Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebudayaan » Pentas Bertemakan Pelakor , BSM SMK Suradewa Bikin Heboh Di Riangpuho

Pentas Bertemakan Pelakor , BSM SMK Suradewa Bikin Heboh Di Riangpuho

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Senin, 10 Juni 2024, menjadi hari yang istimewa bagi kelompok teater Bengkel Seni Millenial ( BSM SMK Suradewa ) yang kembali menggelar tur pentasnya, kali ini di Riang Puho. Dalam pertunjukan tersebut, BSM menyuguhkan karya yang sangat unik dan berhasil memukau penonton. Pentas kali ini mengangkat tema pelakor, yang bercerita tentang para perempuan pelakor mengeluarkan keluh kesahnya di sebuah kafe bernama Cafe Janda.

Keberangkatan BSM dimulai dari rumah pembina mereka pada pukul 10:54 WITA. Perjalanan menuju lokasi pentas di Riang Puho memakan waktu sekitar dua setengah jam, dan mereka tiba pada pukul 13:30 WITA. Tapi BSM memiliki kendala, seperti masalah kehadiran beberapa anggota yang kurang tertib saat latihan. Namun, semangat dan dedikasi mereka tidak surut. Hal ini terbukti dengan antusiasme penonton yang begitu tinggi terhadap hasil penampilan mereka.

Cerita dalam pentas ini dimulai dengan pembina BSM membacakan sinopsis karya yang akan dipertunjukkan. Sinopsis tersebut mengisahkan tentang kehidupan para pelakor yang kerap kali mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Namun, di Cafe Janda, mereka memiliki ruang untuk berbicara dan menyampaikan perasaan mereka. Setelah sinopsis dibacakan, para pemeran dari BSM yang berperan sebagai pelakor mulai tampil di panggung. Awalnya, suasana pertunjukan tidak terlalu heboh hingga seorang anak bernama Riski masuk dan memerankan karakternya dengan sangat baik. Penampilan Riski yang begitu memukau mampu menghidupkan suasana dan menarik perhatian penonton.

Penampilan Riski menjadi titik balik dalam pertunjukan tersebut. Dengan ekspresi yang kuat dan penghayatan yang mendalam, Riski berhasil membawa cerita ke puncak emosional. Penonton terhanyut dalam alur cerita yang mengisahkan berbagai keluh kesah dan perjuangan para pelakor yang selama ini tidak pernah didengar. Lewat penampilan ini, BSM berhasil menyampaikan pesan moral yang mendalam bahwa setiap orang memiliki cerita dan alasan di balik tindakan mereka, yang sering kali tidak dipahami oleh orang lain.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Math Captcha
16 + = 17


Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Buku Cetak Dalam Era Society 5.0

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Dalam era Society 5.0, di mana teknologi digital dan konektivitas semakin dominan, buku cetak tetap memainkan peran yang signifikan. Meskipun ada peningkatan penggunaan buku elektronik dan konten digital, berikut adalah beberapa peran penting buku cetak dalam era Society 5.0: Dalam era Society 5.0, buku cetak tetap relevan dan berperan dalam menyediakan aksesibilitas, pengalaman membaca yang […]

  • Penyaluran Bantuan Tahap 1 bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi oleh Komunitas Guru Garis Depan Kabupaten Flores Timur

    • calendar_month Kam, 14 Nov 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Flores Timur, 12 November 2024 – Komunitas Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Flores Timur bersama PGRI Flores Timur dan Komunitas Pewarta menyalurkan bantuan tahap pertama bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Bantuan ini diserahkan pada Selasa, 12 November 2024, di dua posko pengungsian utama, yaitu Posko Ile Gerong dan Posko Kobasoma. Bantuan yang diberikan meliputi […]

  • Catatan Seniman Zaeni Boli Untuk Pertunjukkan Herman Johannes Di Larantuka

    • calendar_month Rab, 11 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Hal paling membahagiakan adalah pertunjukan kami ( Zaeni Boli ) bisa disaksikan langsung oleh Ibu Rita Matu Mona dari Teater Koma, kurator dari program ini . Pasti banyak dari publik di Flores Timur yang tak mengenalnya saya pun begitu . Hal itu bisa dianggap wajar karena teater atau seni pertunjukan tidak terlalu populer di tempat […]

  • Makan Bergizi Gratis : Menanam Gizi Menuai , Generasi Cerdas

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 33
    • 0Komentar

    “Anak-anak adalah bunga bangsa. Jika kita ingin melihat masa depan yang cerah, maka pupuklah mereka dengan gizi dan pendidikan yang layak.” – B.J. Habibie Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi sorotan publik, sejatinya adalah upaya menghadirkan keadilan pendidikan dari hal paling mendasar: perut yang kenyang dengan makanan sehat. Gizi bukan hanya soal kesehatan, […]

  • Kebudayaan Dunia Yang Menunjukkan Sikap Menjaga Kebersihan Lingkungan

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Ada beberapa contoh kebudayaan di dunia yang menunjukkan sikap yang kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Berikut adalah beberapa contoh: Perlu diingat bahwa sikap menjaga kebersihan lingkungan tidak terbatas pada kebudayaan tertentu. Banyak masyarakat di seluruh dunia, terlepas dari latar belakang budaya mereka, semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengambil langkah-langkah untuk melakukannya.

  • Nara Teater : Imam Sabaladak

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Press release : Imam Sabadalak produksi Nara Teater (2025) berisi percakapan-percakapan para imam dengan siswa sekolah rumah ibadah negeri Sabadalak. Para Imam menyampaikan ajaran-ajaran hidup dengan penuh kuasa kepada para siswa sebagai calon pemimpin. Maksud pengajarannya jelas yakni supaya kelompok para imam ini terus berkuasa dalam segala keagungannya. Caranya dengan tetap membuat masyarakat betah dengan […]

expand_less
Exit mobile version