan Surachman
- Redaksi : Antonius Ruron
- Editor : Foni Anmal Kurniyati
- Penata Gambar : Maria Renha Rosari Putri Dore
- Kontributor : Anggota Komunitas Jejak Zaman
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


Saat ini belum ada komentar