Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

Lawan Dalam Berdebat Adalah Kawan Dalam Berpikir (Kenangan Bersama Bapa Hendrik Reo)

  • account_circle Gerardus Kuma Apeutung : Guru SMPN 3 Wulanggitang, penulis media lokal dan nasional.
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di Spentig Hewa, kami, guru dan pegawai khusus laki-laki, punya kebiasaan berdiskusi. Dari sini, lahirlah kelompok diskusi. Sebuah kelompok nonformal. Semacam kelompok arisan. Ya, di sini kami mengadakan “arisan ide”. Saling bertukar pikiran. Beradu argument. Dan menyanggah pendapat.

Diskusi selalu berlangsung dalam suasana rileks. Penuh keakraban. Sambil tertawa dan baku olok badan. Karena itu, walaupun kepala kami panas, hati tetap dingin. Kami percaya bahwa diskusi yang paling jujur lahir dari kebersamaan yang santai. Wadah ini menjadi ruang bebas tempat untuk menuangkan ide yang tersimpan di kepala masing-masing. Dalam kelompok ini setiap suara sama pentingnya. Semua suara didengar. Diterima. Dihargai.

Dalam suasana yang santai, setiap orang boleh mengungkapkan pendapatnya. Di sini kami berpendapat tanpa takut salah. Bertanya tanpa merasa malu. Membantah tanpa menyakiti. Di akhir diskusi pun forum tidak pernah menghasilkan sebuah kesimpulan. Setiap orang bebas untuk menyimpulkan sendiri. Diskusi selalu diakhiri tanpa ada yang merasa menang.

Kelompok arisan ide ini tidak punya tempat khusus untuk berdiskusi. Seluruh lingkungan sekolah adalah ruang yang dapat digunakan untuk berdiskusi. Kadang kami berdiskusi di bawah pohon. Di dapur sekolah. Di ruang guru. Di ruang tata usaha. Di teras kantor. Pun tidak ada waktu khusus dan jadwal permanen untuk berdiskusi. Semua berjalan tanpa rencana. Kadang di waktu pagi. Kadang saat jam istirahat. Kadang siang hari.

Kalau ada topik hangat, diskusi dilakukan setiap hari. Adakala dua sampai tiga hari. Kadang sampai satu minggu baru kami berdiskusi. Kelompok ini adalah wadah untuk memperluas wawasan tanpa sekat formalitas. Tidak ada aturan resmi dan tertulis dalam berdiskusi. Namun kami punya pegangan tak tertulis yaitu panduan moral untuk tidak melakukan ad hominem. Pantang bagi kami untuk menyerang pribadi. Prinsip yang kami pegang adalah diskusi untuk saling mencerahkan. Bukan untuk menyakiti.

“Arisan ide” Spentig Hewa selama ini mengingatkan saya akan ungkapan yang sering dilontarkan Anis Baswedan, “Lawan dalam berdebat adalah kawan dalam berpikir”.

Ya, lawan diskusi adalah mitra yang menantang kita untuk berpikir. Sanggahan dan pertanyaan dari lawan debat membuat kita harus memeras otak untuk menangkisnya.Diskusi yang menjadikan lawan sebagai teman dalam berpikir tidak mendatangkan permusuhan. Karena lawan selalu menantang kita untuk berpikir kritis dan mendalam. Mendorong kita untuk mengasah argument, di saat yang sama menemukan kelemahan argument kita.

Di “arisan ide” Spentig Hewa sering terjadi debat yang seru seputar topik apa pun yang menarik. Di wadah ini, topik yang dibahasa beragam. Masalah yang didiskusikan meliputi berbagai bidang.
Mulai dari agama. Lalu merembes ke masalah sosial. Kemudian masuk ke urusan bola. Hingga pembahasan perihal situasi politik tanah air.

Yang membuat diskusi menjadi seru adalah selalu ada kelompok afirmasi dan oposisi. Ada yang mendukung dan yang lain membantah isu yang dibahas. Ada yang melihat dari sisi positif. Yang lain memotret dari sisi negative. Perdebatan pun menjadi menarik. Kadang dalam diskusi kita berada dalam kelompok pro untuk satu isu. Tetapi bisa menjadi kelompok kontra untuk isu yang lain. Di kelompok arisan ide, ada sosok yang membuat diskusi menjadi hangat. Bapa Hendrik Reo dan Pak Franck Kwuta. Tanpa keduanya debat terasa hambar. Bila mereka ada, perdebatan menjadi lebih hidup. Terasa Seru. Dan semakin menarik.

Bagaimana tidak, Bapa Reo selalu punya lawan tradisional berkaitan dengan topik tertentu. Dalam bidang politik, Bapa Reo selalu berseberangan dengan Pak Franck. Beliau pendukung setia Jokowi. Sedangkan Pak Frank adalah pengagum Rocky Gerung yang selalu mengkritik rezim mana pun yang berkuasa. Dalam urusan bola, Bapa Reo menjadi lawan abadi saya. Ketika bicara bola, kami adalah musuh bebuyutan. Beliau adalah Barcelonista tulen. Sedangkan saya adalah Madrista sejati. Sebagai pendukung Barca garis keras, Bapa Reo adalah rival saya yang merupakan pencinta fanatik Madrid. Rivalitas kedua klub ini membuat fansnya selalu tidak akur.

Bapa Reo dan saya adalah rival dalam mendukung klub bola. Karena itu dalam debat tentang bola kami selalu menjadi lawan. Tapi saya bersyukur karena dengan itu Bapa Reo menjadi kawan saya dalam berpikir. Sejak mengabdi di bagian tata usaha Spentig Hewa pada 2018, Bapa Reo selalu memberikan pikiran – pikiran konstruktif, ide – ide cemerlang demi kemajuan Lembaga Pendidikan Spentig Hewa.

Dengan pengalamannya yang panjang dan bidang pengabdian yang luas, Bapa Reo berperan andil dalam memajukan Spentig Hewa. Delapan tahun mengabdi di Spentig Hewa, Bapak Reo akhirnya memasuki masa pensiun. Secara regulasi, Bapa Reo sudah purnabakti pada Juni 2025. Namun sebagai keluarga, Spentig Hewa baru resmi melepaskan Bapa Reo pada Jumat, 09/ 01/ 2026 dalam moment Natal dan Tahun Bersama.

Terima kasih Bapa Reo. Engkau pergi dengan meningalkan legacy intelektual “arisan ide” di taman belajar Spentig Hewa. Selamat menjalani masa pensiun dengan sukacita bersama keluarga.

  • Penulis: Gerardus Kuma Apeutung : Guru SMPN 3 Wulanggitang, penulis media lokal dan nasional.
  • Editor: AI Editor - Gemini 3.0

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Math Captcha
60 + = 67


Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Mendirikan Komunitas Kebudayaan

    Cara Mendirikan Komunitas Kebudayaan

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Tim Pawitra
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Mendirikan komunitas kebudayaan dapat menjadi langkah yang sangat berarti untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk mendirikan komunitas kebudayaan: Mendirikan komunitas kebudayaan adalah upaya yang memerlukan dedikasi, kerjasama, dan komitmen dari anggota. Dengan langkah-langkah di atas, Anda dapat memulai dan mengembangkan komunitas yang berdampak positif dalam […]

  • permainan lazio kerap ancam gawang napoli

    Lazio Buktikan Kelas Saat Bertanding Lawan Atalanta

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Lazio akan membuktikan trend positif yang sudah mereka raih dalam lima pertandingan terakhir. Dalam lima pertandingan terakhirnya, Biancoceleste mengumpulan 13 poin dari hasil empat kemenangan dan sekali seri saat menjamu Napoli di Olimpico. Laga melawan tuan rumah Atalanta (5/2/2024) menjadi tolok ukur apakah tim ibukota ini layak untuk masuk zona Liga Champions musim depan. Atalanta […]

  • Megawati Hangestri Red Sparks kalahan gs caltex

    Red Sparks Kalahkan Tuan Rumah GS Caltex 0-3 Di Putaran 5 Liga Bola Voli Putri Korea

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Daejeon JungKwanJang Red Sparks meraih kemenangan telak 3-0 atas GS Caltex Seoul KIXX dalam pertandingan Liga Voli Korea (V-League) 2023-24 putaran kelima, Rabu (22/2) malam WITA. Pertandingan yang berlangsung di Jangchung Arena, Seoul, tersebut didominasi oleh Red Sparks sejak awal. Tim tamu unggul 8-5 di awal set pertama dan terus memperlebar jarak hingga 14-7. GS […]

  • Robert Lewandowski Barcelona

    Lewandowski Buka Kemenangan Barcelona Atas Alaves

    • calendar_month Minggu, 4 Feb 2024
    • account_circle yansurachman
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Bermain dihadapan pendukungnya, Alaves harus  menelan kekalahan atas Barcelona. Seisi stadion Mendizorotza tercengang dengan skill tumit Robert Lewandowski yang akhiri dengan cungkilan mengarah ke sudut kosong gawang Alaves. Papan skor berubah di menit ke-22, Barcelona unggul 0-1 atas Alaves. Skor ini menjadi skor turun minum untuk kedua tim. Pada awal babak kedua umpan Pedri ke […]

  • SMK Sura Dewa Beri Apresiasi Pada Guru Berprestasi FLS3N 2025

    SMK Sura Dewa Lestarikan Budaya Apresiasi untuk Tingkatkan Semangat Juang Siswa dan Guru

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle yansurachman
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu sekolah unggulan di Flores Timur, SMK Sura Dewa terus menumbuhkan dan melestarikan budaya positif yang menjadi ciri khasnya. Salah satu budaya yang menjadi identitas sekolah ini adalah pemberian apresiasi kepada seluruh warga sekolah yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi, baik dalam skala lokal maupun regional. Nama SMK Sura Dewa sendiri memiliki makna […]

  • Laurensius Buton, SMK Sura Dewa, Smartboard, Inovasi Pendidikan, Teknologi Kelas, Belajar Digital, Masalah Smartboard, Siswa SMK

    Pengalaman Laurensius Buton Gunakan Smartboard di SMK Sura Dewa , Inovatif Namun Penuh Tantangan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle ;Yan Surachman : Redaktur ZamanNewsID, Pegiat Literasi.
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Larantuka – Kehadiran teknologi smartboard di ruang kelas kini menjadi warna baru bagi dunia pendidikan kejuruan. Laurensius Buton, seorang siswa dari SMK Sura Dewa, membagikan perspektifnya mengenai transformasi digital yang tengah berlangsung di sekolahnya tersebut. Meski membawa suasana belajar yang lebih modern, penggunaan alat canggih ini rupanya tidak luput dari kendala teknis yang perlu menjadi […]

expand_less