Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur NTT Ajak Lulusan STIKES Maranatha Layani dengan Hati: “Ini Panggilan, Bukan Sekadar Profesi”

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 289
  • print Cetak

Kupang – Sebanyak 256 lulusan STIKES Maranatha Kupang resmi dikukuhkan dalam acara wisuda dan angkat sumpah yang digelar Kamis, 12 Juni 2025. Momentum ini menjadi awal perjalanan profesional mereka sebagai perawat dan bidan yang siap terjun ke dunia pelayanan kesehatan.

Dalam acara yang berlangsung khidmat, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan bukan sekadar soal keterampilan medis. “Ini adalah panggilan hidup. Layani setiap pasien dengan hati yang tulus, seolah mereka adalah keluarga kalian sendiri,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti isu-isu strategis di bidang kesehatan di NTT seperti stunting dan kematian ibu-anak. Ia berharap para lulusan bisa menjadi bagian dari solusi. “Pemerintah daerah siap memfasilitasi penempatan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri secara legal. Tenaga kesehatan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Alumni STIKES Sudah Menyebar ke Luar Negeri
Ketua STIKES Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, menyampaikan bahwa kampus telah meluluskan lebih dari 3.750 alumni yang tersebar di berbagai instansi nasional dan internasional. Ia menegaskan komitmen STIKES dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter.

“Yang kami tekankan bukan hanya ilmu, tapi juga hati. Karena dalam dunia kesehatan, kepekaan dan kasih sayang adalah bagian dari penyembuhan,” ucapnya.

STIKES juga terus meningkatkan kualitas dosen. Saat ini, satu dosen telah menyelesaikan program doktor dan dua lainnya sedang menempuh studi lanjut.

Yayasan: Toga Adalah Simbol Perjuangan
Ketua Yayasan Maranatha NTT, Alfriets Selan, memberikan pesan menyentuh kepada para lulusan. Ia mengibaratkan pendidikan sebagai bibit kurma yang tumbuh di bawah batu besar—hanya bisa tumbuh jika akarnya kuat. “Toga yang kalian pakai hari ini adalah bukti dari ketekunan dan pengorbanan. Tapi ini baru permulaan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan LL-DIKTI Wilayah XV, Martini Derang, juga mengingatkan pentingnya etika profesi dan empati dalam dunia kesehatan. “Keahlian teknis penting, tapi melayani dengan hati adalah hal yang tak tergantikan,” tegasnya.

Harapan dari Perwakilan Wisudawan
Di akhir acara, Inka Christiani Ngahu Djawa mewakili para wisudawan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing selama masa studi. Ia mengajak teman-temannya untuk menjadikan profesi ini sebagai jalan pengabdian.

“Kita mungkin belum tahu ke mana kaki ini akan melangkah, tapi kita tahu apa yang akan kita bawa: ilmu, hati, dan semangat untuk melayani,” ucapnya.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca tak bersahabat membuat peserta didik

    Fenomena Belajar Pada Cuaca Tak Bersahabat

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Rasanya wajar atau sesuatu  dianggap  wajar jika di saat cuaca  tak baik ini banyak peserta  didik yang  terlambat  datang ke sekolah  . Bukan karena tak ingin belajar tapi kondisi yang  tidak terlalu memungkinkan  , namun di tengah banyaknya tanggal  merah dalam kalender  masehi tahun 2024 maka memanfaatkan  waktu yang ada adalah keharusan. Pagi ini di […]

  • TBM Borik Boma Berikan Buku ke TBM Palo Porong

    TBM Borik Boma Lamatou Donasi Buku Untuk Komunitas TBM Palo Porong Kolidatang

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Komunitas TBM Palo Porong – Kolidatang Kabupaten Flores Timur kembali mendapatkan sumbangan donasi buku dari komunitas ‘TBM Borik Boma-Lamatou yang berlokasi di Desa Painapang Kecamatan Lewolema Flores Timur. Donasi buku ini langsung diserahkan oleh ketua pengelolah TBM Borik Boma-Lamatou ‘Karolus K. Ruron’ dalam hal ini diwakili oleh salah satu rekan pengelolah, dan diterima langsung oleh […]

  • Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

    Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Gerardus Kuma Apeutung : Guru SMPN 3 Wulanggitang, penulis media lokal dan nasional.
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Di Spentig Hewa, kami, guru dan pegawai khusus laki-laki, punya kebiasaan berdiskusi. Dari sini, lahirlah kelompok diskusi. Sebuah kelompok nonformal. Semacam kelompok arisan. Ya, di sini kami mengadakan “arisan ide”. Saling bertukar pikiran. Beradu argument. Dan menyanggah pendapat. Diskusi selalu berlangsung dalam suasana rileks. Penuh keakraban. Sambil tertawa dan baku olok badan. Karena itu, walaupun […]

  • SMP Negeri 11 Borong Gelasr Workshop Literasi

    SMP Negeri 11 Borong Gelar Workshop Literasi

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Manggarai Timur – Dalam upaya meningkatkan kesadaran literasi, SMP Negeri 11 Borong , Kelurahan Satar Peot, Kabupaten Manggarai Timur, menggelar Workshop Literasi pada Senin–Selasa, 8–9 September 2025. Kegiatan berlangsung di ruang laboratorium sekolah dan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII. Acara dibuka oleh Plt. Kepala SMP Negeri 11 Borong, Yustina Mina, M.Pd. Menurutnya, kegiatan […]

  • Cara Meningkatkan Literasi Finansial Di Sekolah

    Cara Meningkatkan Literasi Finansial Di Sekolah

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle yansurachman
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Untuk meningkatkan literasi keuangan di sekolah, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan: Dengan mengimplementasikan strategi-strategi ini, sekolah dapat meningkatkan literasi keuangan siswa, membantu mereka membangun pemahaman dan keterampilan keuangan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keuangan dalam kehidupan mereka.

  • Ayu Lelang Ayaq, Fince Bataona, Vera Korohama, Yanto Said, Bunda Literasi Flores Timur

    Club Baca Sura Dewa , Bukti Nyata Semangat Literasi Muda Flores Timur

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Larantuka – Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi geliat literasi di tanah Flores Timur. Di tengah cuaca yang tak bersahabat, Club Baca Sura Dewa membuktikan eksistensinya dengan sukses menyelenggarakan agenda bedah buku “Lamafa” karya Fince Bataona bertempat di TBM Lautan Ilmu. Meski komunitas ini belum genap berusia satu tahun, semangat yang ditunjukkan para anggotanya sangat luar […]

expand_less