Kisah Pak Jasmito , Dari Guru Honorer Menuju Puncak Sukses Petani Organik
- account_circle Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 43
- print Cetak

MALANG – Pak Jasmito, sosok di balik PT Orgo Organic Farm, membuktikan bahwa dunia pertanian bukan sekadar urusan cangkul dan lumpur, melainkan ladang kesejahteraan yang menjanjikan. Mantan guru honorer ini sukses bertransformasi menjadi petani organik sekaligus konten kreator melalui bendera Orgomedia, dengan memanfaatkan tren video pendek di media sosial.
Perjalanan Jasmito dimulai dari kegemarannya menulis blog. Namun, menyadari perubahan perilaku konsumsi informasi, ia beradaptasi dengan memproduksi konten video di Facebook dan Instagram. Menurutnya, dokumentasi aktivitas pertanian dalam bentuk visual bukan hanya sekadar konten, melainkan alat promosi efektif untuk memperluas jaringan bisnis.
Dalam menjalankan usahanya, Jasmito menekankan pentingnya konsep pertanian terpadu. Ia berpendapat bahwa petani modern tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas tanaman. “Petani jagung, misalnya, harus memiliki ternak seperti sapi atau kambing. Jika hanya mengandalkan hasil panen jagung, keuntungan finansialnya sangat terbatas,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Fokus utama PT Orgo Organic Farm adalah pertanian organik. Pilihan ini didasari oleh efisiensi biaya produksi. Jasmito menilai pupuk organik lebih terjangkau dan ketersediaannya lebih stabil dibandingkan pupuk kimia yang harganya fluktuatif serta distribusinya sering terkendala. Meski demikian, ia mengakui bahwa perpaduan antara metode organik dan kimia secara proporsional tetap menjadi kombinasi terbaik dan terjangkau bagi petani.
Strategi Manajemen dan Peluang Ekonomi
- Manajemen Finansial: Petani harus mampu menekan biaya produksi dan memiliki strategi penjualan yang kompetitif.
- Adaptasi Teknologi: Penggunaan platform digital (Orgomedia) untuk edukasi dan pemasaran hasil panen.
- Kolaborasi: Membuka pintu bagi mahasiswa magang untuk belajar langsung di ekosistem kebunnya.
Menutup pembicaraan, Jasmito memberikan pesan kuat bagi generasi muda untuk tidak malu menjadi petani. Ia menegaskan bahwa pendapatan di atas UMR sangat mudah diraih di sektor ini. Penghasilannya saat ini diakui jauh melampaui masa-masa saat ia masih berprofesi sebagai guru honorer. Melalui video pendek yang menunjukkan cara menanam hingga proses packing, Jasmito terus menginspirasi bahwa pertanian adalah masa depan yang cerah.
- Penulis: Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
- Editor: Manual Editor




Saat ini belum ada komentar