HUT RI ke-80, PGRI Flores Timur Minta Presiden Prabowo Perhatikan Guru Honor di Sekolah Swasta
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sen, 18 Agu 2025
- visibility 23
- comment 0 komentar

Flores Timur – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi PGRI Flores Timur untuk menyuarakan aspirasi para pendidik. Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberikan perhatian lebih kepada guru honor yang mengabdi di sekolah swasta.
Menurut Maksimus, keberadaan guru honor di sekolah swasta memiliki peran vital dalam dunia pendidikan, sama seperti guru di sekolah negeri. Namun, kesejahteraan mereka masih jauh dari layak. Rata-rata, gaji yang diterima masih di bawah Rp1 juta per bulan.
“Guru honor di sekolah swasta bekerja dengan penuh dedikasi, tetapi kesejahteraan mereka belum diperhatikan serius. Lebih ironis lagi, mereka tidak memiliki kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ujar Maksimus, Minggu (17/8/2025).
Meski mengapresiasi langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang sudah menunjukkan perhatian besar terhadap mutu pendidikan dan kesejahteraan guru negeri, PGRI Flores Timur menilai hal itu belum sepenuhnya menyentuh guru honor swasta.
“Kami sangat berterima kasih atas komitmen Presiden dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Namun, masih ada satu hal yang belum tersentuh, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada guru honor swasta untuk ikut seleksi PPPK,” tegasnya.
Selain kepada Presiden, Maksimus juga menitipkan harapan kepada DPR RI agar terus memperjuangkan aspirasi guru honor swasta di tingkat nasional. Menurutnya, DPR memiliki peran penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil bagi mereka.
“DPR RI jangan pernah lelah mendorong pemerintah mengambil keputusan yang bijak demi masa depan guru honor swasta. Ada yang sudah mengabdi puluhan tahun, tapi belum pernah mendapat kesempatan layak,” ujarnya.
Ketua PGRI Flores Timur menegaskan bahwa keadilan dalam pendidikan harus menyentuh semua lapisan. Guru honor swasta juga mendidik anak bangsa dengan sepenuh hati, sehingga wajar jika mereka mendapat pengakuan dan kesempatan setara.
“Sudah saatnya pemerintah memikirkan solusi tepat agar guru honor swasta memperoleh keadilan. Mereka sama-sama berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Maksimus.
Ia berharap, momentum HUT RI ke-80 dapat menjadi titik tolak lahirnya kebijakan baru yang lebih inklusif, sehingga seluruh guru—baik negeri maupun swasta—bisa merasakan kesejahteraan yang setara dan bersama-sama membangun generasi menuju Indonesia Maju.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Saat ini belum ada komentar