Bengkel Seni Milenial Tuntaskan Proses Editing Film di TBM Lautan Ilmu
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

LARANTUKA – Eksistensi taman baca kini telah melampaui batas literasi konvensional dengan menjadi pusat inkubasi kreatif bagi generasi muda. Pada Rabu, 13 Mei 2026, komunitas Bengkel Seni Milenial (BSM) memanfaatkan fasilitas TBM Lautan Ilmu untuk menyelesaikan tahapan penting dalam produksi karya audio-visual mereka, yakni penyuntingan atau editing Film Pendek.
Proses kreatif ini dipimpin langsung oleh dua anggota BSM, Nur Aqilah dan Vito, yang dengan tekun menyusun potongan adegan demi adegan menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Untuk menjamin kualitas hasil akhir yang kompetitif di tingkat nasional, mereka mendapatkan pendampingan teknis dari mentor profesional, Syaiful Bethan. Sinergi antara talenta muda dan praktisi berpengalaman ini menjadi kunci dalam mewujudkan visi artistik BSM melalui media sinematografi.
Menurut catatan Moh Zaini Ratuloli, TBM Lautan Ilmu telah bertransformasi menjadi ruang tumbuh bersama yang inklusif di Flores Timur. Lembaga ini tidak hanya menyediakan akses buku, tetapi juga berfungsi sebagai area bermain, belajar, dan lokasi syuting adegan film. Dengan memfasilitasi kebutuhan teknis seperti tempat latihan reading hingga proses editing, taman baca ini membuktikan dukungannya terhadap pengembangan potensi individu dalam kerangka literasi digital.
Keberhasilan Bengkel Seni Milenial dalam memproduksi film secara mandiri menunjukkan bahwa kemandirian berpikir dan berproses merupakan fondasi utama kesenian. Proyek ini diharapkan mampu menginspirasi pemuda lain untuk terus berkarya dan memanfaatkan ruang-ruang publik sebagai sarana ekspresi yang positif. Melalui dedikasi kolektif ini, BSM optimis dapat melahirkan karya-karya inovatif yang mampu memperkaya khazanah kebudayaan dan memperkuat identitas kreatif pemuda Indonesia.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Manual Editor

