Bengkel Seni Milenial Hidupkan Kembali ‘Nyanyian Angsa’ W.S. Rendra
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

LARANTUKA – Komunitas kreatif Bengkel Seni Milenial (BSM) dari SMK Sura Dewa tengah mempersiapkan sebuah pementasan teatrikal yang emosional. Mereka menghidupkan kembali naskah legendaris karya W.S. Rendra bertajuk “Nyanyian Angsa”, sebuah kisah tentang perjuangan Maria Zaitun mencari pertobatan di akhir hayatnya.
Latihan intensif telah berlangsung pada 13 dan 14 Februari 2026 di lingkungan sekolah. Para anggota Bengkel Seni Milenial tampak antusias mendalami karakter-karakter kompleks dalam naskah tersebut. Pementasan ini merupakan bagian dari program tur seni yang direncanakan akan berkeliling ke berbagai wilayah pada tahun 2026 mendatang.
Tujuan pertama dari tur pementasan ini adalah SMPN Riangpuho di wilayah Tanjung Bunga. Melalui pertunjukan yang dikemas secara sederhana namun mendalam, BSM berupaya membawa pesan kemanusiaan dan refleksi diri ke tengah masyarakat pendidikan.
Sutradara pementasan menekankan pentingnya pendalaman karakter bagi setiap pemain. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk kualitas estetika, tetapi juga demi tujuan utama pementasan:
- Menumbuhkan Empati: Memahami sisi kemanusiaan dari sosok perempuan yang sering terpinggirkan.
- Edukasi Seni: Memperkenalkan kembali karya-karya sastra besar Indonesia kepada generasi muda.
- Literasi Humanis: Mengajak pemain dan penonton untuk berefleksi melalui perjuangan spiritual tokoh Maria Zaitun.
Dengan semangat solidaritas yang tinggi, para siswa SMK Sura Dewa ini membuktikan bahwa karya sastra klasik tetap relevan sebagai medium pembangunan karakter milenial di era modern. Rencana perjalanan tur ini diharapkan dapat menjadi jejak kebudayaan yang bermakna bagi setiap institusi yang dikunjungi.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Yan Surachman


Saat ini belum ada komentar