Mengenal Sosok Celyn Teluma , Bintang Muda Bengkel Seni Milenial yang Bicara Lewat Hati
- account_circle yansurachman
- calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
- visibility 192
- print Cetak

Larantuka – Dalam gelap yang temaram dan cahaya seadanya, seorang gadis muda bernama Celyn Teluma tampil dengan sepenuh hati di atas panggung sederhana. Tanpa musik, tanpa tata cahaya megah, ia menyampaikan monolog karyanya sendiri—sebuah kisah tentang kegelisahan, kekuatan, dan cinta orang tua.
Celyn adalah salah satu anggota aktif Bengkel Seni Milenial di Suradewa School Vocational Larantuka, sebuah wadah pembinaan seni yang digagas oleh Moh Zaini Ratuloli. Melalui komunitas ini, para pelajar dan seniman muda diajak menemukan suara batin mereka dan menyalurkannya lewat seni pertunjukan.
Malam itu, Celyn menyampaikan monolog yang ia tulis sendiri, berisi curahan hati tentang dunia yang kerap meremehkan dan membully mimpi anak muda. Dengan suara bergetar dan mata berbinar, ia berkata sebelum tampil, “Pak, saya sebentar dulu, masih tunggu Bapak sama Mama.”
Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa pentingnya dukungan keluarga baginya. Dalam penampilannya, Celyn menceritakan bahwa cinta dan kehadiran orang tua menjadi kekuatan untuk terus bertahan di tengah kerasnya dunia.
“Setiap anak punya potensi masing-masing. Tidak adil jika orang dewasa justru meremehkan atau bahkan membully mimpi mereka,” tulis Moh Zaini Ratuloli dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa apa yang disampaikan dengan hati, akan sampai pula ke hati. Penampilan Celyn malam itu menjadi bukti nyata—bahwa kejujuran dalam berkarya mampu menggugah siapa pun yang mendengarnya.
Dalam suasana panggung yang redup, monolog Celyn berhasil menyedot perhatian. Tak butuh alat musik atau tata panggung megah—hanya hati yang tulus dan semangat yang menyala.
“Bintang akan tetap bersinar, meski gelap malam. Tetap semangat meraih cita-cita, Celyn,” tutup Zaini dalam refleksinya.
Melalui Bengkel Seni Milenial, Zaini dan para pembina lainnya berkomitmen untuk menciptakan ruang aman dan inspiratif bagi anak muda seperti Celyn agar berani berbicara, berkreasi, dan memperjuangkan mimpi mereka.
Celyn Teluma kini menjadi contoh bahwa keberanian untuk mengekspresikan diri, meski dengan segala keterbatasan, adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


