Djakarta International Theater Platform 2025 Tekankan Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing dan IT
- account_circle yansurachman
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 23
- comment 0 komentar

Jakarta – Pentingnya menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dan teknologi informasi (IT) kembali menjadi sorotan dalam ajang Djakarta International Theater Platform 2025. Acara yang tahun ini mengusung tema “Rumah Panggung” tersebut mempertemukan tiga produser perempuan dari Asia Tenggara: Kathleen Ditzig (Singapura), June Tan (Malaysia), dan Helly Minarti (Indonesia), dengan moderator Rebecca Kezia.
Diskusi yang berlangsung menyoroti keterhubungan budaya dan seni antarnegara di Asia Tenggara, terutama melalui simbol “Rumah Panggung” yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Bagi Zaeni Boli, guru honorer sekaligus seniman asal Larantuka, Flores Timur, pengalaman menghadiri simposium ini menjadi pelajaran berharga, khususnya soal pentingnya penguasaan bahasa Inggris untuk berpartisipasi optimal dalam forum internasional.
“Saya menyesal karena belum cakap berbahasa Inggris sehingga harus bergantung pada alat bantu, yang hasilnya mungkin tidak maksimal,” ujar Zaeni. “Saya teringat kebijakan pendidikan di Flores Timur yang mendorong ‘Future School’ dengan fokus pada penguasaan bahasa Inggris dan IT. Ini memacu saya untuk belajar lagi demi bisa beradaptasi di pergaulan internasional”, ungkap Zaini Ratuloli .
Zaeni juga menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggara Djakarta International Theater Platform 2025 atas undangan yang diberikan. Ia berharap jejaring seni yang tercipta dari ajang ini akan membuka peluang kolaborasi antara seniman dalam dan luar negeri, termasuk kunjungan seniman ke Larantuka untuk proyek-proyek artistik di masa depan.
Djakarta International Theater Platform sendiri menjadi wadah penting bagi seniman Asia Tenggara untuk bertukar ide, membangun jejaring, dan memperluas kolaborasi lintas negara. Dengan mengusung tema yang mengakar pada budaya regional, acara ini diharapkan dapat memperkuat posisi seni pertunjukan Asia Tenggara di panggung internasional.
Penulis yansurachman
Tentang Yan Surachman: Yan Surachman adalah praktisi pendidikan dan jurnalis teknologi yang berdedikasi menjembatani inovasi AI dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai Pemimpin Redaksi ZamanNews.id, Yan menghadirkan analisis mendalam mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Keahlian & Sertifikasi Profesional: Sebagai seorang Professional Prompt Engineer, kepakaran Yan telah diakui secara global melalui berbagai spesialisasi: Google: Google AI Essentials & Prompting Essentials. IBM: Generative AI for Educators. Vanderbilt University: Generative AI for Educators and Teachers. University of Michigan: Generative AI as Design Learning Partner. Politecnico di Milano: Smart Teaching and Learning with AI. Dedikasi Komunitas & Seni: Yan mendirikan Komunitas Jejak Zaman di Larantuka pada 10 Mei 2023, sebuah inisiatif swadaya yang berfokus pada pelestarian budaya. Ia juga mengelola Perpustakaan Komunitas Jejak Zaman dan aktif berkarya sebagai pelukis di Galeri Jejak Zaman.

Saat ini belum ada komentar