Pimpinan Cristal Foundation Bahas Bahasa dan Budaya di STIKes Maranatha Kupang
- account_circle yansurachman
- calendar_month Kam, 20 Mar 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar

Bertempat di Kampus STIKes Maranatha Kupang, NTT, Presiden Eksekutif Cristal Foundation, Dr. Agostinho dos Santos Gonçalves, L.Ec, MM, memberikan kuliah umum bertajuk “Bahasa Portugis di Timor Leste: Jembatan Budaya dan Dinamika Kekerabatan dengan Nusa Tenggara Timur” pada Rabu (19/03/2025).
Cristal Foundation adalah yayasan yang menaungi Instituto Superior Cristal (ISC) Timor Leste. Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama internasional antara ISC Timor Leste dan STIKes Maranatha Kupang yang berlangsung sejak 13 hingga 24 Maret 2025. Dr. Agostinho hadir bersama delegasi ISC, termasuk Dr. Jacinto de Oliviera Junior, M.Pd (Wakil Rektor Bidang Akademik), Muhammad Syarifudin, M.Kep (Wakil Dekan Fakultas Kesehatan), serta tujuh dosen dan 18 mahasiswa.
Bahasa: Kunci Peluang Global
Plt. Ketua STIKes Maranatha Kupang, Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep.,Ns, M.Kep, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kuliah umum ini. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam pendidikan, pekerjaan, dan bisnis. Salah satu bahasa yang dianjurkannya untuk dipelajari adalah Bahasa Portugis, mengingat Timor Leste sebagai negara tetangga memiliki keterkaitan budaya dan sejarah dengan NTT.
“Jika kita memahami bahasa, kita bisa berkomunikasi lebih baik. Ini akan membuka lebih banyak peluang kerja, termasuk di bidang kesehatan,” ujarnya. Ia pun menginisiasi rencana penambahan mata kuliah Bahasa Portugis dalam kurikulum STIKes Maranatha Kupang.
Bahasa Portugis di Timor Leste
Dalam kuliahnya, Dr. Agostinho menjelaskan bahwa Bahasa Portugis di Timor Leste memiliki sejarah panjang, dari masa kolonial hingga era pascakemerdekaan. Bahasa ini kini menjadi simbol identitas nasional dan strategi politik untuk memperkuat posisi Timor Leste dalam Komunitas Negara Berbahasa Portugis (CPLP).
Meski demikian, ia mengakui bahwa belum semua warga Timor Leste menguasai Bahasa Portugis. Oleh karena itu, kebijakan bilingual tetap diterapkan dengan mengakomodasi penggunaan Tetum, Inggris, dan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Agostinho juga menyoroti hubungan erat antara Timor Leste dan NTT yang terjalin melalui budaya, pernikahan antar etnis, serta interaksi sosial. Ia menilai kerja sama lintas budaya, seperti yang dijalankan ISC dan STIKes Maranatha, dapat membuka peluang di berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, dan ekonomi.
Fasilitas Belajar Bahasa Portugis
Kuliah umum ini mendapat respons positif dari peserta, terutama mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang mulai tertarik mempelajari Bahasa Portugis. Dari diskusi yang berkembang, muncul gagasan untuk membuka kelas Bahasa Portugis di STIKes Maranatha Kupang.
Dr. Jacinto de Oliviera Junior, M.Pd menyatakan kesediaan ISC Timor Leste untuk memfasilitasi inisiatif ini. Menurutnya, dosen-dosen ISC dapat mengajar langsung di STIKes Maranatha Kupang maupun secara daring.
“Inilah manfaat kerja sama internasional. Kita bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan masing-masing institusi,” pungkasnya.
Penulis: Saverinus Suhardin (Dosen STIKes Maranatha Kupang)
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Saat ini belum ada komentar