Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemuda Ini Harus Melakukan Perjalanan 1.334 KM Sebelum Akhirnya Diangkat Menjadi PNS Dosen Di Universitas Terkemuka

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
  • visibility 199
  • print Cetak

Antonius Ruron kini menjadi PNS Dosen Di Universitas Timor, dia bercerita kepada “Redaksi” tentang kisahnya yang menempuh 1.334 KM sebelum menerima pengumuman kelulusan. Ternyata jarak ribuan kilometer yang dia tempuh itu adalah kisahnya bermotor dari Larantuka (ujung timur Pulau Flores) – Labuan Bajo (ujung barat Pulau Flores) PP, berikut detailnya.

Ide motoran ke Labuan Bajo itu muncul tiga hari sebelum hari keberangkatan. Hari Jumat sore waktu itu. Tidak banyak pertimbangan karena sepertinya menarik untuk dieksekusi. Menantang dan terpenting tujuannya adalah Labuan Bajo. Walaupun jarak di google maps 667 KM. Lahir dan tumbuh besar di Flores lalu tidak pernah ke Labuan Bajo itu kayaknya kuno dan tergolong manusia lemah.

Sabtu pagi saya ke bengkel, servis motor FreeGo 125 cc yang akan kami kendarai. Ganti oli, ganti kampas rem, ganti ban. Istri di rumah mempersiapkan pakaian dan barang bawaan yang diperlukan selama perjalanan. Barang yang dipersiapkan sehemat mungkin, mengingat perjalanan menggunakan sepeda motor.

Sabtu sore kita tetap olahraga seperti biasanya. Sepedaan dan jogging. Fisik yang prima menjadi modal utama menjalankan rencana ini. Apalagi perjalanan low budget pastinya akan sangat menguras fisik.

Hari minggu kita lanjutkan persiapan, beberes rumah biar dtinggal dalam keadaan rapih. Motor dicuci bersih, penuhkan tangki bensin dan pastikan semua dalam keadaan normal. Persiapan bekal untuk makan di perjalanan lalu lanjut istirahat yang cukup.

Senin pagi jam 04.00 kami bangun dan bersiap jalan. Jam 05.00 kami keluar dari Kota Larantuka. Mulai menyusuri jalan terpanjang di Pulau Flores. Melewati tempat yang belum pernah kami lewati sebelumnya. Petualangan tanpa banyak rencana A dan B. Hanya gagasan, persiapan singkat dan pergi.

Satu jam perjalanan kami melewati lembah Hokeng. Gunung Lewotobi yang waktu itu masih tenang dan tenteram menyambut dengan hawa dinginya. Istirahat pertama di perjalanan ini di gapura perbatasan Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Karena bangun kepagian dan hawa dingin khas daerah pegunungan membuat ngantuk. Perjalanan kami lanjutkan 20 menit kemudian.

Sekira pukul 07.30 kami memasuki Kota Maumere, perhentian berikutnya di SPBU. Butuh Rp. 22.000,- untuk mengisi bensin sampai penuh kembali. Karena sepertinya masih mengantuk, kami mampir ke rumah kerabat. Sarapan pagi di sana, kemudian tidur dulu sekitar 1 jaman. Selow – selow. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke Ende tepat jam 10.00. Matahari mulai teriknya, melewati jalan berkelok-kelok tanjakan dan turunan daerah Nita.

Sempat beberapa kali berhenti, sekedar meluruskan kaki sebelum tiba di SPBU Wolowaru. Kali ini butuh Rp. 28.000,- untuk mengisi bensin hingga penuh tangki motor. Jalan yang berkelok-kelok dan menanjak membuat konsumsi bensin lebih boros. Kira-kira pukul 12.00 siang saat itu, kami kemudian melanjutkan perjalanan sembari mencari tempat terbaik untuk makan siang, bekal yang sudah kami bawa dari rumah.

Wilayah perbukitan kaki gunung kelimutu jadi pilihan tempat makan siang. Kabut mulai memperpendek jarak pandang. Saat yang tepat untuk beristirahat dan makan siang. Kami menepi di area kiri jalan. Sebelah kanan tebing lumayan tinggi dan beberapa meter di sebelah kiri jurang yang dalam. Saat itu tidak sedang hujan, jadi sepertinya aman.

Perjalanan kami lanjutkan. Melewati punggung perbukitan, berkabut. Banyak sekali buah-buahan segar dan sayur mayur yang dijual di pinggir jalan. Setelah dari situ mulai medan turunan cukup panjang menuju pantai. Dari arah gunung menurun menuju kota Ende, pinggir pantai. Kami tiba di Ende sekitar jam 02.00 siang. (bersambung)

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gemini 3.0 vs ChatGPT 5.1, perbandingan AI 2025, Amanda Caswell Tom's Guide, benchmark AI, kemampuan coding AI, akurasi multimodal, teknologi Google Gemini

    Gemini 3.0 Lebih Unggul dari ChatGPT 5.1 ?

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tin Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Dalam sebuah tinjauan mendalam yang dipublikasikan oleh Tom’s Guide, editor AI Amanda Caswell melakukan serangkaian uji coba ketat untuk membandingkan dua model bahasa besar (LLM) terbaru yang baru saja diluncurkan: Gemini 3.0 dari Google dan ChatGPT 5.1 dari OpenAI. Berdasarkan hasil pengujian yang mencakup interpretasi visual, kemampuan coding, hingga penalaran logis, Gemini 3.0 dinyatakan keluar […]

  • Peran Matematika Dalam Seni Kerajinan Budaya Lokal

    Peran Matematika Dalam Seni Kerajinan Budaya Lokal

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Meskipun pada pandangan awal, matematika dan seni kerajinan budaya lokal mungkin terlihat berbeda, namun sebenarnya matematika memainkan peran penting dalam proses kreatif dan pembuatan seni kerajinan. Berikut adalah beberapa contoh peran matematika dalam seni kerajinan budaya lokal: Dalam kesimpulannya, matematika memiliki peran penting dalam seni kerajinan budaya lokal. Melalui konsep proporsi, pola, simetri, pengukuran, dan […]

  • Stipas reinha larantuka berikan pelatihan psikologi di tanjung bunga

    Suster Ketua STIPAS Reinha Larantuka Berikan Pendampingan Psikologi Belajar Di Tanjung Bunga

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Lembaga perguruan agama Katolik Sekolah Tinggi Pastoral – STIPAS Reinha Larantuka – sangat konsisten dalam menjalankan beragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam beragam bentuk pelayanan kreatif berpastoral sesuai dengan visi Kristiani. Lembaga perguruan tinggi ini juga telah menghasilkan output lulusan guru agama katolik yang berkompeten dan berdedikasi dalam karya dan pengabdian baik dalam lingkup […]

  • saverinus suhardin stikes maranatha

    Stikes Maranatha : Sinergi Kampus dan Pemerintah Dalam Percepatan Penanganan Stunting di NTT

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Upaya percepatan penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin diperkuat dengan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan STIKes Maranatha Kupang. Keduanya menggelar edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi buruk, stunting, dan penyakit menular. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/05/2025) di aula kampus STIKes Maranatha Kupang ini dihadiri oleh jajaran pimpinan […]

  • Hari Pendidikan Nasional 2026, Komunitas Jejak Zaman, Literasi Pelajar Indonesia, Lomba Menulis Nasional, Forum TBM Flores Timur, Kompetisi Menulis Siswa

    Ramaikan Hardiknas 2026, Komunitas Jejak Zaman Gelar Lomba Menulis “Aku, Guruku, dan MBG” untuk Pelajar

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle ;Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus memperingati hari jadi ke-3 Komunitas Jejak Zaman, sebuah inisiatif literasi bertajuk Lomba Menulis Aku Guruku dan MBG resmi diluncurkan. Kompetisi ini ditujukan khusus bagi pelajar tingkat SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat di seluruh Indonesia sebagai wadah untuk mengekspresikan gagasan serta pengalaman mereka dalam dunia pendidikan. Peserta ditantang […]

  • Keterkaitan Budaya Dengan Lisensi Creative Common

    Keterkaitan Budaya Dengan Lisensi Creative Common

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Budaya dan lisensi Creative Commons memiliki keterkaitan yang erat. Berikut adalah beberapa cara di mana budaya terkait dengan penggunaan lisensi Creative Commons: Dengan demikian, lisensi Creative Commons mendukung budaya berbagi, partisipatif, dan inovatif. Hal ini memperkuat pengakuan terhadap karya budaya, mempromosikan keberagaman budaya, dan memberikan akses terbuka ke kekayaan budaya bagi masyarakat secara keseluruhan.

expand_less