Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenal Sepak Terjang Komunitas Jejak Zaman

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
  • visibility 200
  • print Cetak

Tak semua orang mengetahui komunitas ini , berfokus di bidang pendidikan dan kebudayaan , Komunitas Jejak Zaman di tahun 2025 terus berkembang. Bersama Ketua Komunitas Yan Surachman, kini perkumpulan yang merupakan inisiatif beberapa guru ini , mengembangkan Motor Pustaka , Jejak Zaman Gallery , serta Jejak Zaman media Literasi.

Sebenarnya, Komunitas Jejak Zaman merupakan sebuah komunitas non-profit swadaya yang bertujuan menghasilkan karya dan produk sebagai “jejak” pendidikan/kebudayaan suatu tempat, melalui metode proyek-proyek kelompok yang ilmiah, santai, menyenangkan, sambil duduk minum kopi. Komunitas ini didirikan pada Rabu, 10 Mei 2023 di Larantuka, Flores Timur oleh Yan Surachman, Antonius Tuan Tana Ruron, Maria Renha Rosari Putri Dore, Foni Anmal Kurniyati, dan Fandi Setiyanto. Penasihat komunitas Maksimus Masan Kian dan Moh. Zaini Boli.

Tujuan Pendirian Komunitas Jejak Zaman Adalah :

  1. Menghasilkan karya ilmiah, buku, barang seni/ kerajinan atau semacamnya yang dapat menjadi “jejak” yang khas dari budaya di tempat dan waktu tertentu.
  2. Membuat aksi nyata sebagai wujud peran serta memajukan pendidikan dan kebudayaan.
  3. Tempat untuk melakukan sharing topik pendidikan dan kebudayaan dan belajar untuk melaksanakan proyek-proyek kolaborasi dengan target waktu tertentu.
  4. Tempat untuk menambah teman sekaligus bersilaturrahmi sesama peminat bidang pendidikan dan kebudayaan.

Prinsip Kegiatan Komunitas :
Kegiatan komunitas dilakukan dengan prinsip konsisten, kreatif, inovatif, bermanfaat, hemat, dan menyenangkan.

Logo Komunitas Dan Makna :

  • Bintang Lima Sudut, melambangkan kegiatan komunitas  berpedoman pada nilai-nilai Pancasila (dasar negara).
  • Gerabah, melambangkan perangkat keras hasil kebudayaan yang merupakan bidang diminati komunitas.
  • Gunung, melambangkan bentang alam yang unik membentuk karakter khas kebudayaan / pendidikan.
  • Candi, melambangkan komunitas turut menjaga dan melestarikan benda yang bernilai sejarah.
  • Nama komunitas, ditulis dengan aksara latin bergaya aksara jawa mengisyaratkan bahwa komunitas tidak melupakan literasi dan sejarah.

Filosofi Berdirinya Komunitas :

  • Pendidikan tak lepas dari kebudayaan pada praktik kehidupan nyata, sehingga diperlukan sudut pandang yang memadukan pendidikan dan kebudayaan secara baik.
  • Terinspirasi dari karya-karya arkeolog Hariani Santiko dan Agus Aris Munandar, bahwa sejak masa klasik (abad ke 6) ekosistem pendidikan nusantara sebenarnya sudah ditopang oleh lembaga pendidikan (kadewaguruan), komunitas, orang ahli, dan keluarga. Dalam hal ini, komunitas berperan penting untuk pendidikan masyarakat, khususnya yang tidak terjangkau lembaga pendidikan yang diselenggarakan pemerintah.
  • Masyarakat memerlukan wadah untuk belajar berkomunitas, berkarya, dan menuangkan ide-ide kreatif inovatif secara berkelanjutan serta berbiaya murah.

Harapan Dan Dampak Bagi Masyarakat :
1. Meningkatkan Literasi dan Minat Baca
Dengan adanya Motor Pustaka dan Jejak Zaman Media Literasi, masyarakat mendapatkan akses lebih mudah ke bahan bacaan berkualitas. Membantu meningkatkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.
2. Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal
Melalui Jejak Zaman Gallery dan proyek-proyek komunitas, warisan budaya dan sejarah lokal terdokumentasi dengan baik. Masyarakat lebih sadar dan menghargai kekayaan budaya di sekitar mereka.
3. Pendidikan Alternatif dan Inklusif
Menyediakan ruang belajar yang fleksibel dan menyenangkan bagi mereka yang tidak terjangkau pendidikan formal.
Mendorong metode pembelajaran berbasis proyek yang melatih keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif.
4. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi
Masyarakat didorong untuk menghasilkan karya ilmiah, seni, atau produk budaya yang memiliki nilai edukatif dan estetika. Membantu mengembangkan potensi individu dalam bidang seni, riset, dan pengarsipan sejarah.
5. Memperkuat Jaringan Sosial dan Kolaborasi
Menjadi tempat bagi orang-orang dengan minat yang sama untuk berkumpul, berdiskusi, dan bekerja sama dalam proyek yang bermakna. Mempererat hubungan antar anggota komunitas dan masyarakat luas melalui kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
6. Meningkatkan Kesadaran terhadap Nilai-Nilai Pancasila
Dengan simbol bintang lima sudut dalam logonya, komunitas ini turut mengajarkan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan semangat kerja , inovatif , kreatif , gotong royong , kebhinekaan, cinta budaya dan nasionalisme melalui aksi nyata di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Tantangan Dan Dukungan :
Komunitas Jejak Zaman sebagai perkumpulan non-profit tak luput dari demotivasi anggota dan pengurus. Sedikitnya pembiayaan yang dimiliki membuat komunitas tak dapat leluasa untuk membuat program dengan jangkauan lebih besar dan lebih luas. Mayoritas program dapat berjalan karena swadaya pengurus, anggota dan pemerhati.
Namun demikian, denyut kegiatan komunitas masih tetap terjaga hingga saat ini karena konsistensi bergiat walaupun skala kecil. Upaya untuk membangun kolaborasi antar komunitas pun menjadi tonggak untuk tetap eksis berjuang memajukan bidang pendidikan dan kebudayaan.

Pengalaman Kolaborasi Komunitas:
Komunitas Jejak Zaman berpengalaman dalam berbagai kegiatan kolaborasi diantaranya FTBM Flores Timur dalam Diskusi Dan Sharing Tahun 2025, PGRI Flores Timur dalam Penyelengaraan Webinar Pekan Pendidikan Tahun 2023, TBM Lautan Ilmu Pinjam Gulir Buku Bacaan Anak 2024-2025, TBM Palo Porong dalam pemberitaan Media Online ZamanNewsID, TBM Solita dalam pemberitaan ZamanNewsID, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema dalam Penggunaan Pondok Baca Lewo.

Pengalaman Program :
Bedah buku , Menulis Buku Bacaan Anak , Lapak Baca , Motor Pustaka Kojez , Satu Anak Satu Buku , Media Online Literasi ZamanNews dan PawitraNews , Diskusi Dan Sharing Luring FTBM , Diskusi Grup WhatsApp , Sebar Fliyer Pendidikan Kebudayaan , Art Challenge: Guru Pikir Apa? Siswa Pikir Apa? , Jejak Zaman Gallery dll.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Capaian prestasi smk sura dewa larantuka dalm fls3n 2025

    Prestasi SMK Sura Dewa Larantuka Dalam FLS3N Flores Timur 2025

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Prestasi gemilang SMK Sura Dewa Larantuka dalam ajang FLS3N Flores Timur 2025 menunjukkan keunggulan siswa di bidang seni dan kreativitas. Simak capaian lengkap dan semangat juang para siswa yang mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten Flores Timur. SMK Sura Dewa Larantuka kembali menunjukkan prestasi luar biasa dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) […]

  • Maria Leno Koten Neka Belajar Produksi Teater Bengkel Seni Milenial Zaeni Boli

    Memperkenalkan Kerja Keproduksian Teater Ala Bengkel Seni Milenial Bersama Kak Neka

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Bengkel Seni Milenial memiliki cara unik untuk memperkenalkan cara kerja keproduksian teater kepada anggotanya. Pembina Zaeni Boli pada kesempatan ini mengajak Kak Neka ( Maria Leno Koten ) untuk berkeliling ke instansi terkait mengurus berbagai perizinan. Teater bukan hanya soal pemanggungan ada hal lain juga dibalik itu mesti dikerjakan seperti permohonan ijin untuk menggelar acara […]

  • Cara Melestarikan Kebudayaan Lokal

    Cara Melestarikan Kebudayaan Lokal

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Melestarikan kebudayaan lokal adalah penting untuk menjaga warisan budaya dan identitas suatu daerah. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk melestarikan kebudayaan lokal: Melalui upaya kolektif dan kesadaran individu, kita dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal sehingga tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang.

  • Yosef Lede Bupati Kupang Apresiasi Stikes Maranatha Kupang

    Yosef Lede Apresiasi Pengmas Internasional ISC Timor Leste dan STIKes Maranatha Kupang

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) yang diinisiasi oleh Instituto Superior Cristal (ISC) Timor Leste dan STIKes Maranatha Kupang. Program kolaboratif ini dilaksanakan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Indonesia. Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun, S.Si., M.Kes., pada acara […]

  • SDI Daru Quthny, pembagian rapor, semester ganjil, Muhammad Asyrafi, pendidikan islami, evaluasi pendidikan, ZamanNews.id

    Suasana Ceria Warnai Pembagian Rapor SDI Daru Quthny

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Maulia Rahman: Organisatoris IMM Aceh Barat Daya, penulis media nasional.
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Aceh Barat Daya – SDI Daru Quthny sukses menggelar kegiatan pembagian rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 pada Kamis (18/12/2025). Acara yang berlangsung di gedung sekolah ini diwarnai dengan penuh rasa syukur dan keceriaan dari para siswa maupun wali murid. Kepala Sekolah SDI Daru Quthny, Muhammad Asyrafi, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas […]

  • Pak Jasmito, PT Orgo Organic Farm, Orgomedia, Petani Organik, Pertanian Terpadu, Guru Honorer, Konten Kreator, Inspirasi Pertanian

    Kisah Pak Jasmito , Dari Guru Honorer Menuju Puncak Sukses Petani Organik

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
    • visibility 184
    • 0Komentar

    MALANG – Pak Jasmito, sosok di balik PT Orgo Organic Farm, membuktikan bahwa dunia pertanian bukan sekadar urusan cangkul dan lumpur, melainkan ladang kesejahteraan yang menjanjikan. Mantan guru honorer ini sukses bertransformasi menjadi petani organik sekaligus konten kreator melalui bendera Orgomedia, dengan memanfaatkan tren video pendek di media sosial. Perjalanan Jasmito dimulai dari kegemarannya menulis […]

expand_less