Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Guru Nasional 2025 , Praktisi Pendidikan Gagas Grup WhatsApp “Prompting AI untuk Pendidikan dan Profesional

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 144
  • print Cetak

FLORES TIMUR – Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum lahirnya inovasi kolaboratif di kalangan pendidik Indonesia. Tiga praktisi pendidikan, Yan Surachman , Antonius Ruron , dan Fandi Setiyanto , resmi membentuk grup WhatsApp “Prompting AI untuk Pendidikan dan Profesional”, sebuah forum diskusi yang dirancang untuk memperkuat literasi prompting dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan.

Grup ini didirikan tepat pada Hari Guru Nasional 2025, menandai komitmen baru pendidik untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kolaborasi Lintas Profesi: Guru, Pengawas, Dosen, dan Pemerhati Pendidikan
Forum ini baru dibentuk dan diikuti oleh puluhan anggota dari berbagai latar belakang, termasuk guru, pengawas sekolah, anggota organisasi profesi, dosen, serta pemerhati dan praktisi AI untuk pendidikan. Beragamnya latar keilmuan dan pengalaman anggota menjadikan grup ini sebagai ruang problem solving yang dinamis.

Diskusi di grup semakin hidup berkat pemantik persoalan yang aktif mengangkat isu-isu strategis, yakni Maksimus Masan Kian, pengurus APKS PB PGRI, dan Varizal Amir, Founder Teraa.Net serta pegiat literasi digital di Trenggalek, Jawa Timur.

Ketiga pendiri grup memiliki rekam jejak yang kuat di dunia pendidikan yaitu Yan Surachman, praktisi pendidikan dan pengembang komunitas literasi; Antonius Ruron, Dosen Universitas Timor sekaligus Sekretaris PGRI Kabupaten Timor Tengah Utara ; Fandi Setiyanto , Sekretaris PGRI Kabupaten Flores Timur.

Kehadiran mereka memastikan diskusi dalam grup tidak hanya teknis, tetapi juga relevan dengan kebijakan pendidikan dan dinamika organisasi profesi.
Grup diskusi prompting terbaik se indonesia
AI untuk Efisiensi Administrasi Guru
Yan Surachman menegaskan bahwa kemampuan prompting AI sangat penting bagi guru modern. Dengan teknik prompt yang baik, banyak pekerjaan administratif dapat diotomatisasi sehingga guru dapat lebih fokus pada pembelajaran dan interaksi dengan murid.

“Prompting AI adalah jalan untuk mengurangi beban administrasi. Guru bisa kembali ke hakikatnya: mendidik dan berinteraksi dengan siswa,” ujarnya.

Menurut Antonius Ruron dan Fandi Setiyanto, pemanfaatan AI membuka peluang untuk menghasilkan dokumen pendidikan yang lebih rapi, terstruktur, dan profesional.

“Dengan prompt yang tepat, kualitas dokumen meningkat drastis. Mulai dari perangkat pembelajaran, laporan, hingga publikasi guru dapat dibuat jauh lebih cepat dan lebih baik,” kata Antonius.

Fandi menambahkan bahwa kemampuan prompting adalah keterampilan baru yang tak terhindarkan bagi guru masa depan.

Portofolio Prompt Terbuka untuk Semua Anggota
Demi memperkuat ekosistem pembelajaran bersama, grup ini menyediakan portofolio prompt yang dapat diakses secara bebas oleh seluruh anggota. Portofolio tersebut memuat kumpulan prompt terbaik yang dapat digunakan untuk perangkat pembelajaran, perencanaan proyek, administrasi sekolah, hingga pembuatan media edukasi berbasis AI.

Dengan ini, setiap anggota—baik pemula maupun profesional—dapat belajar dan berkolaborasi lebih cepat.

Pembentukan grup “Prompting AI untuk Pendidikan dan Profesional” menjadi simbol semangat transformasi pada Hari Guru Nasional 2025. Para pendidik kini tidak hanya mengajar, tetapi juga mengembangkan kemampuan baru untuk menghadapi era digital.

Dengan kolaborasi lintas profesi, dukungan organisasi, serta pemanfaatan teknologi AI, grup ini diharapkan menjadi ruang inovasi yang memperkuat kualitas pendidikan Indonesia.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazio monza 5-1 olimpico seri a

    Lazio Raih Kemenangan Telak 5-1 atas Monza

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Roma, 9 Februari 2025 – Lazio berhasil meraih kemenangan yang sangat meyakinkan dengan skor 5-1 melawan Monza dalam pertandingan Serie A yang berlangsung di Stadio Olimpico. Kemenangan ini membawa Lazio kembali ke posisi keempat klasemen sementara Serie A, memperkuat harapan mereka untuk meraih tempat di kompetisi Eropa musim depan. Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, dan […]

  • Serina Belia Sabu, Larantuka, SMK Suradewa, Sampah Larantuka, Daur Ulang, Lingkungan Flores Timur, Pupuk Kompos, Pelajar Kreatif

    Serina Belia Sabu , Ajak Ubah Wajah Larantuka Melalui Pengelolaan Sampah Kreatif

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Serina Belia Sabu : Penulis Muda Flores Timur, Pelajar SMK Sura Dewa Larantuka
    • visibility 192
    • 0Komentar

    LARANTUKA – Masalah sampah di pesisir pantai dan pasar Kota Larantuka memantik perhatian serius dari Serina Belia Sabu, seorang pelajar dari SMK Suradewa Larantuka. Melalui pemikirannya, ia menegaskan bahwa tumpukan sisa konsumsi yang selama ini dianggap mengganggu pemandangan sebenarnya memiliki nilai guna jika dikelola dengan bijak. Menurut Serina, persoalan utama di Larantuka bukan sekadar jumlah […]

  • Cuaca tak bersahabat membuat peserta didik

    Fenomena Belajar Pada Cuaca Tak Bersahabat

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Rasanya wajar atau sesuatu  dianggap  wajar jika di saat cuaca  tak baik ini banyak peserta  didik yang  terlambat  datang ke sekolah  . Bukan karena tak ingin belajar tapi kondisi yang  tidak terlalu memungkinkan  , namun di tengah banyaknya tanggal  merah dalam kalender  masehi tahun 2024 maka memanfaatkan  waktu yang ada adalah keharusan. Pagi ini di […]

  • Pentingnya Belajar Sejarah Budaya Bagi Generasi Muda

    Pentingnya Belajar Sejarah Budaya Bagi Generasi Muda

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Mengetahui sejarah budaya sangat penting karena memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penting untuk mempelajari sejarah budaya: Pada keseluruhan, mempelajari sejarah budaya adalah kunci untuk memahami dunia di sekitar kita, menghargai perbedaan, dan melestarikan keberagaman budaya. Hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas kita, memperkaya kreativitas kita, memperkuat hubungan sosial, dan menjaga […]

  • Latihan Bengkel Seni Milenial Di SMK Sura Dewa Larantuka

    Bengkel Seni Milenial Tetap Semangat Berlatih Meski Diterpa Hujan

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Larantuka – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM) Suradewa School Vocational Larantuka saat menggelar latihan pada Senin, 8 September 2025. Meski cuaca kurang bersahabat dan hujan deras sempat mengguyur, para anggota BSM tetap melanjutkan latihan mereka sebagai persiapan menghadapi Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025. Biasanya, BSM berlatih di Belakang Terminal Weri […]

  • Minta Alfamart Kiupukan Bertanggung Jawab, PGRI TTU Kecam Video Viral Narasi Pencurian

    Minta Alfamart Kiupukan Bertanggung Jawab, PGRI TTU Kecam Video Viral Narasi Pencurian

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle T R
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Kefamenanu – Beredarnya potongan video rekaman CCTV dari salah satu gerai Alfamart di Kiupukan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang disertai narasi bahwa seorang kepala sekolah melakukan pencurian minyak goreng, menuai reaksi keras dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten TTU. Menanggapi kabar tersebut, PGRI TTU bergerak cepat dengan menemui kepala sekolah yang bersangkutan serta […]

expand_less