Prodi D-III Keperawatan STIKes Maranatha Gelar PKN Terintegrasi di Desa Baumata Utara
- account_circle Saverinus Suhardin : Dosen STIKES Maranatha Kupang, peneliti aktif, penulis media lokal dan nasional.
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

Program Studi Diploma III (D-III) Keperawatan STIKes Maranatha Kupang kembali menerjunkan mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan Praktik Kerja Nyata Terintegrasi (PKNT) Keperawatan Keluarga dan Gerontik.
Kegiatan yang melibatkan 45 mahasiswa Semester V ini dipusatkan di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, dan akan berlangsung selama dua minggu, mulai 19 hingga 31 Januari 2026.
Acara pembukaan kegiatan berlangsung khidmat di Kantor Desa Baumata Utara, Senin (19/1/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Taebenu yang diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan, Mina Cicilia Manimau, SE., MM., Kepala Puskesmas Baumata, drg. Rr Ayu Larasati, S.Kg, M.KM., serta Kepala Desa Baumata Utara, Pieter Aome beserta jajarannya.
Hadir juga pada kesempatan itu, Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., didampingi jajaran pimpinan struktural, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan Prodi D-III Keperawatan.
Implementasi Teori FCN dan Visi 2040
Koordinator Mata Kuliah, Saverinus Suhardin, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam gambaran umumnya menjelaskan bahwa PKN Terintegrasi ini menggabungkan dua fokus utama: Keperawatan Keluarga dan Keperawatan Gerontik (Lansia).
Saverinus menekankan pentingnya pendekatan Family Centered Nursing (FCN). “Sesuai teori FCN, kesehatan antaranggota keluarga itu saling memengaruhi. Jika keluarga berdaya secara kesehatan, maka status kesehatan masyarakat luas otomatis akan membaik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi perawatan lansia mengingat tren peningkatan populasi lanjut usia. Hal ini sejalan dengan Visi Prodi D-III Keperawatan STIKes Maranatha Kupang tahun 2040, yakni menjadi prodi yang unggul dalam perawatan lansia dengan penyakit kronis di komunitas berdasarkan kasih dan peka budaya.
“Kegiatan ini juga selaras dengan program pemerintah, mulai dari konsep Kampus Berdampak, Asta Cita, hingga program prioritas pemerintah daerah di bidang kesehatan,” tambah Saverinus.
Selama praktik, mahasiswa ditargetkan untuk memberikan edukasi kesehatan yang kontekstual serta memberdayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis riset terkini dengan memanfaatkan lahan tidur di pekarangan warga.
Apresiasi dan Pesan Etika
Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Taebenu, Puskesmas Baumata, dan khususnya Desa Baumata Utara. Ia mencatat, ini adalah kali keenam Prodi D-III Keperawatan dipercaya melakukan pengabdian di desa tersebut.
“Terima kasih atas kerja sama yang terjalin baik. Kepada para mahasiswa, manfaatkan waktu ini untuk belajar langsung dari keluarga binaan. Jaga sopan santun, junjung tinggi etika, dan bawalah diri sebagai calon perawat yang berlandaskan kasih dan peka budaya,” pesan Awaliyah saat menyerahkan 45 mahasiswa secara simbolis kepada pemerintah desa.
Dukungan Pemerintah Kecamatan
Mewakili Camat Taebenu, Kasi Pemberdayaan Mina Cicilia Manimau menyambut baik inisiatif STIKes Maranatha. Ia menilai kegiatan praktik yang berdampak langsung pada masyarakat sangat membantu pemerintah.
“Pemerintah sangat mendukung. Kami berharap STIKes Maranatha tidak hanya berhenti di Baumata Utara, tetapi ke depan bisa memperluas jangkauan ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Taebenu,” ujar Mina. Ia kemudian membuka kegiatan PKNT secara resmi.
Potret Data Desa dan Kesehatan
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan teknis. Kepala Desa Baumata Utara, Pieter Aome, memaparkan data demografi terbaru.
Ia menjelaskan bahwa Desa Baumata Utara terdiri dari 3 Dusun dengan total penduduk sebanyak 1.280 jiwa yang terhimpun dalam 309 Kepala Keluarga (KK). Persebaran penduduk tersebut meliputi Dusun I (95 KK), Dusun II (127 KK), dan Dusun III (87 KK).
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baumata, drg. Rr Ayu Larasati, memaparkan data kesehatan terkini. Ia menyoroti beberapa tantangan kesehatan di wilayah Baumata Utara, antara lain masih ditemukannya kasus stunting pada balita, prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) pada lansia, serta risiko penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, Puskesmas juga tengah mengejar target layanan 100% untuk suspek TB dan penanganan kesehatan jiwa (ODGJ) yang memerlukan kepatuhan minum obat.
Data-data ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa dalam menyusun intervensi keperawatan yang tepat sasaran selama dua minggu ke depan.
- Penulis: Saverinus Suhardin : Dosen STIKES Maranatha Kupang, peneliti aktif, penulis media lokal dan nasional.
- Editor: AI Editor - Gemini 3.0


Saat ini belum ada komentar