Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebudayaan » Pementasan “Wajah Halimunda”: Interpretasi Menohok “Cantik Itu Luka” Guncang Panggung Festival Teater Indonesia

Pementasan “Wajah Halimunda”: Interpretasi Menohok “Cantik Itu Luka” Guncang Panggung Festival Teater Indonesia

  • account_circle yansurachman
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menampar kesadaran kolektif penonton. Pada hari pertama festival, 10 Desember 2025, seniman muda asal Padang Panjang di bawah arahan sutradara Yeni Wahyuni (Uni Aen) sukses mementaskan naskah “Wajah Halimunda”.

Diadaptasi dari novel fenomena karya Eka Kurniawan, Cantik Itu Luka, pertunjukan ini digambarkan oleh pengamat seni Moh. Zaini Ratuloli sebagai sebuah sajian yang “memiliki banyak lapisan” dan sarat akan kedalaman makna sejarah.

Sinergi Aktor, Visual, dan Musik yang Menggigit
Meski hanya dimainkan oleh tiga orang aktor, pementasan ini dinilai memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketiga pemain tampil dengan kesungguhan yang intens, menciptakan atmosfer yang mencekam sekaligus indah.

Kekuatan akting tersebut didukung penuh oleh elemen artistik yang matang. Ratuloli menyoroti penggunaan multimedia yang mencolok dan tata musik yang “menggigit”, menjadikan pementasan ini sebuah paket lengkap yang memanjakan indra sekaligus memancing daya kritis penonton.

“Sebuah pertunjukan yang memaksa kita berpikir keras apa makna yang terkandung di dalamnya. Pertunjukan yang kuat… dengan kesungguhan yang indah dan sempurna.”, ungkap Moh. Zaini Ratuloli

Metafora Negeri yang Terluka
Lebih dari sekadar adaptasi sastra, “Wajah Halimunda” hadir sebagai kritik sosial yang tajam. Pertunjukan ini menjadi refleksi atas kondisi bangsa Indonesia—negeri yang “gemah ripah loh jinawi” dan berada di garis khatulistiwa, namun keindahannya justru kerap menjadi kutukan yang berulang.

Melalui tokoh Dewi Ayu, penonton diajak menyelami metafora tentang ketamakan yang tak berkesudahan. Halimunda bukan sekadar latar fiksi, melainkan cerminan wajah Indonesia sendiri: sebuah negeri cantik yang dikepung bencana, baik alam maupun moral.

Inti pesan yang disampaikan sutradara Yeni Wahyuni dan timnya sangat jelas: “Cantik itu luka.” Ini adalah metafora tentang Ibu Pertiwi yang kerap “dijual” dan “diperkosa” oleh manusia-manusia tamak—sebuah peringatan keras agar eksploitasi dan ketamakan segera diakhiri.

Kesuksesan pementasan ini tidak lepas dari kerja keras tim produksi yang solid:
Para Pemain:
Ahmad Ridwan Fadjri, Puspita Sari, Zahwa Alya Pitri
Sutradara: Yeni Wahyuni
Penanggung Jawab Visual: Volta Ahmad Jonneva
Penata Artistik & Dramaturg: Ahmad Ridwan Fadjri
Komposer: Avant Garde Dewa Gugat
Produser & Desain Visual: Rama Anggara

Pementasan “Wajah Halimunda” di FTI 2025 membuktikan bahwa teater masih menjadi medium yang ampuh untuk membaca ulang sejarah dan mengingatkan kita pada luka-luka bangsa yang belum sembuh.

Penulis

Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran.Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi:Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials.IBM: Generative AI for Educators.Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers.University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner.Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI.Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Math Captcha
44 + = 50


Rekomendasi Untuk Anda

  • PGRI Kabupaten TTU Peringati HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025

    PGRI Kabupaten TTU Peringati HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Antonius Ruron
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kefamenanu, 25 November 2025 — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara menyelenggarakan Upacara Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di SDN Anggur, Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu. Asisten I Setda Kabupaten TTU, Drs. Yosep Kuabib selaku Pembina Upacara, mewakili Bupati TTU. Upacara ini dihadiri oleh seluruh guru dari PGRI […]

  • SMK Suradewa pembelajaran Teks Editorial bersama zaeni boli

    SMK Suradewa Larantuka Ajak Peserta Didik Bernalar Kritis Melalui Teks Editorial

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SMK Suradewa, Larantuka – Salah satu poin dari Profil Pelajar Pancasila adalah berpikir kritis , sikap ini penting dimiliki generasi muda agar dalam kehidupan yang sementara ini mereka tak terjebak dalam sikap yang apatis terhadap kehidupan itu sendiri . “Karena sesungguhnya sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama . Lewat berita yang berkembang di […]

  • SMK Suradewa Larantuka

    Serba Serbi Suradewa Vacational School Larantuka Mencari Bakat 2024

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Suradewa Vocational School ( SMK Suradewa Larantuka ) baru-baru ini menggelar event Mencari Bakat 2024. Berawal dari menjelang Hari Guru beberapa hari lalu SMK Sura Dewa menggelar rangkaian acara untuk memberikan ruang bagi peserta didik menunjukkan kemampuannya baik dalam bidang olahraga maupun seni . Agenda yang diberi nama Suradewa Mencari Bakat 2024 mendapat sambutan positif […]

  • Saverinus Suhardin STIKES Maranatha Renstra 2025

    STIKES Maranatha Kupang Gelar Workshop Renstra 2025–2030, Fokus pada SDM dan Tata Kelola

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KUPANG – STIKES Maranatha Kupang menggelar Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2030 di Hotel On The Rock, 18–19 Agustus 2025. Kegiatan dua hari ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah dan kebijakan institusi lima tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola perguruan tinggi. Acara dibuka dengan […]

  • TBM Palo Porong Rapat Pleno Thomas Are Dorotea Date Makin

    Rapat Pleno TBM Palo Porong Kolidatang Diwarnai Dengan Kegiatan Edukasi

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Komunitas Literasi TBM Palo Porong Kolidatang merupakan salah satu komunitas belajar di luar sekolah yang terbilang sangat aktif dalam melaksanakan kegiatan edukasi bermuatan literasi sejak Tahun 2018 hingga sampai pada hari ini. Komunitas ini terletak di Desa Kolaka (Dusun Kolidatang), Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur-NTT. Komunitas ini beranggotakan para pelajar jenjang usia pendidikan TK/Paud, […]

  • bsm smk suradewa

    BSM SMK Suradewa Latihan Di Cafe Homestay Pantai Kota

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Mengusung Lakon Cafe Janda, BSM SMK Suradewa mencoba tema baru dalam pertunjukan. Kegelisahan orang-orang yang dimarjinalkan dalam kehidupan coba di suarakan. Orang-orang yang berlagak suci melihat orang lain hanya dari sudut pandangnya tapi ingin menyelemai lebih jauh. Cafe Janda adalah sebuah kegelisahan orang-orang yang dianggap salah dalam kehidupan tapi apakah orang-orang yang menuduh itu sudah […]

expand_less