Breaking News
light_mode
Trending Tags

Slamet Wakhyanto : Teknologi Berlari, Karakter Tertinggal ?

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 123
  • print Cetak

Opini Slamet Wakhyanto – Perkembangan teknologi digital saat ini begitu cepat, nyaris tanpa jeda. Generasi muda akrab dengan gawai sejak usia dini, terbiasa dengan akses instan, dan hidup dalam arus deras informasi. Namun di tengah laju teknologi yang berlari kencang, ada pertanyaan besar yang patut kita renungkan: apakah karakter generasi kita ikut melaju, atau justru tertinggal jauh di belakang?

Sebagai guru dan pemerhati pendidikan, saya menyaksikan betapa cepatnya teknologi merambah ruang kelas. Anak-anak kita begitu lincah berselancar di dunia digital, tetapi pertanyaan penting muncul: apakah kemajuan teknologi ini diiringi dengan pertumbuhan karakter yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional? Pertanyaan ini semakin urgen ketika kita bicara tentang Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam dan delapan profil lulusan yang menjadi kompas arah pendidikan.

Karakter: inti dari Profil Lulusan
Delapan profil lulusan yang dijabarkan dari Profil Pelajar Pancasila sesungguhnya menekankan keseimbangan antara kecakapan abad ke-21 dan karakter. Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Semua dimensi ini adalah fondasi karakter yang harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi.

Thomas Lickona menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah upaya sadar untuk membantu siswa “mengenal yang baik, mencintai yang baik, dan melakukan yang baik.” (Lickona, Character Matters, 2004). Jika pendidikan kita hanya menekankan literasi digital tanpa penguatan karakter, maka kemajuan teknologi justru berisiko melahirkan generasi yang cerdas secara digital tetapi rapuh secara moral.

Pembelajaran mendalam: lebih dari sekadar menguasai konten
Kurikulum Merdeka menekankan deep learning—pembelajaran yang menekankan keterkaitan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Howard Gardner melalui gagasan Five Minds for the Future (2007) mengingatkan pentingnya ethical mind dan respectful mind sebagai dua kecerdasan yang harus tumbuh di abad digital. Siswa tidak cukup sekadar mahir mengoperasikan teknologi, mereka juga harus bijak, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain.

UNESCO (2023) juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi di pendidikan harus berpijak pada visi humanistik: teknologi sebagai alat untuk memperkuat nilai kemanusiaan, bukan sekadar sarana transfer informasi. Tanpa visi ini, teknologi berpotensi menggerus esensi pendidikan.
Tantangan di lapangan

Sebagai guru, saya melihat ada jurang nyata. Di satu sisi, siswa cepat beradaptasi dengan aplikasi, platform daring, atau bahkan kecerdasan buatan. Di sisi lain, kasus seperti plagiarisme, ujaran kebencian di media sosial, hingga rendahnya empati dalam interaksi sehari-hari menunjukkan bahwa karakter belum tumbuh secepat teknologi. Anies Baswedan, ketika menjabat Mendikbud, pernah menegaskan bahwa “pendidikan bukan hanya tentang menguasai pengetahuan, tetapi membentuk manusia merdeka yang berkarakter.” (Kemendikbud, 2016).

Kesenjangan ini juga terlihat ketika proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mengintegrasikan nilai dan teknologi. Padahal, P5 bisa menjadi wahana strategis untuk mengajarkan literasi digital sekaligus nilai. Misalnya, siswa membuat kampanye digital anti-hoaks atau proyek kewirausahaan sosial berbasis teknologi lokal.

Jalan keluar: menyeimbangkan lari teknologi dengan lompatan karakter
Agar delapan profil lulusan benar-benar terwujud, maka pembelajaran mendalam perlu:
1.Mengintegrasikan teknologi dan nilai. Tugas berbasis teknologi harus selalu dikaitkan dengan dimensi karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan gotong royong.
2.Menekankan refleksi. Setiap aktivitas digital perlu diikuti refleksi: apa dampaknya bagi diri, orang lain, dan bangsa.
3.Kolaborasi orang tua, guru, dan masyarakat. Karakter bukan hanya dibentuk di kelas, tetapi di rumah dan lingkungan sosial.
4.Pembelajaran berbasis projek yang kontekstual. Projek harus menantang siswa untuk tidak hanya berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dan nasionalisme.

Teknologi memang berlari kencang. Tetapi pendidikan karakter harus menjadi kompas yang memastikan arah lari itu menuju tujuan yang benar. Dengan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam, delapan profil lulusan bisa benar-benar diwujudkan: bukan hanya generasi cerdas digital, tetapi generasi yang berlandaskan pada dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Hal ini sejalan dengan penerapan beriman, berakhlak, mandiri, kritis, kreatif, gotong royong, terbuka pada dunia, dan tetap mencintai tanah air.
Jika karakter memimpin, maka teknologi akan menjadi sahabat peradaban; jika karakter tertinggal, maka teknologi hanya akan mempercepat kehilangan arah.
(Penulis : Slamet Wakhyanto , SMAN Kelubagolit )

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • OSIS SMK Sura Dewa Larantuka Kunjungi Panti, Tebar Kepedulian Sosial

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Birgita Date Lamanepa : Penulis Muda Flores Timur , Pelajar SMK Sura Dewa Larantuka
    • visibility 197
    • 0Komentar

    LARANTUKA – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Sura Dewa Larantuka menggelar kunjungan kasih ke salah satu panti asuhan di Kota Larantuka pada Sabtu (10/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kerohanian untuk mempererat tali persaudaraan dengan anak-anak yang membutuhkan. Dalam kunjungan tersebut, para pengurus yang didampingi […]

  • Nara Teater Persiapkan Pentas Ibu Tanah Di Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Nara Teater asuhan Silvester Petara Hurit akan mementaskan teater dengan judul “Ibu Tanah” di tahun 2025. Karya ini rencananya akan dipentaskan di Flores Timur daratan, Solor, Adonara dan Lembata. Pentas “Ibu Tanah” lahir dari pembacaan akan pengalaman traumatik sejarah yakni konflik panjang perang saudara akibat adu-domba bangsa kolonial Eropa terutama Belanda. Ingatan kelam akan konflik […]

  • Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agaman Lukman Hakim Saifuddin mengecam aksi penembakan di dua masjid di Christchurch, New Zealand. Dia mengatakan aksi terorisme itu bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019). Lukman mengatakan aksi terorisme tidak dibenarkan dalam ajaran agama apa pun. Jadi, […]

  • PGRI Kabupaten TTU Peringati HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle T R
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kefamenanu, 25 November 2025 — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara menyelenggarakan Upacara Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di SDN Anggur, Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu. Asisten I Setda Kabupaten TTU, Drs. Yosep Kuabib selaku Pembina Upacara, mewakili Bupati TTU. Upacara ini dihadiri oleh seluruh guru dari PGRI […]

  • Jadwal Imsak Ramadhan 1445 H Kabupaten Flores Timur

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jadwal imsak adalah waktu yang ditetapkan untuk memulai puasa pada bulan Ramadan. Imsak adalah waktu terakhir di mana seseorang masih diperbolehkan makan dan minum sebelum memulai puasa pada waktu subuh. Jadwal imsak biasanya diberikan dalam kalender Ramadan dan disesuaikan dengan lokasi geografis masing-masing. Jadwal imsak berbeda-beda di setiap daerah karena tergantung pada waktu terbitnya matahari […]

  • Donasi Al-Qur’an Dari Bapak Iswahyudiharto Diterima TPQ Al-Ikhlas Delang

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Flores Timur – TPQ Al-Ikhlas Delang, Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, menerima Donasi Al-Qur’an dari Bapak Iswahyudiharto . Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui Bu Foni Kurniyati dan disambut hangat oleh pengelola TPQ, Bu Eka Utami Ningsih. TPQ Al-Ikhlas yang memiliki puluhan santri ini selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan Al-Qur’an di […]

expand_less
Exit mobile version