Pentingnya Teater Pelajar: Bengkel Seni Milenial Angkat Suara Remaja Lewat Panggung
- account_circle yansurachman
- calendar_month Senin, 8 Sep 2025
- visibility 125
- print Cetak

Larantuka – Pentingnya teater pelajar semakin terasa ketika panggung menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda. Bengkel Seni Milenial (BSM) Suradewa School Vocational Larantuka kembali menghadirkan karya terbaru yang mengangkat tema remaja menjelang Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025.
Dalam naskah terbarunya, BSM menyoroti realitas pendidikan dan kegelisahan remaja. Sebuah potongan dialog menyindir, “Bahkan mereka tidak tahu kalau kami main teater. Iya kalau urusan dana BOS, pasti semangat.” Kalimat tersebut menggambarkan keresahan peserta didik yang sering merasa luput dari perhatian, sementara birokrasi pendidikan kerap lebih dominan.
BSM sebelumnya sukses membawakan karya berjudul Main Gila pada tahun 2022, yang kemudian terpilih masuk dalam Antologi Naskah Teater Anak dan Remaja Dewan Kesenian Jakarta. Karya tersebut bahkan dipentaskan di Flores Timur hingga Jakarta, sebuah pencapaian besar bagi komunitas seni kecil di daerah.
Menurut para pegiat BSM, pentingnya teater pelajar terletak pada kemampuannya menghadirkan suara remaja secara jujur. Persoalan remaja yang terus berubah dari tahun ke tahun membutuhkan media ekspresi yang relevan. Teater tidak harus menjadi solusi, melainkan ruang dialog antara remaja, masyarakat, dan kehidupan itu sendiri.
“Yang lebih paham dunia remaja adalah remaja itu sendiri. Teater menjadi jembatan, tempat mereka berbicara tanpa digurui,” ungkap salah satu penggerak BSM.
Dengan semangat itu, Bengkel Seni Milenial SMK Suradewa siap tampil dalam Festival Teater Pelajar Flores Timur 2025. Panggung mereka diharapkan bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga refleksi atas pentingnya teater pelajar sebagai sarana mendengar, memahami, dan merangkul suara generasi muda.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

