Bengkel Seni Milenial Larantuka Hidupkan Mahakarya W.S. Rendra di Panggung Lamenais
- account_circle Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

LARANTUKA – Semangat literasi dan seni pertunjukan kembali bergelora di ujung timur Flores. Kelompok Bengkel Seni Milenial (BSM) dari SMK Sura Dewa Larantuka sukses memukau publik melalui pementasan teater yang diangkat dari karya legendaris penyair besar Indonesia, W.S. Rendra. Pertunjukan bertajuk “Nyanyian Angsa” atau kisah Maria Zaitun ini digelar di Panggung Porsenium Lamenais, Rabu (22/4/2026).
Pementasan ini menjadi sangat istimewa karena melibatkan generasi ke-10 dari BSM. Dalam momentum yang mempertemukan semangat Halal bihalal dan perayaan Paskah bersama, para aktor muda ini ditantang untuk menunjukkan totalitas di atas panggung. Pembina BSM, Zaini Ratuloli, menegaskan bahwa panggung adalah ruang sakral yang harus diisi dengan kejujuran dan keseriusan tanpa keraguan.

“Panggung adalah altar doa. Bagi seorang pemain, itu adalah tempat suci yang tidak boleh dinodai oleh ketidaksungguhan. Cintailah seni yang ada dalam dirimu, bukan dirimu di dalam seni,” ujar Zaini dalam pesannya yang menekankan nilai humanisme dalam berkesenian.
Lakon “Nyanyian Angsa” yang dibawakan merupakan bentuk penghormatan kolektif menjelang peringatan Hari Puisi Indonesia. Di tengah keterbatasan fasilitas panggung porsenium di daerah, kehadiran BSM membuktikan bahwa konsistensi jauh lebih berharga daripada sekadar kompetisi. Melalui bimbingan yang intensif, para siswa diharapkan mampu meninggalkan jejak budaya yang indah melalui akting yang maksimal.
Pementasan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga mempertegas posisi Bengkel Seni Milenial sebagai wadah produktif bagi generasi muda Larantuka untuk mengeksplorasi jati diri melalui karya sastra dan seni peran yang inklusif.
- Penulis: Moh. Zaini Ratuloli: Guru SMK Sura Dewa Larantuka, pegiat literasi, seniman teater, penulis media nasional.
- Editor: Manual Editor

