Guru Resah, PGRI TTU Minta Bersabar Terkait Keterlambatan Tunjangan Beras ASN
- account_circle Antonius Ruron
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 0
- comment 0 komentar

Sejumlah guru di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengaku resah karena tunjangan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bulan Januari dan Februari hingga kini belum dibagikan. Keterlambatan tersebut menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan guru yang selama ini mengandalkan tunjangan itu sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
Menanggapi keresahan tersebut, PGRI Kabupaten TTU bergerak cepat dengan berkomunikasi langsung kepada dinas terkait melalui pesan WhatsApp. Dari komunikasi tersebut diperoleh penjelasan bahwa hingga saat ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) belum memberikan izin prinsip kepada Bulog Atambua untuk menyalurkan beras ASN bulan Januari dan Februari.
Dalam pesan yang diterima, pihak dinas menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kesulitan para ASN dan terus mendesak Bulog Atambua agar penyaluran segera dilakukan. Namun, proses tersebut masih terkendala kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah juga menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan berasal dari pihak Pemkab TTU serta menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi.
Ketua PGRI Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae, mengimbau para guru untuk tetap bersabar dan memahami kondisi yang ada. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dinas terkait atas penjelasan yang telah diberikan secara terbuka.
“Kami berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan sehingga para guru dapat kembali menerima tunjangan beras sebagaimana mestinya,” ujarnya.
PGRI TTU memastikan akan terus mengawal informasi ini dan menjembatani komunikasi antara guru dan pemerintah, agar setiap perkembangan dapat segera diketahui bersama.
- Penulis: Antonius Ruron


Saat ini belum ada komentar