Persebaya Wajib Menang Atas Bhayangkara FC
- account_circle yansurachman
- calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
- visibility 182
- print Cetak

Setelah ditahan imbang oleh PSIS Semarang (31/1/2024) , Persebaya wajib menang di laga berikutnya melawan Bhayangkara FC. Persebaya Surabaya yang kini bercokol di peringkat 13 klasemen Liga 1 harus meraih poin penuh demi menghindari zona degradasi. Persebaya yang hanya bermain seri dalam lima laga terakhir, bersaing dengan PSS Sleman dan Persita Tangerang di zona rawan degradasi.
Kemenangan di laga melawan Bhayangkara nanti berarti peningkatan peringkat klasemen. Dengan tiga poin tambahan, Persebaya berpeluang menggeser Persis Solo dan PSM Makasar. Namun apakah semudah itu? Bhayangkara FC sendiri sekarang adalah juru kunci klasemen Liga 1 dan ingin keluar dari zona degradasi. Jelas bahwa kondisi Bhayangkara FC lebih parah ketimbang “Bajul Ijo”.
Pertandingan terakhir Bhayangkara FC berakhir positif dengan menekuk sesama tim peringkat 15, Persita Tangerang dengan skor telah 3-0. Fakta ini membuat Persebaya Surabaya wajib waspada dan bermain efektif untuk memastkan perolehan poin penuh pada laga hari Minggu, 4 Februari 2024 mendatang.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.


