Breaking News
light_mode
Trending Tags

Refleksi Isu Ketidakadilan, Nonton Bareng Film Pesta Babi di Larantuka Berjalan Tanpa Ricuh

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • print Cetak

LARANTUKA – Gelombang diskusi kritis mengenai isu hak asasi manusia kembali bergulir di Flores Timur. Pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, komunitas anak muda Nagi Runner sukses menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (Nobar) dan diskusi film dokumenter kontroversial berjudul Film Pesta Babi. Bertempat di salah satu kediaman warga, acara ini menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis lingkungan, jurnalis, hingga masyarakat umum.

Film garapan sutradara Dandhy Laksono ini membedah realita pahit di Papua, yang menggambarkan bagaimana eksploitasi lahan secara besar-besaran berdampak pada rusaknya ekosistem dan hilangnya ruang hidup masyarakat adat. Melalui narasi visual yang tajam, film ini menyoroti hubungan kompleks antara penguasa dan pengusaha dalam menguasai tanah rakyat. Tagline ikonik dalam film tersebut, “Papua Bukan Tanah Kosong,” menjadi pemantik diskusi yang emosional di antara para penonton di Larantuka.

Moh Zaini Ratuloli mencatat bahwa meskipun di beberapa daerah lain pemutaran film ini sempat mendapatkan pelarangan, di Flores Timur kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Dalam sesi diskusi, para peserta merefleksikan relevansi isu di Papua dengan kondisi lingkungan yang terjadi di Flores Timur dan Lembata. Peserta diajak untuk waspada terhadap potensi ketidakadilan serupa yang bisa mengancam kedaulatan tanah lokal.

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang refleksi bersama untuk mempertanyakan sejauh mana negara benar-benar menegakkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat sila kelima Pancasila. Melalui dokumenter ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga ekosistem kehidupan dan tetap kritis terhadap setiap kebijakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan di seluruh pelosok negeri.

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
  • Editor: Manual Editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Celyn Telum sosok anggota aktif bengkel seni milenial

    Mengenal Sosok Celyn Teluma , Bintang Muda Bengkel Seni Milenial yang Bicara Lewat Hati

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Larantuka – Dalam gelap yang temaram dan cahaya seadanya, seorang gadis muda bernama Celyn Teluma tampil dengan sepenuh hati di atas panggung sederhana. Tanpa musik, tanpa tata cahaya megah, ia menyampaikan monolog karyanya sendiri—sebuah kisah tentang kegelisahan, kekuatan, dan cinta orang tua. Celyn adalah salah satu anggota aktif Bengkel Seni Milenial di Suradewa School Vocational […]

  • Pentingnya Apresiasi Kepada Anak Didik Dalam Lembaga Pendidikan

    Pentingnya Apresiasi Kepada Anak Didik Dalam Lembaga Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Apresiasi merupakan hal yang sangat penting dalam lembaga pendidikan terhadap anak didik. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa apresiasi penting dalam konteks pendidikan: Dalam kesimpulannya, apresiasi adalah faktor penting dalam lembaga pendidikan karena dapat meningkatkan motivasi, membangun kepercayaan diri, mendorong pembelajaran yang efektif, meningkatkan hubungan guru-anak didik, menciptakan suasana belajar yang positif, dan membangun pemahaman […]

  • Alat Transportasi Sebagai Simbol Kemajuan Pendidikan

    Alat Transportasi Sebagai Simbol Kemajuan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Alat transportasi juga dapat menjadi simbol kemajuan pendidikan dalam berbagai cara. Berikut adalah beberapa contoh: Alat transportasi sebagai simbol kemajuan pendidikan menggambarkan pentingnya aksesibilitas, kesetaraan, dan inklusi dalam pendidikan. Mereka menunjukkan komitmen untuk meningkatkan akses dan kesempatan bagi semua individu untuk mengembangkan potensi mereka melalui pendidikan.

  • SMK Sura Dewa, Aminawati Syaban, kejuaraan silat nasional, prestasi siswa SMK, pendidikan karakter, Perisai Diri, pencak silat Indonesia

    Aminawati Syaban, Siswi SMK Sura Dewa Melaju ke Kejuaraan Silat Nasional

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Aminawati Syaban, yang saat ini duduk di bangku kelas 11 Keperawatan A SMK Sura Dewa, telah membuktikan bahwa dedikasi tinggi membuahkan hasil manis. Sebagai anggota perguruan Perisai Diri, ketekunan dan kerja kerasnya selama ini telah membuka pintu peluang prestasi yang lebih luas. Kesempatan emas ini bermula setelah Aminawati mengikuti agenda kegiatan silat di Ende beberapa […]

  • Komunitas Wolosina, Anjelina M Triyani Tukan, Desa Bantala, Rumah Energi Matahari, Business Plan, Ekonomi Produktif, Flores Timur, Energi Terbarukan

    Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka
    • visibility 32
    • 0Komentar

    FLORES TIMUR – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal terus diperkuat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pada Kamis, 7 Mei 2026, Komunitas Wolosina Watoboki bersama kelompok Riang Lela dari Desa Bantala secara resmi merancang business plan sebagai langkah strategis dalam membuka peluang usaha ekonomi produktif yang mandiri dan berkelanjutan. Pertemuan yang berlangsung di Rumah […]

  • Paguyuban Keluarga Jawa Larantuka menangkan karnaval HUT RI 80 di Flores Timur

    Paguyuban Keluarga Jawa Meriahkan Karnaval HUT RI di Larantuka

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Larantuka – Paguyuban Keluarga Jawa (PKJ) kembali menunjukkan eksistensinya dalam Karnaval HUT RI di Kota Larantuka, Flores Timur. Sebagai wadah perantau asal Pulau Jawa yang menetap di Larantuka, PKJ tampil memukau dengan berbagai kreasi barisan yang memadukan budaya, hiburan, dan kekhasan identitas Jawa. Dalam karnaval kali ini, Paguyuban Keluarga Jawa menghadirkan beberapa formasi barisan, mulai […]

expand_less