Breaking News
light_mode
Trending Tags

Teriak “Merdeka” Di Komisi X DPR RI , Maksimus Masan Kian Ingin Aspirasi Guru Flores Timur Tersampaikan

  • account_circle Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • print Cetak

JAKARTA – Ruang rapat Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, menjadi saksi bisu perjuangan diplomasi pendidikan yang krusial pada Senin, 18 Mei 2026. Maksimus Masan Kian, tokoh pendidikan yang hadir membawa dua mandat besar, secara lantang menyuarakan kegelisahan ribuan guru honorer, khususnya yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta. Kehadirannya di jantung legislatif nasional tersebut menjadi jembatan aspirasi bagi para pendidik di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Flores Timur yang selama ini merasa terpinggirkan oleh regulasi tata kelola guru.

Perjalanan ini bukanlah agenda biasa. Maksimus hadir sebagai bagian dari kuliah lapangan yang diinisiasi oleh Moh. Takdir, seorang dosen muda yang energik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pak Dosen, demikian ia akrab disapa, berhasil memindahkan analisis kebijakan pendidikan dari ruang kelas pascasarjana UNJ langsung ke pusat perumusan kebijakan negara. Di dalam ruangan legislatif tersebut, rombongan mahasiswa S1 dan S2 Manajemen Pendidikan UNJ diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si.
Maksimus Masan Kian, Komisi X DPR RI, Senayan, Universitas Negeri Jakarta, Moh. Takdir, Lalu Hadrian Irfani, Unifah Rosyidi, Flores Timur, Guru Honorer, UU Sisdiknas
Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur sekaligus mahasiswa pascasarjana, Maksimus Masan Kian mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan pokok pikiran utamanya. Isu fundamental yang ia angkat adalah ketimpangan perlakuan negara terhadap Guru Honorer di sekolah swasta dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, kebijakan seleksi yang ada saat ini masih menciptakan batasan yang sangat tegas dan diskriminatif antara sekolah negeri dan swasta.

“Semua guru, baik di sekolah negeri maupun swasta, memiliki tugas yang sama beratnya: mengajar, mendidik, dan membentuk masa depan anak bangsa. Negara harus hadir dengan kebijakan yang adil, sejalan dengan amanat sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Maksimus di hadapan pimpinan sidang.

Menanggapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghapus status guru honorer pada tahun 2027—yang nantinya hanya akan menyisakan status Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN—Maksimus mengingatkan dengan tegas agar perubahan istilah tersebut wajib dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang nyata. Ia menyatakan bahwa para guru tidak memerlukan label nama baru yang terdengar mentereng jika pada realitasnya pengakuan, perlindungan, dan pendapatan bulanan mereka tidak mengalami perubahan signifikan.

Poin kedua yang tidak kalah krusial dalam pemaparan Maksimus adalah urgensi pembentukan Undang-Undang Perlindungan Profesi Guru. Hal ini disuarakan sebagai respons atas maraknya kasus kriminalisasi, ancaman, serta tekanan hukum yang menimpa para guru di berbagai daerah saat menjalankan tugas kedisipilan di sekolah.

Ia menekankan bahwa guru bertugas menjaga aset terbesar masa depan negara, yaitu anak-anak bangsa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya negara memberikan jaminan rasa aman yang absolut agar para pendidik dapat fokus membimbing siswa tanpa dibayangi ketakutan akan jeratan hukum yang tidak proporsional.

Pokok pikiran ketiga yang dibawa oleh Maksimus berkaitan erat dengan pembahasan omnibus law bidang pendidikan, yaitu Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dirinya mendesak agar pembahasan draf undang-undang ini dilakukan secara matang, hati-hati, dan transparan. Isu yang paling disorot adalah kekhawatiran kolektif para guru mengenai potensi hilangnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang selama tahun 2026 ini telah diterima secara rutin setiap bulan.

Untuk mengakhiri kecemasan psikologis para pendidik yang kerap berulang kali memeriksa laman Info GTK, Maksimus mengusulkan sebuah langkah revolusioner kepada DPR RI. Ia meminta agar gaji pokok dan tunjangan profesi guru disatukan ke dalam satu nomenklatur tunggal, yaitu “Gaji Guru”. Dengan penyatuan ini, hak kesejahteraan guru memiliki jaminan hukum yang lebih kokoh dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh pergantian rezim atau kebijakan turunan.

Aspirasi yang disampaikan secara lugas dan kritis tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Lalu Hadrian Irfani. Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu langsung meluruskan berbagai disinformasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa draf UU Sisdiknas sejauh ini masih berada dalam tahap perampungan naskah akademik melalui metode kodifikasi, yang menyatukan regulasi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Guru dan Dosen Tahun 2005, serta UU Pendidikan Tinggi Tahun 2012.

Lalu Hadrian juga menjamin bahwa Komisi X DPR RI selalu melibatkan organisasi profesi dalam setiap pembahasan naskah akademik tersebut, termasuk mengundang Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, untuk memberikan masukan komprehensif. Terkait nasib guru swasta, ia menegaskan telah berulang kali memperingatkan kementerian terkait agar tidak melakukan pengkotakan pelayanan antara sekolah negeri dan swasta.

Di penghujung forum diskusi, Maksimus Masan Kian menyerahkan langsung dokumen fisik yang berisi rangkuman persoalan guru nasional serta potret kendala pendidikan di Nusa Tenggara Timur dan Flores Timur kepada pimpinan Komisi X. Penyerahan dokumen ini menjadi simbol perjuangan nyata dari daerah yang berhasil menembus meja diplomasi tertinggi di Senayan demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera.

  • Penulis: Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
  • Editor: Manual Editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bengkel Seni Milenial membantu korban erupsi gunung lewotobi

    Bengkel Seni Milenial SMK Suradewa Bantu Ringankan Beban Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Bengkel Seni Milenial , SMK Suradewa Larantuka memberikan turut meringankan beban pengungsi erupsi Gunung Lewotobi di Posko Pengungsian Konga. Jika sebagai pelajar mereka tidak bisa setiap saat berada di lokasi seperti ini, tapi sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan hal ini boleh mereka rasakan. Alih alih memilih liburan, mereka malah memilih terjun ke Posko Pengungsian Konga […]

  • Maulia Rahman dan Rasul Irwanda Keluhkan Layanan PLN

    BEM PTMAI Aceh Barat Daya Ungkap Kekecewaan Atas Pemadaman Listrik PLN

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Aceh Barat Daya – Pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh sejak Senin sore (29/9/2025) hingga Selasa (30/9/2025) menuai kekecewaan mendalam dari BEM PTMAI Aceh Barat Daya. Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Indonesia (PTMAI) wilayah tersebut menilai pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kurang transparan dan merugikan masyarakat luas. Koordinator BEM PTMAI […]

  • Bengkel Seni Milenial, Syaiful Bethan, Nur Aqilah, Vito, TBM Lautan Ilmu, Moh Zaini Ratuloli, Flores Timur, Film Pendek

    Bengkel Seni Milenial Tuntaskan Proses Editing Film di TBM Lautan Ilmu

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
    • visibility 67
    • 0Komentar

    LARANTUKA – Eksistensi taman baca kini telah melampaui batas literasi konvensional dengan menjadi pusat inkubasi kreatif bagi generasi muda. Pada Rabu, 13 Mei 2026, komunitas Bengkel Seni Milenial (BSM) memanfaatkan fasilitas TBM Lautan Ilmu untuk menyelesaikan tahapan penting dalam produksi karya audio-visual mereka, yakni penyuntingan atau editing Film Pendek. Proses kreatif ini dipimpin langsung oleh […]

  • Pendidikan Humanis, Sekolah Inklusif, Kepemimpinan Pembelajaran, Karakter Bangsa, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah

    SMK Sura Dewa Larantuka, Menghadirkan Pendidikan Berbasis Kekeluargaan sebagai “Rumah Kedua”

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Sesilia Somi Belido : Kepala Progam Jurusan Keperawatan SMK Sura Dewa Larantuka
    • visibility 167
    • 0Komentar

    LARANTUKA – SMK Sura Dewa Larantuka kini tengah menjadi sorotan positif berkat keberhasilannya mengimplementasikan paradigma pendidikan yang humanis. Mengusung konsep “Rumah Kedua,” sekolah vokasi ini berhasil mentransformasi lingkungan belajar menjadi ekosistem yang penuh kehangatan. Di lembaga ini, proses pendidikan tidak hanya bertumpu pada transfer ilmu di papan tulis, melainkan dimulai dari kedekatan emosional layaknya sebuah […]

  • wakil bupati lembata muhammad nashir hadiri musda 3 dpd ppni

    Musda III DPD PPNI Kabupaten Lembata Jadi Momentum Penguatan Sinergi Profesi dan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Lembata menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) III pada Selasa (28/10/2025) di Olympic Ballroom & Resto, Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Perawat dan Teknologi Kesehatan Menuju Transformasi Pelayanan Prima” ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos., […]

  • ketua komunitas jejak zaman bersama pembina zaeni boli

    Website Komunitas Jejak Zaman Dimerger Bersama Pawitra News

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Tantangan beban operasional yang dialami Komunitas Jejak Zaman membuat pengurus dan anggota berpikir cepat, alhasil website komunitas jejak zaman diputuskan untuk merger ke Pawitra News. Hal ini disampaikan oleh Yan Surachman disela diskusi bersama beberapa pengurus komunitas, 12 September 2024, di Larantuka. Pawitra News digadang menjadi website berita umum dan komunitas yang bertujuan meningkatkan kemauan […]

expand_less